Breaking News:

Virus Corona

Alami Penurunan Kasus Covid-19, Pengunjung dari Indonesia Boleh Masuk Singapura

Kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun, Singapura akan mulai terima pengunjung dari Indonesia setelah sempat dilarang sejak 12 Juli.

LOUIS KWOK / AFP
Warga Singapura mengenakan masker demi mencegah tertular Covid-19, Selasa (10/3/2020). Kasus Covid-19 di Indonesia terus menurun, Singapura akan mulai terima pengunjung dari Indonesia setelah sempat dilarang sejak 12 Juli pada Jumat (17/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Singapura mulai longgarkan pembatasan ketat virus Covid-19 di negaranya.

Kementerian Kesehatan Singapura mengungkapkan akan mulai menerima pengunjung dari Indonesia mulai 22 September mendatang pada Jumat (17/9/2021), dilansir dari The Straits Time.

Peraturan itu menyusul membaiknya situasi pandemi virus Covid-19 di Indonesia saat ini.

Pasangan muda-mudi terlihat memakai masker di Bandara Internasional Changi di tengah mewabahnya virus corona di Singapura.(Ericssen/Kompas.com)
Pasangan muda-mudi terlihat memakai masker di Bandara Internasional Changi di tengah mewabahnya virus corona di Singapura.(Ericssen/Kompas.com) (Ericssen/Kompas.com)

Baca juga: Temukan 300 Kasus Baru, Singapura Capai Rekor Infeksi Tertinggi akibat Covid-19 di Klaster Komunitas

Baca juga: Singapura Minta Warga Kurangi Aktivitas Sosial setelah Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19

Pengunjung dari Indonesia akan tetap diwajibkan menjalani tes Covid-19, Polymerase Chain Reaction (PCR) saat kedatangannya di Singapura.

Singapura juga memperbolehkan penumpang pesawat dengan riwayat perjalanan ke Indonesia dalam 21 hari terakhir untuk transit di negaranya.

“Seiring dengan perkembangan situasi global, kami akan terus menyesuaikan langkah-langkah perbatasan kami seiring dengan peta jalan kami untuk menjadi negara yang tangguh Covid-19,” kata Kementerian Kesehatan.

Singapura sempat melarang pengunjung dari Indonesia masuk ke negaranya sejak 12 Juli lalu.

Sebelumnya, penumpang dari Indonesia juga membutuhkan tes antigen cepat selain tes PCR pada saat kedatangan.

Pembatasan yang berlaku untuk pengunjung dari negara-negara yang dianggap oleh Singapura memiliki risiko infeksi Covid-19 tertinggi, masih akan diberlakukan bagi pendatang dari Indonesia.

Hal itu menandakan mereka tetap harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari di fasilitas yang ditunjuk oleh pemerintah Singapura.

Beberapa tes Covid-19 juga akan tetap dilakukan.

Indonesia diketahui telah memberlakukan pelonggaran pembatasan Covid-19 karena jumlah kasus positif yang terus menurun.

Presiden Indonesia, Joko Widodo mengatakan tingkat positif di Indonesia telah menurun, sementara rata-rata penggunaan tempat tidur di rumah sakit nasional juga turun menjadi 27 persen pada Senin (13/9/2021).

Meskipun begitu, pemerintah tetap mendesak masyarakat untuk tetap waspada.

"Kita harus bersama-sama berupaya mencegah kasus Covid-19 melonjak lagi. Kuncinya sederhana, vaksinasi dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan," kata Jokowi dalam siaran langsung.

Indonesia menjadi negara penerima dampak virus Covid-19 terbesar di Asia Tenggara.

Terhitung telah melaporkan 5.436 infeksi baru pada Senin lalu, menjadikan jumlah keseluruhan kasus di negara itu menjadi 4,08 juta.

Beberapa kali Indonesia sempat dipuji atas upayanya menekan laju Covid-19.

Baca juga: Singapura Beri 500 Ribu Dosis Vaksin Pfizer dalam Kesepakatan dengan Australia

Baca juga: Puji Indonesia, Menteri Italia Kaget Tingkat Vaksinasi Covid-19 RI Nomor 6 Dunia

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Indonesia menyatakan menteri kesehatan Italia kaget karena Indonesia sudah mampu melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 terhadap 108 juta penduduk saat itu.

Indonesia menempati posisi ke-6 dengan negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia setelah, China, India, Amerika, Brasil dan Jepang.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved