Breaking News:

Virus Corona

Pilu Gifari Bocah di Sukoharjo yang 2 Orangtuanya Wafat karena Covid, Ibunya Sempat Pindah RS 5 Kali

Bibi Gifari, Eni Setyowati, menceritakan kepiluan keponakannya yang jadi yatim piatu karena ayah, ibu, dan kakek meningal akibat Covid-19.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
Kompas.com/Istimewa
Kepala Polres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan memberikan perlengkapan sekolah kepada anak asuh, Ashar Al Gifari Putra Setiawan (8), yang kehilangan kedua orang tuanya karena Covid-19 di Mapolres Sukoharjo, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Kisah pilu akibat Covid-19 juga dirasakan bocah 8 tahun asal Sukoharjo bernama Ashar Al Gifari Putra Setiawan.

Gifari bocah yang tinggal di Jalan Nias RT 01 RW 003 Sukoharjo Kota, Jawa Tengah, harus menjadi yatim piatu karena kedua orangtuanya meninggal dunia akibat Covid-19.

Dilansir TribunWow.com, bocah yang baru duduk di bangku kelas 2 SD itu kini tinggal bersama bibinya, Eni Sulistiyowati.

Potret Gifari, bocah asal Sukoharjo yang menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal akibat Covid-19, Selasa (27/7/2021).
Potret Gifari, bocah asal Sukoharjo yang menjadi yatim piatu karena orangtuanya meninggal akibat Covid-19, Selasa (27/7/2021). (YouTube Kompas TV)

Baca juga: Detik-detik Arga Bocah Yatim Piatu di Kaltim Azan di Makam Ibunya, Suaranya Bergetar Menahan Tangis

Eni menceritakan bagaimana adik iparnya, ibu Gifari yang bernama Haryati (37) berjuang keganasan virus Corona.

Wanita paruh baya itu menangis mengisahkan bagaimana ibu Gifari harus berpindah-pindah rumah sakit karena kehabisan oksigen.

Dirinya mengira bahwa ibu Gifari semula hanya masuk angin biasa.

"Kirain cuma masuk angin biasa, terus semakin ke sini semakin ngedrop. Saya bawa ke RS PKU," kata Eni dikutip dari KompasTV, Rabu (27/7/20210.

"Karena PKU sudah tidak ada oksigen, disuruh ke RSUD Sukoharjo, di RSUD saturasinya cuma 44, terus disuruh ke Solo," sambungnya.

Setelah dua rumah sakit di Sukoharjo tidak bisa menangani, ibu Gifari lalu dilarikan ke Kota Solo.

Namun, dua rumah sakit di Kota Solo juga tidak bisa mengatasi kondisi yang dialami ibu Gifari.

Baca juga: Sosok Bocah yang Azan di Makam Ibunya Dihubungi Jokowi Lewat Video Call, Bercita-cita Jadi Polisi

Baca juga: Kisah Gifari Bocah Yatim Piatu di Sukoharjo, Ayah, Ibu, dan Kakeknya Meninggal Dunia karena Covid-19

Setelah dua rumah sakit swasta di Solo juga tidak menangani, Haryati akhirnya bisa mendapatkan perawatan di RSUD dr. Moewardi Surakarta.

"Kita ke RS Indriati oksigennya juga kosong. Karena penanganannya harus pakai oksigen dulu, saya langsung ke RS dr. Oen, dari sana langsung disuruh ke RSUD dr. Moewardi," kata Eni.

Meski sempat dirawat di tenda, Haryati akhirnya bisa mendapatkan ruang perawatan intensif.

Namun, nyawa Haryati tak tertolong karena saturasi oksigennya tidak memungkinkan dan wafat pada 21 Juli 2021.

"Cuman karena saturasinya rendah, susah. Dokternya bilang cuma bisa sampai 50 tidak bisa dipaksakan," kata Eni.

"Dipakaikan selang sudah tidak mau karena sakit sekali, saya tahu sakit untuk napas susah," ujarnya menangis sesak.

Tiga Hari Kehilangan Tiga Orang

Dilansir TribunWow.com, dalam kurun waktu tiga hari bocah yang baru berumur 8 tahun itu harus kehilangan tiga orang sekaligus.

Ibunya, Haryati (37)  wafat pada hari Rabu, 21 Juli 2021.

Selang sehari, ayah Gifari yakni Budi Setyawan (43)  meninggal dunia di hari yang sama pada Jumat, 23 Juli 2021.

Di hari yang sama, kakek Gifari juga berpulang akibat Covid-19 seperti anak dan menantunya.

"Ini Gifari, yang kemarin bapak dan ibunya meninggal karena terpapar Covid-19, dalam waktu yang berdekatan," kata AKBP Wahyu Nugroho Setiawan di Kompastv, Selasa (27/7/2021).

"Tanggal 21 ibunya, tanggal 23 bapaknya, kemudian tanggal 23 malam gantian kakeknya," imbuhnya.

Baca juga: Vino Bocah Yatim Piatu Korban Covid-19 Banyak Dapat Tawaran Adopsi, Gubernur hingga Susi Pudjiastuti

Baca juga: 3 Saudara Isolasi, Bocah Ini Nangis Latunkan Azan di Makam Ibu, Ayah Juga Wafat karena Covid-19

Gifari diketahui merupakan anak tunggal.

Ia kini harus menerima kenyataan kehilangan orang-orang yang dicintai dan hidup bersama budenya, Enji.

Setelah menjemput Gifari dari rumahnya, AKBP Wahyu Nugroho bocah malang tersebut ke Mapolres Sukoharjo.

"Dia tidak punya kakak dan tidak punya adik, semata wayang," kata Wahyu Nugroho.

Jadi Anak Asuh Polres Sukoharjo

Gifari yang malang tampak tak banyak bicara saat berada di dalam mobil bersama AKBP Wahyu Nugroho,

Di Mapolres, Gifari yang mengenakan setelan baju merah dan celana hitam itu berusaha dihibur dengan diberikan sejumlah mainan, serta tas berikut perlengkapan sekolahnya.

Gifari rencananya akan diangkat menjadi anak asuh di Polres Sukoharjo.

Meski menjadi anak asuh Polres Sukoharjo, Gifari tetap akan tinggal dengan budenya.

"Secara moral dan emosional, kami bertanggungjawab terhadap anak ini. Karena itu nantinya dia akan kami pantau dan berikan bantuan yang diperlukan olehnya. Termasuk dalam hal pendidikan," jelas Kapolres.

Pihaknya juga akan menjalin komunikasi dengan Dinas Sosial mengenai kondisi Gifari.

"Selama kami di sini, kami komitmen akan memberikan bantuan. Mudah-mudahan nanti, karena ini humanisme, kami mungkin akan menggandeng rekan-rekan, partisipasi masyarkat lain untuk dapat membantu kelangsungan pendirikan dari Gifari," kata Kapolres.

(TribunWow.com/Rilo)

Baca artikel lain terkait

Sumber: TribunWow.com
Tags:
GifariSukoharjoJawa TengahCovid-19Virus Corona
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved