Wacana Presiden 3 Periode
Sebut Jokowi Tolak Wacana 3 Periode, PBB Bocorkan Guyonan Presiden: Parpol Sudah Pasang Baliho Besar
Presiden Jokowi disebut menolak tegas wacana perpanjangan jabatan atau presiden 3 periode.
Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor membeberkan pembicaraan mengenai wacana persiden 3 periode di Istana Negara.
Dilansir TribunWow.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini melakukan pertemuan dengan partai politik pendukung non-parlemen di Istana Negara.
Pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu (1/9/2021) itu dihadiri oleh oleh ketua umum dan sekretaris jenderal dari lima partai.
Baca juga: Fakta Viral Pria Ngamuk dan Tendang Kades di Jombang, Tuduh Korban Sengaja Tilap Hadiah dari Jokowi
Di antaranya adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Keadilan dan Persatuan (PKP).
Sementara Partai Bulan Bintang (PBB) hanya menghadirkan sekretaris jenderal, karena ketua umumnya berhalangan hadir.
Afriansyah Ferry Noor tak menampik bahwa pembicaraan mengenai wacana masa jabatan tiga periode dan amandemen terbatas sempat disinggung.
Namun hanya, obrolan tersebut tidak secara serius atau sebatas candaan.
Afriansyah mengatakan, Jokowi melontarkan candaan bahwa tiga periode tak bisa terjadi.
Baca juga: Relawan JoMan Sebut Rakyat Ingin Jabatan Jokowi Diperpanjang 2-3 Tahun: Ada Harapan, Ekspektasi
Baca juga: Sempat Ogah Jokowi 3 Periode, Relawan JoMan Ingin Jabatan Presiden Diperpanjang: Beri Kesempatan
Seolah menolak jabatan tersebut, Jokowi sadar bahwa dirinya bukanlah ketua umum partai politik.
Di samping itu, sejumlah tokoh dari beberapa partai juga sudah mengambil ancang-ancang untuk Pilpres 2024.
Hal itu terlihat dari baliho-baliho besar yang sudah bertebaran di mana-mana.
"Presiden bilang 'bagaimana saya bisa dan mau tiga periode, saya kan bukan ketum parpol. Apalagi sekarang parpol-parpol sudah memiliki tokoh dan kader yang sudah pasang baliho besar-besar. Bisa kena marah saya'," kata Afriansyah dikutip dari Tribunnew.com, Jumat (3/9/2021).
"Iya, ada PDIP Mbak Puan, ada Golkar Pak Airlangga, ada PKB Pak Muhaimin dan ada Mas Giring dari PSI," imbuhnya menirukan Jokowi.
Pembicaraan itu adalah bagian dari candaan atau 'guyon' setelah materi pembicaraan inti.
Adapun inti pertemuan Jokowi dan partai koalisi non parlemen itu membahas tiga hal penting.
Di antaranya terkait penanganan pandemi Covid-19, perekonomian saat pandemi, hingga perpindahan ibu kota negara.
Baca juga: Bertahun-tahun Dilecehkan Senior, Pegawai KPI sampai Minta Tolong Jokowi, Curhatannya Viral
Afri juga menyampaikan pesan dari ketua umumnya Yusril Ihza Mahendra yang berhalangan hadir.
Ia mengatakan bahwa PBB siap membantu pemerintah atau pemerintah jika memang akan dilaksanakan amandemen terbatas UUD 1945.
Akan tetapi, Jokowi menolak tegas perihal amandemen terbatas yang mengarah kepada perpanjangan masa jabatan presiden atau masa jabatan menjadi 3 periode.
"Presiden memberikan jawaban soal amandemen terbatas, beliau dengan tegas menolak dan tidak mau terlibat semua urusan MPR di Senayan."
"Beliau takut amandemen melebar kemana-mana. Dengan tegas beliau menolak soal tiga periode dan perpanjangan pun beliau menolak," ucapnya.
Baca juga: Ungkapkan Rahasia ke Jokowi, Santri Luhut dari Tapanuli Bikin Tertawa: Saya Bukan Luhut Menteri
Jokowi: Jangan Buat Gaduh
Sebelumnya Jokowi telah menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
Bahkan Jokowi sendiri mengaku tidak berminat maju lagi di pemilihan presiden edisi mendatang.
Hal itu disampaikannya dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Senin (15/3/2021).
Dalam kesempatan itu, Jokowi seakan-akan sudah bosan menanggapi pernyataan tentang wacana tersebut.
Pasalnya menurut Jokowi, dirinya sudah berkali-kali memberikan bantahan.
"Apa lagi yang harus saya sampaikan, bolak-balik sikap saya enggak berubah," ujar Jokowi, Senin (15/3/2021), dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Soal Presiden 3 Periode, Rocky Gerung Persilakan Jokowi Tampar Muka Sendiri atau M Qodari: Masa Diam
Jokowi lantas meminta kepada semua pihak untuk tidak membuat kegaduhan ataupun melemparkan isu-isu tidak mendasar.
Terlebih menurut Jokowi, pemerintah saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19 yang dinilai jauh lebih penting.
"Janganlah membuat kegaduhan baru, kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi," harapnya.
Terakhir, Presiden asal Solo Jawa Tengah itu dengan tegas mengatakan bahwa periode kedua ini akan menjadi periode terakhir dirinya memimpin Indonesia.
Dirinya mengaku menghormati dan akan menjaga konstitusi yang sudah menetapkan masa jabatan presiden selama dua periode.
"Saya tegaskan saya tidak ada niat, tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," tegas Jokowi.
"Konstitusi amanahkan dua periode, itu yang harus kita jaga bersama-sama," pungkasnya.
Jawaban dari Jokowi tersebut masih sama dengan apa yang sudah disampaikan di awal masa pemerintahannya di periode ke dua ini, tepatnya pada 2 Desember 2019 silam.
Saat itu, menurut Jokowi pihak-pihak yang menuding atau berbicara soal wacana presiden dipilih tiga kali, memiliki tiga alasannya.
Di ataranya adalah ingin menampar muka dari Jokowi.
"Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode, itu ada tiga alasannya. Satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan," pungkasnya. (TribunWow.com/Rilo/Anung)
Berita lain terkait presiden 3 periode
Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnew.com dengan judul Jokowi: 'Bagaimana Mungkin 3 Periode, Para Ketua Umum Partai Sudah Pasang Baliho dan Siap Bertarung' dan WartaKotalive.com dengan judul Ketua Joman Immanuel Ebenezer Minta Jabatan Jokowi Diperpanjang biar Bisa Bekerja Maksimal