Breaking News:

Terkini Daerah

Habisi Bocah SD, Pembunuh Bayaran di Indramayu Diperintah Ibu Korban Buang ke Sungai Hidup-hidup

Seorang saksi mengaku sempat melihat sang pembunuh bayaran membonceng korban menggunakan motor sebelum korban dibuang.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Foto kiri: Bibi korban saat menunjukan foto korban di rumah nenek korban di Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Rabu (22/9/2021). Foto kanan: Ibu tiri beserta algojo saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Kamis (23/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Hanya mendapat bayaran miras, SAP (24) menuruti perintah SA (21) untuk menghabisi nyawa anak angkat SA yakni MYP (8).

Kejadian sadis ini terjadi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (16/8/2021).

Pelaku menuruti perintah ibu korban agar membuang MYP ke sungai mana saja yang penting korban tewas.

Baca juga: Hanya Dibayar Miras, SA Sungkan Tolak Permintaan Ibu Tiri di Indramayu untuk Bunuh Bocah SD

Baca juga: Pengakuan Ibu Tiri di Indramayu yang Susun Rencana Bunuh Anaknya: Suka Ngamuk Sambil Jambak Rambut

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, awal terungkapnya kasus ini berawal ketika korban ditemukan dalam kondisi membusuk pada 16 Agustus 2021 di Sungai Prawira, Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi ternyata juga sempat mendapat laporan kehilangan anak.

Polisi kemudian melakukan tes DNA mayat bocah dengan ayah yang mengaku kehilangan anak tersebut. Dari situ baru diketahui identitas mayat di Sungai Prawira adalah MYP.

"Setelah mendapat identitas mayat, Unit Reskrim Polsek Balongan dan Satreskrim Polres Indramayu mencari dan mengumpulkan informasi dengan siapa korban terakhir kali terlihat ketika masih hidup," ujar Kapolres Indramayu AKBP M Lukman Syarif didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (23/9/2021).

Setelah ditelusuri, seorang warga mengaku melihat korban dibonceng seorang pemuda berpenampilan seperti anak punk dengan rambut pirang menggunakan sepeda motor.

Sosok anak punk tersebut kini diketahui sebagai sang pembunuh bayaran yakni SAP.

Penangkapan SAP kemudian menjadi titik terang bahwa ibu tiri korban yakni SA lah yang menjadi otak pembunuhan ini.

SAP mengaku diberi perintah agar terserah membuang korban di sungai mana saja, yang terpenting korban tidak bisa pulang atau mati.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun, atau dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar," ujar Kapolres Indramayu.

Eksekutor Sungkan Tolak Perintah

SAP (24) selaku pembunuh bayaran ternyata hanya dibayar menggunakan minuman keras (miras) untuk menghabisi nyawa MYP.

Dikutip TribunWow.com dari TribunJabar.id, fakta ini diungkapkan oleh Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif dalam konferensi pers, Kamis (23/9/2021).

Antara SAP dan SA ternyata saling kenal.

Baca juga: Pengakuan Saksi Pertama yang Ditemui Yosef di TKP Pembunuhan Tuti dan Amalia: Yosef Masuk ke Rumah

Mereka berdua merupakan teman nongkrong.

SAP mengaku tidak enak menolak permintaan SA untuk menghabisi nyawa MYP dengan cara menceburkan korban ke sungai.

"Tersangka 2 (algojo) merasa tidak enak menolak keinginan tersangka 1 (ibu tiri) yang merupakan teman nongkrongnya," ujar dia AKBP Lukman.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved