Terkini Daerah
Nyaris Buta karena Dijadikan Tumbal oleh Orangtuanya, Bocah di Gowa Sudah Mulai Berani Lakukan Ini
Begini kondisi terkini AP (6), gadis asal Gowa yang nyaris buta karena dijadikan tumbal pesugihan oleh orangtuanya sendiri.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sampai saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus penganiayaan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial AP (6) yang diduga dipicu oleh ilmu hitam hingga kepercayaan akan tumbal dan pesugihan.
Bocah asal Gowa, Sulawesi Selatan itu mengalami sejumlah luka seusai bola matanya dilukai paksa oleh orangtuanya yang dibantu oleh dua anggota keluarga terdekatnya yakni paman dan kakeknya.
Meski nyaris kehilangan mata kanannya, kondisi AP kini diketahui semakin membaik.
Baca juga: Detik-detik Ayah Aniaya lalu Lempar Anaknya yang Baru Berusia 6 Tahun ke Sungai, Videonya Viral
Baca juga: Polisi soal Ritual Pesugihan di Gowa, Adik Nyaris Kehilangan Mata, Kakak Tewas 1 Hari Sebelumnya
Dikutip TribunWow.com dari TribunGowa.com, hal itu disampaikan oleh Dokter spesialis mata RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Yusuf Bachmid.
"Hari ini sudah tidak diperban (matanya) Alhamdulillah bagus, supaya dia nyaman dan bisa menggerakkan matanya," ujarnya saat ditemui di RSUD Syekh Yusuf Gowa, Selasa (7/9/2021).
Dokter Yusuf mengatakan, tingkat kesembuhan korban termasuk cepat dan diperkirakan akan sembuh dalam waktu kurang dari satu bulan.
"Kita lihat tidak sampai sebulan. Mungkin ini berkah karena anak ini sudah cukup menderita, banyak yang bersimpati, Insya Allah cepat sembuhnya," ucap dr. Yusuf.
Sementara itu paman korban Bayu (27), mengatakan AP sudah mulai berani berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
"Alhamdulillah sudah mulai membaik, untuk interaksi kita batasi dulu karena masih butuh istirahat. Ketika diajak berinteraksi sama orang sudah mulai merespon," ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini sudah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini.
Keempat tersangka tersebut tak lain adalah keluarga inti korban, mulai dari ayah dan ibu korban yakni Hasniati (43) dan Taufiq (47) hingga paman korban, Udin Sauddin (44), lalu kakek korban Barrisi (70).
Pelaku Anut Aliran Sesat
Berdasarkan pemeriksaan, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan Zulpan menyebut polisi berhasil membuktikan bahwa keluarga korban memang manjalankan aliran sesat demi mendulang harta.
"Terkait pemeriksaan para saksi yang ada divideo, ada empat orang yang sudah diperiksa," ujar Zulpan dalam kanal YouTube metrotvnews, Selasa (7/9/2021).
"Yang jelas hasil pemeriksaan penyidik yang menetapkan empat tersangka bahwa ada bukti yang diakui kegiatan ini ritual aliran sesat dengan maksud tertentu."
Selain itu, kini polisi juga menyelidiki kematian kakak korban, DS (22).
Kakak korban tewas sehari sebelum penganiayaan terhadap AP terjadi.
Bahkan, penganiayaan terhadap AP dilakukan orangtua, kakek dan pamannya seusai memakamkan jenazah kakak korban.
"Warga sekitar kan ada juga yang tidak mengetahui apa yang dilakukan kedua orangtua, kakek, dan pamannya," katanya.
"Ini yang sedang kita dalami apa mereka mengetahui saat kakak korban meninggal dunia satu hari sebelumnya terjadi penganiayaan."
"Apakah mereka mendengar, ini masih kita dalami."
"Sementara ini terhadap AP yang berusia enam tahun."
Zulpan melanjutkan, ada kabar yang menyebut kakak korban tewas juga karena menjadi tumbal pesugihan kedua orangtuanya.
Pasalnya, diduga kuat kakak korban tewas setelah dicekoki dua liter air garam.
"Kemudian nanti penyidik akan mendalami lagi keterlibatan mereka terhadap meninggalnya kakak korban sehari sebelumnya," jelas Zulpan.
"Nanti kita lihat, apakah betul keterkaitan yang disampaikan saksi bahwa ada pemaksaan meminumkan air garam dua liter pada kakak korban."
"Yang jelas mengarahkan tindakan kekerasan yang menyebabkan kematian kakak AP."
Kakak Korban Meninggal Dicekoki Garam
Sebelumnya Bayu telah bercerita, tragedi itu diketahuinya saat ia tengah duduk sepulang dari pemakaman.
Saat itu, dia duduk santai di depan rumah korban ditemani petugas Bhabinkantibmas Malino.
Tiba-tiba, ia mendengar suara teriakan anak kecil dari dalam rumah.
Baca juga: Detik-detik Bocah 6 Tahun Nangis Hendak Dijadikan Tumbal Pesugihan Orangtua, Nenek, Kakek, dan Paman
Rupanya, kelima pelaku tengah berusaha mengorbankan mata AP.
Mengetahui kejadian itu, Bayu langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit.
"Jadi kami masuk, ternyata matanya sedang dicungkil oleh ibunya dan bapak. Kakek dan neneknya memegang tangan dan kaki korban," kata Bayu, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (4/9/2021).
"Jadi kami langsung ambil ini anak untuk dievakuasi."
Di sisi lain, kakak korban yang meninggal lebih dulu diduga tewas karena dicekok air garam sebanyak 2 liter.
"Informasinya satu korban yakni kakaknya ini meninggal dunia karena dicekoki air garam 2 liter," jelas Bayu.
Sementara itu, bocah perempuan yang menjadi korban ini sementara menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf Gowa.
"Yang ini pas kami dari kuburan orangtuanya kan masih belum sadar katanya dia lihat sesuatu di mata anaknya, mereka berusaha mengambil. Mereka berempat (terduga pelaku) menganiaya korban," ujar Bayu. (TribunWow.com/Anung/Tami)
Sebagian artikel ini diolah dari Tribun-Timur.com dengan judul Bocah Enam Tahun di Gowa Jadi Tumbal Pesugihan, Orangtua, Paman dan Kakek Ditetapkan Tersangka ,Kondisi Terkini AP Bocah Korban Pesugihan di Gowa Pasca Operasi dan Bocah 6 Tahun di Gowa Diduga Jadi Tumbal Ilmu Hitam, Ortu Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa