Breaking News:

Terkini Daerah

Kesaksian Babinsa soal Kasus Pesugihan yang Tumbalkan Bocah 6 Tahun, Sempat Lihat Jasad Kakak Korban

Babinsa sempat curiga saat melihat jenazah kakak dari bocah 6 tahun di Gowa yang jadi tumbal praktik ilmu hitam oleh orangtuanya sendiri.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribun-Timur.com
Serda Murdani, Babinsa Keluarahan Gantarang 1409-04, Koramil Tinggimoncong, Gowa, memberikan kesaksian terkait kasus orangtua yang diduga tumbalkan anaknya untuk ilmu hitam, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kasus dugaan praktik ilmu hitam yang diduga mengorbankan anak-anak di Gowa, Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius.

Setelah 4 anggota keluarga ditetapkan sebagai tersangka atas tindak kekerasan terhadap AP (6), polisi kini melakukan pengembangan.

Aparat tengah menyelidiki penyebab meninggalnya DS (22), kakak dari AP korban kekerasan oleh orangtuanya.

Gadis belia berinisial AP (6) korban pesugihan oleh orangtuanya sendiri, kini kondisinya mulai membaik di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021).
Gadis belia berinisial AP (6) korban pesugihan oleh orangtuanya sendiri, kini kondisinya mulai membaik di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021). (TRIBUN-TIMUR.COM/SAYYID)

Baca juga: Sempat Dicekoki Garam, Kematian Kakak Korban Ritual Pesugihan di Gowa Diselidiki, Ini Kata Polisi

AP sebelumnya diketahui selamat setelah diduga nyaris dikorbankan untuk tumbal sebuah ritual sesat yang dilakukan oleh ayah, ibu, paman, dan kakeknya.

Namun tak lama sebelum itu, kakak AP yang berinisial DS ternyata meninggal dunia lantaran diduga menjadi korban praktik serupa.

Meski belum bisa dipastikan, polisi tengah melakukan pendalaman dengan mengautopsi korban.

Di sisi lain, Babinsa Keluarahan Gantarang 1409-04, Koramil Tinggimoncong, Serda Murdani, memberikan sedikit kesaksiannya terkait kematian DS.

Serda Murdani mengaku sempat melihat kondisi wajah jenazah almarhum DS sebelum dikuburkan

"Kakak korban itu meninggal dunia pada malam hari. Tidak tahu Itu penyebabnya kenapa saya cuman datang melayat," ujar Serda Murdani dikutip TribunWow.com dari Tribun-Timur.com, Kamis (9/9/2021).

"Sempat saya lihat kondisi (DS) tapi saya tidak ambil dokumentasi karena menjaga perasaan pihak keluarga yang berduka," jelasnya saat ditemui di Makodim Gowa.

Baca juga: Kasus Ilmu Hitam di Gowa, Polisi Periksa Dukun yang Biasa Didatangi Ibu yang Nyaris Tumbalkan Anak

Baca juga: Nyaris Buta karena Dijadikan Tumbal oleh Orangtuanya, Bocah di Gowa Sudah Mulai Berani Lakukan Ini

Dirinya mengaku tidak mengetahui penyebab pasti kematian almarhu DS.

Namun, ia menyaksikan bahwa DS tampak  mengalami lebam di bagian wajahnya.

"Kondisi wajahnya lebam, hitam, mukanya kayak habis digebukin begitu," ujar Serda Murdani.

Pengakuan Orangtua Korban

Tak hanya itu, sang Babinsa juga sempat menanyakan kepada orangtua DS terkait penyebab kematian sang anak.

Namun, ayah dan ibu DS serta AP itu justru tak memberi jawaban yang jelas.

Ayah korban justru mengatakan bahwa anaknya sempat menyerang anggota keluarganya sendiri.

"Kalau matanya saya tidak sempat lihat, saya sempat bertanya kepada kedua orangtuanya, saya bilang apa akibatnya sampai meninggal dunia."

"Kata orangtuanya dia bilang tidak tahu tadi malam dia (DS) mengamuk sampai dia gigit tangannya ibunya. Itu kata bapaknya (DS)," sambung Murdani.

Baca juga: Polisi soal Ritual Pesugihan di Gowa, Adik Nyaris Kehilangan Mata, Kakak Tewas 1 Hari Sebelumnya

Saat melayat, Murdani juga sempat menanyakan soal gadis kesil yang ada di dekat jenazah DS, yang ternyata adalah AP.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved