Breaking News:

Terkini Internasional

Sungai Sekitar Festival Glastonbury Tercemar Ekstasi dan Kokain, Ini Penyebabnya

Sungai Whitelake tercemar ekstasi dan kokain dari pengunjung Festival Glastonbury, para peneliti khawatir akan mengancam upaya konservasi belut langka

AFP/Oli SCARFF
Festival Glastonbury adalah seni pertunjukan kontemporer yang berlangsung lima hari dan kerap digelar setiap tahun di dekat Pilton, Somerset, Inggris. Sungai Whitelake tercemar ekstasi dan kokain dari pengunjung Festival Glastonbury, para peneliti khawatir akan mengancam upaya konservasi belut langka Eropa. 

TRIBUNWOW.COM - Kontaminasi obat-obatan terlarang yang merusak lingkungan telah ditemukan di sungai yang mengalir di sekitar lapangan tempat festival musik Glastonbury digelar.

Festival Glastonbury adalah seni pertunjukan kontemporer yang berlangsung lima hari dan kerap digelar setiap tahun di dekat Pilton, Somerset, Inggris.

Dilansir dari BBC, Sungai Whitelake di Somerset dilaporkan tercemar metilendioksimetamfetamina (MDMA) atau ekstasi dan kokain.

Festival Glastonbury di dekat Pilton, Somerset, Inggris pada 2015.
Festival Glastonbury di dekat Pilton, Somerset, Inggris pada 2015. (AFP/OLI SCARFF)

Baca juga: India Bersiap untuk Kemungkinan Terburuk Hadirnya Gelombang Ketiga Covid-19 saat Musim Festival

Baca juga: Kasus Baru Covid-19 di India Melonjak di Level Tertinggi dalam 2 Bulan Terakhir setelah Festival

Para peneliti menduga pencemaran terjadi karena orang-orang yang menonton konser kerap kali membuang air kecil di tempat umum, termasuk di tanah dekat sungai tersebut.

Pengukuran tingkat pencemaran dilakukan oleh peneliti dari Universitas Bangor di hulu dan hilir Sungai Whitelake, baik sebelum, selama dan setelah festival yang terakhir diadakan 2019 lalu.

Studi itu menemukan konsentrasi MDMA meningkat empat kali lipat pada seminggu setelah Festival Glastonbury berlangsung.

“Kontaminasi obat-obatan terlarang akibat buang air kecil di tempat umum terjadi di setiap festival musik,” kata seorang mahasiswa Master di School of Natural Sciences di Universitas Bangor, Dan Aberg.

“Sayangnya, kedekatan Festival Glastonbury dengan sungai menyebabkan obat-obatan yang dikeluarkan oleh peserta festival memiliki sedikit waktu untuk terurai di tanah sebelum memasuki ekosistem air tawar yang rapuh,” tambahnya.

Para peneliti khawatir pencemaran sungai dengan obat-obatan terlarang dapat menggagalkan upaya konservasi belut Eropa yang langka di daerah tersebut.

Baca juga: Kekurangan Sopir Truk Pengangkut BBM, Warga Inggris Panic Buying, Habiskan Stok di Pom Bensin

Baca juga: Momen PM Inggris Ajak Presiden Brasil yang Anti-Vaksin Gunakan AstraZeneca

“Perhatian utama kami adalah dampak lingkungan. Studi ini mengidentifikasi bahwa obat-obatan dilepaskan pada tingkat yang cukup tinggi untuk mengganggu siklus hidup belut Eropa,” ungkap Dr Christian Dunn dari Universitas Bangor.

“Kita (juga) perlu meningkatkan kesadaran seputar obat dan limbah farmasi, ini adalah polutan yang tersembunyi,” tambahnya.

Di sisi lain, seorang juru bicara Festival Glastonbury mengatakan, Badan Lingkungan Inggris tidak menyampaikan keluhan apa pun kepada mereka tentang masalah tersebut setelah acara dilangsungkan pada 2019.

Pihak festival juga mengungkapkan terus melarang aktivitas buang air kecil di tanah dan penggunaan obat-obatan terlarang oleh pengunjung.

“Kami sadar bahwa ancaman terbesar bagi saluran air kami dan satwa liar yang menjadi habitatnya, berasal dari pengunjung festival yang buang air kecil di tanah,” katanya.

“Kami ingin melihat detail lengkap dari penelitian baru ini, dan akan sangat senang bekerja sama dengan para peneliti,” tambahnya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Inggris lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved