Breaking News:

Virus Corona

Selain karena Virus Corona di Paru-paru, Ini Hal yang Bisa Sebabkan Sesak Napas saat Isolasi Mandiri

Selain karena virus yang menyerang paru-paru pasien Covid-19, sesak napas juga bisa disebabkan berbagai hal lain. 

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
insider.com via Tribunnews.com
Alat oximeter untuk mengukur saturasi oksigen di dalam tubuh. Sesak napas meski ringan bisa mengakibatkan kadar oksigen dalam darah berkurang dan bisa berbahaya bagi pasien Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Selain karena virus yang menyerang paru-paru pasien Covid-19, sesak napas juga bisa disebabkan berbagai hal lain. 

Meski begitu, pasien yang isolasi mandiri tetap dianjurkan untuk mencari pertolongan medis ketika mengalami sesak napas. 

Dilansir dari Healthline, disebutkan jika hingga kini infeksi Covid-19 masih masuk dalam kategori penyakit saluran pernapasan meski bisa menyebabkan masalah gangguan organ lain seperti jantung dan pembuluh darah. 

Baca juga: Bisa Sebabkan Masalah Serius saat Isolasi Mandiri, Ini Ciri dan Penyebab Sesak Napas Covid-19

Baca juga: 2 Gejala Long Covid yang Menurut Studi Bisa Bertahan Lebih dari Setahun seusai Isolasi Mandiri

Orang yang terinfeksi Covid-19, respons imunnya akan mengganggu transfer oksigen normal.

Sel darah putih akan melepaskan molekul inflamasi yang disebut kemokin atau sitokin, yang pada gilirannya mengumpulkan lebih banyak sel kekebalan untuk membunuh sel yang terinfeksi virus.

Dampak dari pertempuran yang sedang berlangsung antara sistem kekebalan Anda dan virus meninggalkan nanah, yang terdiri dari kelebihan cairan dan sel-sel mati (puing-puing) di paru-paru Anda.

Hal ini mengakibatkan gejala saluran pernapasan seperti batuk, demam, dan sesak napas.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) melaporkan bahwa 31 hingga 40 persen orang dengan kasus Covid-19 yang dikonfirmasi telah mengalami sesak napas.

Biasanya sesak napas juga bukan gejala tunggal pada pasien Covid-19

Studi CDC lain dari kasus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat menemukan bahwa sesak napas terjadi pada sekitar 43 persen orang dewasa yang bergejala dan 13 persen anak-anak yang bergejala.

Sesak napas akan diiringi dengan gejala lain yang lebih umum seperti demam, batuk, dan kelelahan. 

Tetapi ada masalah lain yang bisa menyebabkan sesak napas pada pasien Covid-19 selain karena virus menyerang paru, seperti:

1. Kecemasan

Stres atau kecemasan akut dapat memicu respons melawan-atau-lari biologis (fight-or-flight).

Sistem saraf simpatik bereaksi dengan meluncurkan serangkaian respons fisiologis sebagai respons terhadap ancaman yang dirasakan.

Misalnya, jantung mungkin berpacu cepat sehingga pernapasan mungkin menjadi cepat dan dangkal, dan pita suara mungkin menyempit ketika mencoba bernapas.

Alasan pernapasan menjadi lebih cepat dan lebih dangkal adalah karena otot-otot di dada mengambil alih sebagian besar pekerjaan pernapasan.

Saat tubuh lebih rileks, dan bernapas lebih banyak dengan bantuan diafragma, yang memungkinkan tubuh mengambil napas lebih dalam dan lebih penuh.

2. Asma

Penyakit paru obstruktif ini menyebabkan lapisan saluran udaramembengkak, otot-otot di dekatnya menegang, dan lendir menumpuk di saluran udara.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved