Breaking News:

Terkini Daerah

Wali Murid di Jember Pilih Nikahkan Anak Ketimbang Sekolah Online, Pelajar Minta Tolong ke Jokowi

Berasal dari daerah dimana budaya nikah dini masih wajar, wali murid menilai sekolah online tak bermanfaat dan pilih nikahkan anak gadis mereka.

Kompas.com/Dokumentasi Ponpes IBU
Para pelajar di Ponpes Islam Bustanul Ulum (IBU) saat menggelar petisi agar PTM diterapkan pada Rabu (8/9/2021) 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa wali murid di Jember, Jawa Timur, mengajukan surat pengunduran diri supaya anak mereka bisa berhenti sekolah dan melangsungkan pernikahan secara resmi.

Hal ini terjadi di Jember daerah timur, pada Juli 2021.

Menanggapi fenomena ini, pelajar SMK Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember mengirim sebuah surat permintaan tolong kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Biasa Jualan Bareng, Anak di Cilacap Tiba-tiba Bunuh Ibunya Sendiri

Baca juga: Mau Kunjungi Kakek, Balita dan Ayah-Ibunya Justru Tewas dalam Kecelakaan di Sigar Bencah

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, di dalam surat itu permintaan tolong juga ditujukan untuk Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi RI, Gubernur Jawa Timur, dan Bupati Jember.

Surat pernyataan yang ditulis oleh ratusan pelajar SMK IBU Pakusari itu meminta agar segera dilangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut keterangan Kepala SMK IBU Pakusari, Muhammad Muslim, siswi yang akan dinikahkan sudah dalam kondisi hamil karena telah menikah secara siri.

“Karena memang kondisi anaknya hamil,” kata Muslim saat dihubungi, Kamis (9/9/2021).

Muslim menjelaskan, ada beberapa warga di Jember daerah timur memiliki budaya untuk menjodohkan anak mereka.

Sampai saat ini total ada tiga wali murid yang telah mengajukan pengunduran diri untuk kepentingan menikah.

“Namun mereka tidak bisa nikah resmi, sekolah juga tidak bisa mengeluarkan surat berhenti,” ungkap Muslim.

Muslim menjelaskan, surat berhenti dibutuhkan sebagai syarat dokumen nikah secara resmi.

Namun pihaknya memang enggan mengeluarkan surat tersebut sebab di awal masuk sekolah, wali murid dan pihak sekolah sudah membuat kesepakatan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar hingga lulus dan tak berhenti di tengah jalan karena hendak menikah.

Muslim menyebut, aturan itu termasuk upaya untuk memutus mata rantai pernikahan dini.

“Itu risiko yang harus ditanggung orangtua masing-masing, juga untuk kebaikan anak-anak,” tambah dia.

Sekolah Daring Ngapain

Berdasarkan penjelasan Muslim, para wali murid menilai sekolah daring tidak bermanfaat sehingga lebih baik menikahkan anak mereka.

“Wali murid di sini bilang ngapain sekolah daring, buat apa, lebih baik dinikahkan saja” tutur dia.

Pernyataann itu, kata Muslim, muncul karena sebagian besar wali murid SMK IBU berasal dari pelosok desa dengan latar belakang pendidikan rendah.

“Kalau daring, anak-anak bisa ke mana saja, kami tidak bisa mengontrol,” terang Muslim. (TribunWow.com/Anung)

Artikel ini diolah dari Kompas.com dengan judul "Sejumlah Siswi di Jember Dinikahkan Selama Sekolah Daring, Pelajar Minta Presiden Izinkan PTM" dan ""Wali Murid di Sini Bilang Ngapain Sekolah Daring, Lebih Baik Dinikahkan Saja""

Berita lain terkait

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved