Terkini Daerah
Ibu Meninggal Sebulan Lalu, Balita Ini Nyaris Tewas 4 Hari Terkurung Bersama Jasad Nenek di Rumah
Seorang balita berinisial J (3) berhari-hari meraung-raung menangisi neneknya, OT (64) yang meninggal dunia di hadapannya.
Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Seorang balita berinisial J (3) berhari-hari meraung-raung menangisi neneknya, OT (64) yang meninggal dunia di hadapannya.
J terkurung selama empat hari tanpa makan apa pun di dalam rumah bersama jasad sang nenek.
Kejadian pilu ini berlangsung di Kelurahan Pengangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Nyawa J berhasil diselamatkan seusai warga mencium bau busuk dari dalam rumah OT.

Baca juga: Sosok 7 Korban Jenderal dan Perwira TNI yang Tewas akibat Aksi Keji PKI, Lihat Videonya
Baca juga: Video Pemberontakan G30S, Ini 7 Korban Jenderal dan Perwira TNI yang Tewas akibat Aksi Keji PKI
Kapolsek Kelapa Gading, AKP Rio Mikael Tobing membenarkan adanya kejadian ini.
Setelah mendapat laporan dari warga, polisi langsung datang ke lokasi kejadian dan mendobrak pintu rumah korban.
Saat ditemukan, OT sudah dalam kondisi tewas dan tubuhnya nyaris membusuk.
"Cucunya dalam keadaan telanjang, dan sudah kami evakuasi ke puskesmas untuk menerima perawatan," ujar Rio, dikutip dari TribunJakarta.com, Kamis (30/9/2021).
OT ternyata sudah tewas empat hari sebelum ditemukan.
Tangis Balita Tak Digubris Warga
J selama berhari-hari tak mandi dan tak makan karena terkurung di dalam rumah bersama jasad neneknya.
Tubuhnya kurus dan dipenuhi kotoran berbau tak sedap.
Setelah mengetahui polisi datang dan mendobrak pintu, tangis bocah tiga tahun itu langsung pecah.
Sebelum kasus ini terungkap, warga kerap mendengar tangisan J.
Ketua RT 06 RW 06 Pegangsaan Dua, Tika mengaku sempat menduga J juga tewas bersama OT.
Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Istri Yosef Ngaku Nangis dan Syok Tahu Tuti dan Amalia Tewas: Kita Serba Salah
Baca juga: Ngaku Hamil, Remaja 14 Tahun di Kediri Tewas Diracuni Pacar, Jasadnya Ditinggal Begitu Saja
Namun, dugaannya salah.
Meski tak makan berhari-hari, nyawa J masih bisa diselamatkan.
"Saya pikir cucunya meninggal karena kan enggak makan tiga hari ternyata masih hidup," ungkap Tika.
"Kalau tangisan kita sering denger memang. Anak itu sering nangis, cuman warga nganggepnya biasa aja."
Kecurigaan bermula saat OT tak keluar rumah selama berhari-hari.
Padahal biasanya OT selalu memesan makanan lewat ojek online dan membuang sampah di depan rumah.
Selama berhari-hari, tempat sampah milik korban kosong.
Kecurigaan warga semakin bertambah setelah mencium bau tak sedap dari dalam rumah OT.
"Baunya nyengat banget. Akhirnya saya samperin satpam, saya laporin pak RW, tetangga saya (OT) beberapa hari enggak keluar," jelasnya.
"Pas (polisi) masuk, ternyata jenazahnya udah biru, udah bau busuk."
Menurut Tika, OT selama ini tinggal bersama anak perempuan dan cucunya.
Namun sebulan lalu anak perempuan OT meninggal dunia.
Alhasil, OT hidup berdua dengan sang cucu yang masih balita.
"Jadi korban punya anak, suami anaknya ini di Belanda, korban udah tinggal sama cucunya dari bayi. Ibunya si bayi ini sudah meninggal," tukasnya. (TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunJakarta.com dengan judul Suara Tangisannya Tak Digubris Warga, Balita di Kepala Gading Berhari-hari Tidur Bareng Jasad Nenek, dan Mama Baru Meninggal Bulan Lalu, Balita Berhari-hari Temani Jasad Nenek di Rumah dengan Perut Kosong