Breaking News:

Terkini Daerah

Istri Muda Yosef Depresi Terus Diperiksa Polisi Terkait Tuti dan Amalia, Pengacara: Ada Ketakutan

Istri muda Yosef, M, disebut mengalami depresi karena kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tak kunjung terungkap dan menyudutkannya.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Mohamad Yoenus
Kolase dokumen Robert Marpaung dan Tribun Jabar/ Dwiky Maulana Vellayati
Foto kiri: M, istri kedua Yosef, berserta tim penasehat hukumnya saat jalani pemeriksaan di Mapolres Subang pada Senin (23/8/2021). Foto kanan: Yeti (65) kakak tertua dari Tuti menunjukkan foto korban pembunuhan di Subang. M diduga mengalami depresi karena kasus yang tak kunjung terungkap tuntas, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Upaya pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, mengalami proses panjang.

Hingga lebih dari dua pekan, polisi masih kesulitan mengungkap kasus kematian Tuti (55) dan anaknya, Amalia Mustika Ratu (23).

Peliknya teka-teki kasus tersebut membuat sejumlah saksi mengalami kejenuhan.

Momen polisi melakukan olah TKP ulang di tempat penemuan jasad ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Suami korban mengaku mencurigai sosok Mr X yang diyakini sebagai pelaku pembunuhan sadis itu.
Momen polisi melakukan olah TKP ulang di tempat penemuan jasad ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. Suami korban mengaku mencurigai sosok Mr X yang diyakini sebagai pelaku pembunuhan sadis itu. (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Kasus Ibu dan Anak di Subang Masih Misteri, Kriminolog UI: Pelaku Punya Waktu Banyak Bersihkan TKP

Suami sekaligus ayah korban, Yosef, bersama istri mudanya yang berinisial M dikabarkan mengalami tekanan akibat kasus tersebut.

M bahkan dikabarkan sampai depresi lantaran terus diperiksa.

Terlebih, dirinya merasa disudutkan publik lewat asumsi yang seolah mencurigainya sebagai terduga pelaku.

Hal itu disampaikan tim kuasa hukum dari Yosef dan M Rohman Hidayat.

"Saya sampaikan bahwa pemberitaan mengenai pembunuhan di Jalan Cagak ini sangat luar biasa," ujar Rohman dikutip TribunWow.com dari Kompastv, Kamis (2/9/2021).

"Orang ungkin orang yang tidak tahu menahu kemudian diseret menjadi bagian dari penyidikan tentunya bukan hal yang mudah."

"Orang akan mengalami tekanan, depresi, belum lagi cerita di sekeliling yang terus bergulir, tetangga, mungkin dia malu bergaul," sambungnya.

Baca juga: Titik Terang Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Sudah Curigai Sejumlah Orang, Kenapa Belum Diungkap?

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu-Anak di Subang, Sosok Ini Kerap Bertamu Malam Hari ke Rumah Korban

Saking tertekannya atas panjangnya pemeriksaan dan asumsi liar masyarakat, M sampai mengalami trauma.

"Bahkan setiap ada tamu yang datang ke rumah, dia selalu telpon saya (lapor) 'Pak ini ada tamu dari sini'," ujar Rohman.

"Ada kekhawatiran, ada ketakutan, itu lah yang saya bilang depresi."

Bila dibandingkan dengan Yosef, M disebut jauh lebih tertekan.

Di samping pihaknya merasa tidak bersalah, M mau tak mau harus menjadi sorotan masyarakat luas.

"Mungkin beda dengan Pak Yosef, beliau hari ini kan tinggal dengan adiknya. Tetapi Bu Mimin kan tinggal di rumah yang lama," ujar Rohman.

"Orang-orang bisa datang ke sana kapan pun juga, teman-teman wartawan pun datang mencari informasi minta wawancara, ini jelas jadi beban tersendiri," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tewas mengenaskan di bagasi mobil mewah miliknya, Rabu (18/8/2021) silam.

Puluhan saksi kini telah diperiksa, tetapi polisi belum juga memecahkan misteri kasus tersebut.

Baca juga: Usut Pembunuh Ibu-Anak di Subang, Polisi Tidak Bergantung ke Pengakuan: Tak Bisa Begitu Saja Menuduh

Baca juga: Ibu dan Anak di Subang Dibunuh Orang Terdekat, Yosef Ungkit Saksi D yang Berstatus Saudara Korban

Tanggapan Psikolog Forensik

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved