Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Ungkap Alasan Lambatnya Penyelidikan Kasus di Subang, Kompolnas: Sedang Berproses, Sabar Dulu

Benny Mamoto ungkap ada langkah yang sedang dilakukan penyidik untuk mempercepat penemuan pelaku pembunuhan di Subang, bahas pentingnya analisis DNA.

YouTube/tvOneNews
Benny Mamoto, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (KOMPOLNAS) dalam wawancara dengan TV One pada Sabtu (25/9/2021). Benny Mamoto ungkap ada langkah yang sedang dilakukan penyidik untuk mempercepat penemuan pelaku pembunuhan di Subang, bahas pentingnya analisis DNA. 

TRIBUNWOW.COM - Sebulan sudah berlalu setelah peristiwa pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat terjadi.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memburu orang yang bertanggung jawab atas tragedi itu.

Penyidik Polres Subang, Polda Jabar, Polda Metro Jaya hingga Bareskrim Mabes Polri sudah ikut terlibat dalam upaya pemecahan kasus yang menewaskan Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23).

Krimonolog, Ikrak Sulhin, Benny Mamoto sebagai Ketua Harian Kompolnas dan Yoris dalam wawancara dengan TV One pada Sabtu (25/9/2021).
Krimonolog, Ikrak Sulhin, Benny Mamoto sebagai Ketua Harian KOMPOLNAS dan Yoris dalam wawancara dengan TV One pada Sabtu (25/9/2021). (YouTube/tvOneNews)

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap, Kriminolog Duga karena 2 Faktor Ini

Baca juga: Pengakuan Yoris soal Sumpah Serapah Tuti dan Kunci Otomatis Mobil Alphard, Singgung Istri Muda Yosef

Jasad keduanya sebelumnya ditemukan di bagasi Alphard di rumahnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Rabu (18/8/2021).

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto, mengungkapkan jika saat ini sedang ada langkah yang dilakukan oleh penyidik.

Hal itu diharapkan dapat mempermudah pengungkapan pelaku pembunuhan ibu dan anak tersebut.

Selain itu, Benny Mamoto juga membahas terkait pentingnya analisis DNA bagi penyelesaian kasus di Subang.

“Dari pihak Laboratorium Forensik sendiri, sudah mengambil semua bukti-bukti yang ada di TKP yang dalam kaitannya dengan DNA, nah DNA ini kan bisa diambil dari rambut, darah, kemudian air liur, kulit dan sebagainya,” ungkap Benny Mamoto dikutip TribunWow.com dari YouTube tvOneNews pada Minggu (26/9/2021).

“Nah inilah yang kemudian sudah didata, dan perlu pembanding,” tambahnya.

Analisis DNA dikatakan penting untuk menentukan pelaku pembunuhan karena dapat digunakan untuk memastikan kebenaran alibi para saksi.

“Pembanding itu akan membuktikan orang itu pernah ada disitu, nanti akan dikaitkan dengan alibi, biasanya kan begitu,” ungkapnya.

Benny Mamoto menyatakan analisis DNA sedang berlangsung dan meminta kepada masyarakat untuk bisa bersabar menunggu kabar kepolisian, walaupun kasus sudah terjadi selama sebulan.

“Ini sedang berproses, jadi memang kita perlu sabar dulu, meskipun sudah satu bulan karena ada hal-hal yang tidak mungkin dibuka di publik,” kata Benny Mamoto.

Analisis DNA menjadi penting dan mendesak karena merupakan proses penyelidikan ilmiah oleh kepolisian di mana dapat sangat membantu penyelesaian kasus pembunuhan Tuti dan Amalia.

“Karena inilah nanti salah satu proses penyelidikan yang scientific (ilmiah), yang hakim tinggal terima hasil,” jelas Benny Mamoto dalam wawancaranya.

“Dalam beberapa kasus orang yang nolak, bungkam dan sebagainya tetep kena vonis,” tambahnya.

Benny Mamoto menyatakan akan terus mendukung langkah-langkah yang diambil oleh kepolisian yang dapat mempercepat proses penyelidikan.

Lihat videonya mulai menit 6.48:

Di sisi lain, kepolisian sebelumnya telah mendapatkan beberapa temuan, termasuk sidik jari milik Yosef (56) di lokasi pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat menilai penemuan itu sebagai hal yang wajar.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved