Breaking News:

Virus Corona

Pasien Covid-19 yang Merasa OTG Ternyata saat Rontgen Ada Pneumonia, Ini Penjelasan Pakar

Pasien Covid-19 kemungkinan memiliki pneumonia di paru-parunya. Ini penjelasan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban.

Editor: Rekarinta Vintoko
TribunVideo/Radifan Setiawan
ILUSTRASI Virus Corona/Covid-19. Pasien Covid-19 kemungkinan memiliki pneumonia di paru-parunya. Ini penjelasan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban. 

TRIBUNWOW.COM - Pasien Covid-19 kemungkinan memiliki pneumonia di paru-parunya.

Hal itu diungkapkan Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban.

Zubairi Djoerban menyebutkan kondisi itu mungkin tak tertangani dengan baik karena rumah sakit sedang dalam keadaan penuh.

Baca juga: Alami Kesulitan Tidur seusai Isolasi Mandiri atau Sembuh dari Covid-19? Berikut Tips dari Dokter

Ini menjadi salah satu sebab di balik fenomena perburukan pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Pemburukan terjadi dalam waktu singkat yang berujung kematian.

"Ternyata cukup lumayan (banyak) orang yang OTG atau gejala ringan itu kalau dirontgen ditemukan ada pneumonia. Harusnya OTG dan gejala ringan yang rontgennya ada pneumonia itu dirawat inap," jelas Zubairi kepada Kompas.com.

"Kalau RS penuh ya harusnya dirawat di Wisma Atlet. Kalau semuanya penuh ya minta berobat di IGD Covid-19, minta obatnya, kemudian diobati di rumah namun dimonitor dengan IGD rumah sakit tersebut," ungkapnya.

Baca juga: Berikut Panduan Sederhana dari RSCM untuk Pasien Covid-19 yang Lakukan Isolasi Mandiri

Masalahnya, tak sedikit orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes PCR merasa dirinya baik-baik saja dan hanya mengalami gejala ringan seperti batuk, demam, dan sedikit sesak napas.

Hal itu yang kerap menimbulkan keyakinan bahwa mereka akan aman saat menjalani isolasi mandiri.

"Ada orang yang merasa OTG, namun ketika diukur suhunya 38 derajat, (ia menjawab), 'Iya, kemarin aku 38 derajat, tapi sekarang setelah minum parasetamol sudah turun'. Ini sebetulnya bukan OTG," jelas Zubairi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved