Breaking News:

Terkini Internasional

Pemerintahan Joe Biden Digugat Negara Bagian Arizona atas Mandat Vaksinasi Covid-19, Ini Alasannya

Negara bagian Arizona gugat pemerintahan Joe Biden atas mandat vaksinasi Covid-19 yang merupakan bagian dari rencana AS untuk memerangi pandemi.

YouTube/BBC News
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. Negara bagian Arizona gugat pemerintahan Joe Biden atas mandat vaksinasi Covid-19 yang menjadi bagian dari rencana AS untuk memerangi pandemi pada Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) pimpinan Joe Biden digugat oleh negara bagian Arizona atas mandat vaksinasi Covid-19 pada Selasa (14/9/2021).

Dikutip dari Fox News, Biden sempat mengumumkan pekerja federal dan pekerja sektor swasta dalam bisnis dengan lebih dari 100 karyawan, harus divaksinasi atau mengikuti tes Covid-19 setiap minggu pada pekan lalu.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari rencana AS untuk memerangi virus Covid-19.

Produksi Vaksin Covid-19.
Produksi Vaksin Covid-19. (YouTube/Global News)

Baca juga: Joe Biden akan Umumkan Langkah Baru Penanganan Covid-19 Jelang Pertemuan dengan PBB

Baca juga: 90 Menit Bicara Lewat Telepon, Xi Jinping dan Joe Biden Bahas Asal Usul Virus Covid-19

"Kami sudah bersabar tetapi kesabaran kami menipis dan penolakan Anda merugikan kita semua," kata Biden dari Gedung Putih pada Kamis (9/9/2021).

"Ini bukan tentang kebebasan atau pilihan pribadi. Ini tentang melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda,” tambahnya.

Jaksa Agung Arizona, Mark Brnovich mengumumkan pengajuan gugatan dalam sebuah pernyataan.

"Pemerintah federal tidak dapat memaksa orang untuk melakukan vaksinasi Covid-19,” ungkap Mark Brnovich dalam pernyataannya.

“Administrasi Biden sekali lagi mencemooh undang-undang dan preseden kami untuk mendorong agenda radikal mereka," tambahnya.

Baca juga: 20 Tahun Tragedi 9/11, Joe Biden Ceritakan Kisah Haru Teman yang Kehilangan Putranya

Baca juga: Sebut Biden Harus Minta Maaf, Donald Trump: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan adalah Penghinaan

Jaksa agung berpendapat, mandat vaksin tersebut melanggar Klausul Perlindungan Setara dengan diduga lebih mendukung migran yang datang ke negara itu secara ilegal daripada warga negara AS.

"Ini mencerminkan favoritisme yang tidak salah lagi dan tidak konstitusional, yang mendukung orang asing (migran ilegal)," katanya.

Terjadi lonjakan jumlah migran yang masuk ke AS dan menimbulkan kekhawatiran tentang risiko potensi penyebaran Covid-19.

Sementara itu, pemerintah AS dianggap kurang memperketat aturan pembatasan Covid-19 bagi mereka.

Mandat vaksin diperkirakan akan mempengaruhi 100 juta orang AS dalam berbagai bidang pekerjaan, termasuk perawatan kesehatan dan secara langsung berdampak pada sektor swasta.

Partai Republik menggambarkan langkah Biden itu sebagai tindakan paksaan federal yang tidak konstitusional dan harus ditentang. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Amerika Serikat lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved