Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts Pesimis Liga 1 2021 Bisa Bergulir 20 Agustus, Apa Penyebabnya?
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts pesimis Liga 1 2021 bergulir pada 20 Agustus 2021. Ia sekarang sudah tidak yakin lagi.
Penulis: Rido Rahmadani
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts merasa pesimis Liga 1 2021 akan bergulir pada 20 Agustus 2021 mendatang.
Rasa pesimis pelatih Persib Bandung itu datang bukan tanpa alasan.
Sebelumnya keputusan Liga 1 2021 ditunda diumumkan langsung oleh Sekjen PSSI, Yunus Nusi dalam konferensi pers virtual yang juga dihadiri Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno, Selasa (29/6/2021).
Baca juga: Bila Bermain Tanpa Gol, Eks Persib Bandung Hilton Moreira Rela Tak Digaji, Singgung Beto Goncalves
Alasan penundaan, karena PSSI mendapat surat permintaan penundaan kompetisi dari Satgas Covid-19, sebab akan diadakan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 3-20 Juli.
Sejatinya Persib Bandung menghadapi Barito Putera pada Sabtu (10/7/2021), namun pertandingan bertepatan berlangsungnya PPKM sehingga ikut tertunda.
Setelah PPKM selesai, ternyata diperpanjang hingga Minggu (25/7/2021).
Setelah selesai, pemerintah kembali memperpanjang masa PPKM hingga Senin (2/8/2021).
Faktor itulah yang menjadikan Robert pesimis terhadap penyelenggaraan kompetisi.
Robert sudah lelah dengan janji manis tentang penyelenggaraan Liga 1 2021.
"Kami sudah tidak percaya apapun lagi sekarang, kami punya hak untuk tidak percaya lagi terhadap janji-janji. Jika liga akan dimulai pada 20 Agustus, saya tidak yakin akan itu," kata Robert, Minggu (25/7/2021) dilansir oleh TribunJabar.id.
Bahkan saking kecewanya Robert, ia sampai tak mempercayai orang yang menjanjikan kompetisi bergulir dalam waktu dekat.
"Saya tidak percaya lagi apapun. Kami harus menunggu liga akan benar-benar dimulai dan itu berbeda, kami akan mengumpulkan semua untuk berkumpul lagi," tambahnya.
Robert turut menyandingkan Liga 1 2021 sama seperti Liga 1 2020.
Sebelumnya Persib Bandung hanya menjalani tiga pertandingan di Liga 1 2020, hingga akhirnya kompetisi ditunda akibat Covid-19 melanda Indonesia.
Lalu September 2020 dijanjikan Liga 1 2020 akan berlanjut, namun kompetisi dibatalkan dua hari sebelum pertandingan.
Alasannya karena pada saat itu PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi belum mengantongi izin dari pihak berwenang.
Namun untuk Liga 1 2021, PT LIB sudah mengantongi izin dari kepolisian, akan tetapi kompetisi tetap tidak bergulir.
"Tahun lalu liga sempat akan dimulai pada September tapi dua hari sebelum dimulai, seseorang berkata kami tidak bisa memberikan izin," katanya.
Bahkan Robert turut membandingkan kebijakan yang ada di Indonesia dan luar negeri.
Seperti negara Eropa yang sukses menggelar Euro 2020 di tengah Covid-19.
Baca juga: Simak Deretan Gol Jonathan Bauman saat Berseragam Persib Bandung, Mana Paling Bagus?
Namun Indonesia masih melarang kompetisi bergulir, padahal sudah menerapkan protokol kesehatan.
"Seperti yang saya katakan, ini benar-benar terjadi, negara lain sudah mulai menggulirkan liga dan pihak berwenang menyediakan protokol kesehatan. Tidak seperti di sini, di sini sangat berbeda dan kami harus menerimanya," tuntasnya.
Cara Pelatih Persib Bandung Berkontribusi Melawan Covid-19 di Indonesia
Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts ikut berkontribusi untuk Indonesia dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan tidak keluar rumah selama penerapan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Sebelumnya Robert ikut meliburkan latihan bersama skuad Persib Bandung saat diberlakukannya PPKM mulai 3-20 Juli.
Termasuk saat diperpanjangnya PPKM hingga Senin (26/7/2021) Robert juga ikut memperpanjang libur skuad Persib Bandung.
Meskipun Robert Warga Negara Asing (WNA), ia terbilang patuh dengan aturan pemerintah Indonesia.
Bahkan selama diperpanjangnya PPKM, Robert hanya berdiam diri di rumah bersama keluarganya.
"Saya harus tetap tinggal di rumah tentunya dan itu juga yang dilakukan dengan keluarga saya. Jadi tidak banyak yang bisa kami lakukan," kata Robert seperti yang dilansir Republik Bobotoh, Minggu (25/7/2021).
Selama berlangsungnya PPKM, beberapa aspek mulai dibatasi untuk menghindari kerumunan dan tentunya membuat masyarakat diam diri di rumah.
Pelatih asal Belanda itu mengungkapkan kesulitannya di masa PPKM seperti ini dan membuatnya susah mau kemana-mana.
"Dan karena sedang PPKM maka kami tidak bisa pergi kemana-mana. Tidak banyak yang bisa dilakukan karena saya sangat takut ketika berada dalam kondisi saat ini," tambah Robert.
Selain tidak keluar rumah selama PPKM, Robert juga tidak melakukan kontak dengan banyak orang.
Apapun yang disarankan pemerintah ia terapkan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Jadi kami tetap di rumah dan memastikan kami tetap berkontribusi terhadap situasi dengan tidak bepergian ke luar dan tidak melakukan kontak dengan orang lain, lalu mencoba melawan situasi Covid seperti yang dijelaskan oleh pemerintah, semua harus mengikuti itu," ujarnya.
Termasuk menjaga jarak dan selalu menggunakan masker rangkap dua saat bepergian.
Hand sanitizer juga tak luput dari perhatian Robert, ia bahkan selalu membawanya kemana-mana untuk melindungi diri dari Covid-19.
"Karena itu adalah satu-satunya cara untuk menghadapi Covid dengan menjaga jarak, tidak melakukan kontak, memastikan ketika keluar rumah benar-benar menjaga kebersihan dan menggunakan masker," tuntas Robert.
(TribunWow.com/Rido Rahmadani)
Berita terkait Persib Bandung