Breaking News:

Terkini Internasional

Hilangkan Diskriminasi, Malaysia Sahkan Aturan Baru Kewarganegaraan Bayi Kelahiran Luar Negeri

Anak yang lahir di luar negeri dari ibu berkewarganegaraan Malaysia dengan pasangan asing, bisa mendapat status warga negara Malaysia mulai sekarang.

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Mohamad Yoenus
YouTube/The Star
Tuntutan kesetaraan hukum pemberian status kewarganegaraan di Malaysia oleh LSM Family Frontiers. Anak-anak yang lahir di luar negeri dari ibu berkewarganegaraan Malaysia akan diberikan status warga negara pada Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur memutuskan anak-anak yang lahir di luar negeri dari ibu berkewarganegaraan Malaysia dengan pasangan asing akan diberikan status warga negara Malaysia pada Kamis (9/9/2021).

Hal itu diungkapkan oleh LSM Family Frontiers dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan putusan hakim Datuk Akhtar Tahir, dilansir dari Malaymail pada Kamis (9/9/2021).

Dalam kasus itu, pemerintah menjadi pihak yang tergugat.

LSM Family Frontiers
Forum kewarganegaraan yang didasarkan pada kesetaraan gender (YouTube/The Star)

Baca juga: Fakta Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Digital akan Jadi Syarat Masuk ke Malaysia

Baca juga: Malaysia Mulai Vaksinasi Remaja di Bawah 18 Tahun Minggu Depan, Sekolah akan Segera Dibuka

Selama ini, status warga negara hanya diberikan pada anak yang dilahirkan di luar negeri jika ayah memiliki status kewarganegaraan Malaysia.

Putusan Kamis lalu diadakan secara virtual melalui telekonferensi Zoom.

Penilaian tertulis dari hakim Akhtar atas putusannya, diperkirakan dirilis beberapa hari mendatang.

“Keluhan para penggugat adalah nyata adanya diskriminasi,” bunyi petikan putusan hakim Akhtar, seperti dikutip Family Frontiers.

Sekarang, ibu Malaysia bisa memberikan status kewarganegaraannya kepada anak mereka dengan didasarkan atas kesetaraan yang awalnya hanya diberikan kepada pria Malaysia.

“Keadilan telah ditegakkan,” ungkap Adlyn yang menuntut agar anak dari ibu Malaysia diberi hak yang sama dengan anak berayah Malaysia, dikutip dari Freemalaysiatoday pada Kamis (9/9/2021).

Dalam sebuah pernyataan oleh LSM Family Frontiers, seorang ibu Malaysia yang hanya dikenal sebagai Adlyn mengatakan dia dan banyak wanita Malaysia lainnya telah menunggu selama bertahun-tahun untuk keputusan ini.

Baca juga: Kepolisian Malaysia dan Australia Tangkap Buronan Pedofilia Paling Dicari Dunia, Begini Kronologinya

Baca juga: Malaysia Laporkan Lebih dari 20 Ribu Kasus Covid-19 Baru, ICU Rumah Sakit Diisi 90 Persen Kapasitas

“Kami bersyukur kepada Tuhan atas keputusan pengadilan hari ini,” ungkap Myra, ibu lain yang telah mengajukan kewarganegaraan putrinya sejak berusia lima bulan.

“Saya sangat senang dan saya tidak sabar untuk memberitahu (anaknya) bahwa dia juga orang Malaysia, sama seperti kakaknya,” tambahnya.

Para pemohon mengajukan gugatan tahun lalu agar pengadilan menyatakan beberapa ketentuan yaitu Pasal 14(1)(b) dan Bagian 1(b) dan 1(c) di bawah Jadwal Kedua Konstitusi, tidak sah karena bersifat diskriminatif terhadap wanita.

Presiden Family Frontiers, Suri Kempe mengatakan putusan pengadilan itu berdampak bagi banyak ibu, bukan hanya enam orang yang menjadi penggugat dalam kasus ini saja.

Dia mengatakan keputusan itu merupakan pengakuan atas kesetaraan perempuan Malaysia dan langkah maju menuju Malaysia yang lebih egaliter dan adil.

"Hakim mengambil keputusan ini setelah membaca secara harmonis beberapa pasal dalam Konstitusi," kata penasihat hukum Gurdial Singh Nijar. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait Malaysia lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved