Breaking News:

Pembunuhan di Subang

Sebulan Kasus Subang, Poppy Amalia Duga Pelaku Orang Dekat Korban, Bandingkan dengan Kasus Sianida

Psikolog dan Pakar Mikro Ekspresi Poppy Amalia turut menyoroti kasus pembunuhan ibu dan anak,di Subang, Jawa Barat

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
YouTube/KompasTV
Psikolog dan Pakar Mikro Ekspresi Poppy Amalya mendatangi keluarga korban pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat pada Senin (20/9/2021). Dia menyebut alasan mengapa kasus ini berjalan begitu panjang. 

TRIBUNWOW.COM - Psikolog dan Pakar Mikro Ekspresi Poppy Amalia turut menyoroti kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartani (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat.

Dia menduga jika pelaku pembunuhan tersebut merupakan orang terdekat. 

"Karena ini adalah keluarga terdekat, berarti suspeknya adalah orang yang sering keluar masuk, orang yang sering ada di situ, yang memang merupakan part, bagian dari orang terdekat," ungkapnya dalam Youtube Kompas TV, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Spekulasi Liar Kasus Pembunuhan di Subang Sudutkan Yosef, Pengacara: Tak Segan Ambil Langkah Hukum

Baca juga: Pengacara Yosef Sebut Kliennya Intens Diperiksa Bareskrim Polri terkait Kasus Pembunuhan di Subang

Namun, dia juga menerangkan jika orang terdekat yang dimaksud belum tentu keluarga. 

Orang terdekat bisa diartikan kerabat lain.

"Terdekat itu kan radiusnya macam-macam ya, keluarga terdekat, sahabat terdekat, teman terdekat, yang mengenal secara personal, yang tidak ada penolakan terhadap si korban," jelasnya. 

Sejak polisi menyatakan jika kasus ini merupakan kasus pemunuhan pada Rabu (18/8/2021), hingga kini belum ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka. 

Polisi menyimpulkan jika kasus ini merupakan kasus pembunuhan berencana. 

Lebih lanjut, Poppy mengerti jika polisi mengalami kesulitan dalam mengungkap kasus ini. 

"Enggak bisa sembarangan karena harus sinkron si A, sinkron sama si B, ceritanya semua sama, sehingga enggak salah dalam menjustifikasi sesuatu," ungkapnya.  

Baca juga: Bukan Istri Muda, Yosef Tinggal dengan Sosok Ini setelah Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Menurutnya hal itu sesuai dengan keterangan polisi yang menyebutkan tidak membutuhkan pengakuan. 

Proses penyelidikan akan berfokus pada scientifik investigation.

"Yang dibutuhkan adalah semua fakta-fakta yang di lapangan," ujarnya. 

Hal itulah yang membuat proses panjang dalam penyelidikan kasus ini. 

Karena, menurutnya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan akan membutuhkan waktu lama. 

Namun, dia juga menegaskan jika dirinya tidak mengetahui sejauh apa proses yang sedang berlangsung di kepolisian.

"Bukti-bukti di tempat perkara, siapa yang melihat, CCTV yang enggak keliatan, kemudian mungkin sidik jari, mungkin ancaman-ancaman, mungkin juga kalimat-kalimat, banyak faktor lah yang harus dikumpulkan," jelasnya. 

Dalam mengumpulkan bukti-bukti, Poppy juga menyebut pihak kepolisian membutuhkan kehati-hatian.

 "Itu adalah satu paket yang harus diambil, kalau salah mengambil kesimpulan, ini membahayakan pihak kepolisian ya, artinya bisa jadi salah terduga," ujarnya. 

Dia juga membandingkan kasus ini dengan kasus pembunuhan dengan racun sianida yang dimasukkan ke dalam minuman yang juga sempat heboh. 

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved