Breaking News:

Terkini Internasional

Sebanyak 1 Juta Anak di Nigeria Jadi Korban Penculikan Massal, Para Pencuri Minta Tebusan Pembebasan

Terhitung 20 serangan di sekolah Nigeria oleh bandit melibatkan penculikan 1.400 anak dan 16 orang tewas memungkinkan 1 juta anak bisa bolos sekolah.

YouTube/Al Jazeera English
Kepolisian Nigeria. Terhitung 20 serangan di sekolah Nigeria oleh bandit melibatkan penculikan 1.400 anak dan 16 orang tewas memungkinkan 1 juta anak bisa bolos sekolah. 

TRIBUNWOW.COM – Badan Anak-anak, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF menyatakan sedikitnya satu juta anak Nigeria bisa melewatkan sekolah tahun ini di tengah meningkatnya kasus penculikan massal pada Rabu (15/9/2021).

UNICEF juga mengungkapkan selama tahun ini, telah terjadi 20 serangan di sekolah-sekolah Nigeria dengan lebih dari 1.400 anak diculik dan 16 orang tewas, dilansir dari CNN, Kamis (16/9/2021).

Sekolah telah menjadi target penculikan massal untuk meminta tebusan di Nigeria Utara oleh kelompok bersenjata yang biasa disebut bandit.

Sebanyak 28 anak yang telah diculik oleh kelompok bersenjata di Nigeria, dikembalikan ke orang tuanya pada Juli 2021.
Sebanyak 28 anak yang telah diculik oleh kelompok bersenjata di Nigeria, dikembalikan ke orang tuanya pada Juli 2021. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: 266 Narapidana Nigeria Melarikan Diri setelah Penyerangan Kelompok Bersenjata, 2 Penjaga Hilang

Baca juga: Ternyata Ada Virus Baru yang Lebih Mematikan dari Corona di Nigeria, Telan Korban Jiwa 15 Orang

“Pelajar terputus dari pendidikan mereka karena keluarga dan masyarakat tetap takut mengirim anak-anak kembali ke sekolah karena serentetan serangan dan penculikan siswa di Nigeria,” kata Peter Hawkins, Perwakilan UNICEF di Nigeria.

Padahal ada lebih dari 37 juta anak Nigeria yang akan memulai tahun ajaran baru sekolah pada bulan ini.

Maraknya penculikan juga telah menyebabkan penutupan sekolah di Nigeria.

Di ibu kota Nigeria, Abuja, awal masa pembelajaran diundur tanpa penjelasan, setelah sekolah-sekolah di negara bagian terdekat menjadi sasaran para penculik.

Sementara, sekolah di Negara Bagian Zamfara, barat laut Nigeria telah diperintahkan ditutup seusai penculikan sejumlah siswa oleh para bandit pada Rabu (1/9/2021).

Kepolisian setempat mengungkapkan dalam sebuah pernyataan, setidaknya ada 73 siswa diculik dari sekolah menengah negeri di distrik Maradun Zamfara.

“Penculikan itu menyusul invasi sekolah oleh sejumlah besar penculik bersenjata,” ungkap Komando Polisi Negara Bagian Zamfara.

Baca juga: Pria di Nigeria Tarik Uang Rp 140 Miliar untuk Dipandangi dan Meyakinkan bahwa Dirinya Kaya

Baca juga: Heboh Wabah Virus Corona, Kini Muncul Penyakit Misterius di Nigeria yang Tewaskan 15 Orang

“Sebuah tim pencarian dan penyelamatan telah dikerahkan untuk bekerja sama dengan militer guna menemukan dan menyelamatkan anak-anak yang diculik,” tambahnya dalam pernyataan.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah 91 anak sekolah yang sebelumnya diculik di Negara Bagian Niger tengah-utara dibebaskan.

Bandit bisa mendapatkan sedikitnya Rp 14 juta dari keluarga mereka sebagai uang tebusan.

Penculikan untuk tebusan telah menjadi satu di antara beberapa tantangan keamanan utama di Nigeria.

Di Zamfara, sempat terjadi penculikan lebih dari 200 siswa di kota Jangebe pada Februari lalu.

Saat itu, pihak berwenang bersikeras tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk menjamin pembebasan anak-anak itu.

Amnesty International menggambarkan insiden terbaru di Zamfara ini sebagai hal yang mengganggu.

Mereka mengatakan serangan terhadap sekolah dan penculikan anak-anak adalah kejahatan perang melalui akun Twitternya @AmnestyNigeria.

“Anak-anak yang diculik berada dalam risiko serius untuk dilukai. Pihak berwenang Nigeria harus mengambil semua tindakan untuk mengembalikan mereka ke tempat yang aman,” tulis Amnesty International (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Nigeria lain

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved