Breaking News:

Terkini Daerah

Tiba-tiba Datang Bawa Pistol dan Borgol, 3 Pria Ngaku Polisi Sekap Penjaga Ruko Lalu Minta Tebusan

Satreskrim Polres Majalengka menangkap tiga orang yang melakukan penyekapan dan pencurian terhadap penjaga ruko di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram/@polres_majalengka
Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi pada Konferensi Pers di Mapolres Majalengka terkait penangkapan tiga orang yang mengaku-ngaku polisi dan melakukan pencurian, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Satreskrim Polres Majalengka menangkap tiga orang yang melakukan penyekapan dan pencurian terhadap penjaga ruko di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. 

Dalam melancarkan aksinya, ketiga pelaku yang diketahui berinisial ES (28), AS (26), dan P (28) mengaku-ngaku sebagai polisi. 

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi pada Konferensi Pers di Mapolres Majalengka, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Viral Gadis Minta Tolong Polisi agar Ayahnya Ditangkap, Mengaku Menderita setiap Malam Dirudapaksa

Baca juga: Pelaku Pembunuhan di Subang Sempat Kendarai Alphard, Yoris: Kunci Otomatis yang Mengendalikan Saya

"Yang perlu diketahui masyarakat yaitu adanya tindak pencurian dengan kekerasan, dengan modus operandi tiga orang yang mengaku dari kepolisian," ungkap Edwin, dikutip dari Instagram Polres Majalengka.

Menceritakan kronologi kejadian, Edwin menyebut perjalanan kasus ini cukup luar biasa.

Awalnya, ketiga pelaku mengaku sebagai anggota dari kepolisian Subang dan mendatangi sebuah ruko yang berada di Desa Padhanten, Sukahaji. 

Mereka mendatangi masyarakat dan mengelabuinya dengan identitas palsu dan meyakinkan masyarakat jika mereka adalah anggota kepolisian. 

Kemudian pelaku mendatangi ruko tersebut, dengan membawa borgol dan pistol.

Pelaku langsung membentak dan memborgol seorang penjaga ruko yang berada di sana.  

"Modus yang dilakukan para tersangka ini berdalih kepada korban, bahwa ada orang tewas overdosis, karena barang yang dijual di ruko tersebut," jelasnya. 

Baca juga: Analisa Mimik Yosef, Poppy Amalya Ungkit Kasus Pembunuhan Engeline, Samakan Gerakan Tangannya

Mereka memperlakukan penjaga ruko tersebut layaknya kriminal dan dibawa paksa masuk ke dalam mobil dan dikatakan akan dibawa ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. 

Kejadian ini diketahui terjadi pada awal Agustus pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. 

Edwin menyebut korban sempat menolak masuk ke dalam mobil dan mengikuti tersangka. 

Namun, pelaku yang memegang pistol berhasil menakut-nakuti korban sehingga korban mengikuti keinginan pelaku.

Kemudian, disebutkan juga ketika di dalam mobil mata korban ditutup lakban oleh pelaku.

Pelaku juga merampas ponsel korban dan tas korban yang berisi Rp 3 juta yang merupakan hasil penjualan di ruko tersebut. 

Di dalam perjalanan, pelaku juga meminta tebusan sebesar Rp 1,5 juta kepada bos korban dan minta di transfer ke rekening korban. 

"Setelah disetujui oleh majikan korban, kemudian para pelaku mengambil dompet dan meminta korban untuk menyebut PIN ATM sambil mengancam dengan menggunakan pistol dan senjata tajam," jelas Edwin.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materil sebesar Rp 9,3 juta. Saat ini para tersangka berikut sejumlah barang bukti sudah diamankan di Mapolres Majalengka."

Mereka ditangkap di dua lokasi yang berbeda tanpa perlawanan. 

Karena perbuatannya para pelaku dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara. 

(Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)

Baca Artikel Terkait Lainnya

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved