Terkini Daerah
Pengakuan Keluarga soal Pasien Kanker Meninggal Tak Wajar di RS, Ada Luka Bolong hingga Lebam
Seorang pasien kanker payudara yang positif Covid-19, disebut meninggal tak wajar di RSUP Adam Malik Medan, Sumatera Utara.
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Seorang pasien kanker payudara yang positif Covid-19, disebut meninggal tak wajar di RSUP Adam Malik Medan, Sumatera Utara.
Keluarga pasien yang menerima foto-foto jenazah pasien langsung tak terima hingga lapor polisi, Minggu (8/8/2021).
Keluarga mengatakan pasien bernama Nurmala Tambun (48) itu kondisinya mengenaskan.
Baca juga: Kisah Pilu Bocah di Tangsel Jadi Yatim Piatu karena Covid-19, Kakek Nenek Sempat Bingung Menafkahi
Pasalnya, tampak ada lebam, mata mengeluarkan darah, hingga ada lubang di bagian kepala pasien.
Hal itu disampaikan oleh pihak keluarga, Eben Tambunan saat dijumpai membuat laporan di ruangan SPKT Polrestabes Medan.
"Saat ini kami membuat laporan di Polrestabes Medan. Agar ditindaklanjuti secara hukum dan bisa membawa jenazah Nurmala Tambun untuk diautopsi ke RS Bhayangkara," kata Eben.
Dia pun menjelaskan sebelumnya telah ke Polrestabes Medan untuk membuat laporan.
Tetapi pihak kepolisian meminta agar keluarga terlebih dahulu mengetahui apa keterangan dari pihak RSUP Adam Malik.
"Jadi tadi pagi pihak rumah sakit sudah memberikan keterangan kenapa bisa seperti itu kejadiannya. Tapi kami tetap tidak bisa terima. Karena ada banyak kejanggalan," ujarnya.
Eben menceritakan awalnya Nurmala dirawat di RSUP Adam Malik karena mengidap penyakit kanker payudara stadium 4 atau akhir mulai 27 Juli 2021.
Sampai menghembuskan napas terakhir, Nurmala sudah sebanyak 6 kali menjalani kemoterapi.
Tepat di kemoterapi yang keenam, Nurmala pun mengalami kondisi yang sudah sangat lemas.
Pihak RSUP Adam Malik pun melakukan tes Swab PCR yang hasilnya positif terpapar Covid-19.
Setelah itu Nurmala pun dirawat di ruangan isolasi khusus pasien Covid-19 pada 29 Juli 2021.
Selama di ruangan isolasi, pihak keluarga diperkenankan untuk menjenguk atau menemui Nurmala.
Hingga akhirnya tepat Sabtu (7/8/2021) pukul 17.00 WIB pihak keluarga mendapat kabar dari dokter RSUP Adam Malik bahwa Nurmala sudah meninggal dunia.
Baca juga: Fakta 5 Anggota DPRD Labura Positif Konsumsi Narkoba, Ditangkap saat Dugem Bareng 7 Wanita
Setelah mendapat kabar menyedihkan tersebut, para keluarga pun langsung ke RSUP Adam Malik.
Rencana Nurmala akan dimakamkan dengan protokol Covid-19 sehingga keluarga tidak bisa melihat secara langsung jenazahnya.
Tetapi, pihak keluarga meminta foto jenazah Nurmala sebelum dikebumikan.
Foto Nurmala pun sampai ke pihak keluarga.
Di dalam foto tersebut, keluarga mendapati kejanggalan pada kondisi fisik Nurmala.
Sontak keluarga pun menahan pihak RSUP Adam Malik untuk mengebumikan Nurmala.
"Kejanggalannya ada luka bolong di daerah mata sebelah kanan, lidahnya keluar tergigit, matanya lebam mengeluarkan darah, dan ada benjolan di kepala," ungkapnya.
"Selain itu, Nurmala kan direkam medis meninggal karena Covid-19 tapi kenapa jenazah dimandikan dan diganti bajunya," sebutnya.
Keanehan lainnya pun, dari tiga kali Swab PCR yang dijalani Nurmala, ada satu hasil PCR yang tak didapat keluarga.
Mendapati hal itu, pihak keluarga pun sempat marah terhadap pihak RSUP Adam Malik kenapa kondisi fisik Nurmala bisa sampai seperti itu.
Anehnya, keterangan dokter yang diterima keluarga pagi tadi, utamanya soal luka bolong, justru tidak logis.
Karena dokter hanya menjelaskan kemungkinan karena pasien lebih sering tidurnya miring.
Dikatakan, saat itu ada beberapa dokter spesialis mata, paru-paru, dan darah.
Baca juga: Sosok Jovan, Pemuda Asal Surabaya yang Jadi Tentara AS, Ngaku Sempat Tak Bisa Bahasa Inggris
Dinyatakan para dokter juga darah yang ada di mata Nurmala itu hanya kotoran mata yang sudah dibersihkan pakai kapas.
"Keterangan dokter itu banyak kejanggalan makanya kami buat laporan ke Polrestabes Medan. Supaya jenazah diautopsi. Kami minta keadilan," tegasnya.
Adapun sampai saat ini jenazah Nurmala masih ada di RSUP Adam Malik.
Keluarga pun tidak mengetahui apakah bola mata Nurmala masih ada atau tidak. Karena kondisi jenazah yang menutup mata.
Sementara pihak keluarga masih juga membuat laporan ke Polrestabes Medan.
Pihak keluarga berencana jika SPKT sudah dibuat, maka pihak keluarga akan ke RSUP Adam Malik dan meminta jenazah Nurmala segera diautopsi ke RS Bhayangkara.
Tanggapan Pihak RSUP Adam Malik
Menanggapi kasus ini, Humas RSUP Adam Malik Medan Rosario Dorothy Simanjuntak beralasan korban punya penyakit infeksi mata.
"Pasien juga mengalami infeksi pada mata, sehingga dikonsulkan juga ke dokter mata untuk pengobatan lebih lanjut," kata Dorothy, Minggu (8/8/2021).
Karena mata korban lebam dan terdapat lubang, keluarga mempertanyakan hal itu.
"Kami dari pihak RS sudah memfasilitasi keluarga bertemu dengan tim dokter dimediasi juga oleh Polsek Medan Tuntungan," kata Dorothy.
Namun pertemuan itu tidak membuahkan hasil.
Polsek Medan Tuntungan menyarankan korban agar membuat laporan ke polisi.
"Tim dokter tadi hadir semua. Mulai awal pasien masuk sampai meninggal. Tidak ada lebam, apalagi kepala bolong, yang ada mereka komplain soal matanya."
"Dan sudah dijelaskan mata pasien memang infeksi, dan sudah dikonsulkan ke dokter mata utk penanganan nya," katanya Dorothy.
Meski menyebut pasien mengalami infeksi mata, namun Dorothy tak menjelaskan lebih detail infeksi mata seperti apa yang dialami korban, sehingga membuat matanya membiru saat meninggal dunia.
Terlebih keluarga curiga, bahwa mata korban mengeluarkan darah.
Ditambah lagi ada lubang yang sangat jelas terlihat di bagian kanan kepala.
"Untuk jenazah sudah kami antar ke (RS) Bhayangkara. Kami siap ikuti proses selanjutnya, biar ini cepat clear dan hoaks tidak berkelanjutan," kata Dorothy. (TribunMedan/Goklas Wisely/Muhammad Fadli Taradifa)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Pasien Kanker Payudara Meninggal Tak Wajar, Ada Luka Bolong di Kepala, Ini Keterangan Keluarga, dan Jawaban RSUP Adam Malik Soal Pasien Kanker Payudara Meninggal Dalam Kondisi Mengenaskan