Breaking News:

Vaksin Covid

Jadi Negara Pertama Gabungkan Vaksin Covid-19 Sinovac-AstraZeneca, Thailand Umumkan Hasil Positif

Kebijakan Thailand menggabungkan Sinovac dan AstraZeneca sejak Juli lalu dikatakan aman dan meningkatkan kekebalan tubuh.

YouTube/Al Jazeera English
Vaksinasi di Thailand. Thailand umumkan gabungan vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca aman digunakan pada Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kementerian Kesehatan Thailand mengatakan gabungan vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca aman serta berhasil meningkatkan kekebalan di antara 1,5 juta penerima pertamanya pada Kamis (2/9/2021).

Dilansir dari Reuters, Thailand sejak Juli lalu membentuk kebijakan baru sekaligus menjadi negara pertama di dunia yang mengkombinasikan penggunaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Keputusan itu diambil setelah ratusan tenaga medis terjangkit Covid-19 meskipun sudah divaksinasi lengkap dengan Sinovac.

Vaksinasi Covid-19 di Thailand.
Vaksinasi Covid-19 di Thailand. (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: PM Prayuth Chan O Cha Bantah Korupsi Rp 881 Miliar atas Pembelian Vaksin Sinovac oleh Thailand

Baca juga: Thailand akan Terima 61 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Covid-19 untuk Tahun Ini

"Formula silang telah disuntikkan ke lebih dari 1,5 juta orang dan itu aman. Tolong jangan katakan hal-hal yang akan menimbulkan kekhawatiran," pejabat kesehatan senior, Supakit Sirilak mengungkapkan dalam konferensi pers pada Kamis (2/9/2021).

Alih-alih dua suntikan Sinovac, warga Thailand sekarang akan menerima vaksin AstraZeneca sebagai vaksin kedua.

Kementerian kesehatan mengatakan kombinasi Sinovac-AstraZeneca meningkatkan kekebalan ke tingkat yang sama dengan dua suntikan AstraZeneca.

Di sisi lain, jarak vaksinasi juga menjadi lebih cepat.

Formula tersebut akan digunakan untuk sebagian besar vaksinasi di Thailand, kata Sekretaris Tetap Kesehatan Masyarakat, Kiatiphum Wongrajit.

Menteri Kesehatan, Anutin Charnvikul menyatakan dosis booster akan diberikan kepada 3 juta orang yang menerima dua suntikan Sinovac dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda, kemungkinan akan dilakukan mulai bulan ini.

Baca juga: Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac untuk Covid-19, Korea Utara: Alihkan ke Negara yang Lebih Parah

Anutin Charnvikul juga mengatakan kepada anggota parlemen untuk tidak mengkritik Sinovac.

Hal itu dilakukan untuk melindungi publik Thailand dan menghindari memburuknya hubungan dengan China.

“Kritik atas vaksin Sinovac oleh banyak anggota parlemen dapat menimbulkan kepanikan, kebingungan dan kekhawatiran masyarakat,” ungkapnya dalam debat yang membahas krisis Covid-19 pada Rabu (1/9/2021).

Sebelumnya, kementerian kesehatan mengatakan pada 11 Juli 2021 dari lebih dari 677.000 staf medis yang divaksinasi penuh dengan Sinovac, 618 terinfeksi antara April dan Juli, dilansir dari BBC News pada Senin (12/7/2021).

Satu perawat telah meninggal dan satu staf medis dalam kondisi kritis saat itu.

Varian Delta yang menyebar di Thailand menyebabkan negara ingin membangun kekebalan yang lebih tinggi karena diketahui varian itu lebih tahan terhadap vaksin.

Sehingga pemerintah memutuskan pada 12 Juli untuk menggabungkan Sinovac dan AstraZeneca untuk mencapai tujuan itu.

Terlebih lagi, mayoritas dari 1,2 juta infeksi dan 12.103 kematian akibat virus corona di Thailand terjadi setelah April lalu disebabkan oleh varian Alpha dan Delta yang sangat menular. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait vaksin Covid-19 lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved