Breaking News:

PPKM Darurat

Pesan agar PPKM Darurat Bisa Efektif Atasi Covid-19, dr Tirta: Jangan sampai Bansos Dikorupsi Lagi

Influencer dr. Tirta Mandira Hudhi memberikan saran ke pemerintah agar PPKM Darurat bisa efektif dan sukses.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube Tirta PengPengPeng
Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi memberikan saran agar PPKM Darurat bisa efektif dan sukses. Ditayangkan di unggahan akun YouTube @Tirta pengPengPeng, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali nyaris dipastikan akan diperpanjang hingga akhir Juli 2021.

Influencer sekaligus tenaga kesehatan dr Tirta Mandiri Hudhi menganggap bahwa PPKM Darurat nyatanya tidak bisa efektif.

Dilansir TribunWow.com, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai koordinator PPKM Darurat bahkan mengakui bahwa program tersebut tidak berjalan optimal.

Influencer sekaligus tenaga kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi membahas soal golongan masyarakat denial Covid, Kamis (15/7/2021).
Influencer sekaligus tenaga kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi membahas soal golongan masyarakat denial Covid, Kamis (15/7/2021). (YouTube Tirta PengPengPeng)

Baca juga: Pesan dr Tirta pada Luhut Binsar jika PPKM Darurat Gagal Tangani Covid-19: Harus Menerima Kritikan

Oleh sebab itu, dr Tirta menyampaikan sarannya agar program PPKM Darurat bisa efektif.

Menurutnya, kunci utama yang harus dilakukan pemerintah adalah menanggung beban masyarakat yang terdampak dengan memenuhi kebutuhan pokoknya.

"PPKM akan sangat efektif kalau warga yang kena dampak PPKM ini juga ditanggung, khusunya kebutuhan primernya, sembilan bahan pokok, beras dan lain-lain," kata dr Tirta di YouTube Tirta PengPengPeng, Minggu (18/7/021).

"Hal ini akan tentu sangat membantu mereka," tambahnya.

Bantuan diberikan pemerintah bukan berarti masyarakat manja.

Sebab menurut dokter asal Solo tersebut, beban masyarakat di tahun 2021 kini jelas lebih berat dari tahun sebelumnya.

Pesan lain agar PPKM Darurat bisa sukses adalah bila dana bantuan sosial atau bansos tidak dikorupsi lagi seperti sebelumnya.

Baca juga: Ungkit Dokter Lois, dr Tirta Jelaskan kenapa Ada Warga Percaya Hoaks Covid: Masyarakat Kecewa

Baca juga: Disebut Gubernur Banten Nyinyir karena Kritik Medsos Dinkes, dr Tirta: Rakyat Bisa Mengawasi

"Jadi buat pemerintah kalau mau sukses PPKM-nya, warga yang terdampak ekonominya itu paling tidak harus dibuatin kalau tidak dapur umum, bantuan," ucap dokter Tirta.

"Dan jangan sampai bansosnya dikorup lagi, itu memalukan," tambahnya.

Usulan dokter Tirta itu disebut telah diterima oleh Jubir Menko Marves.

Sebagai pihak yang membidangi kesehatan, Tirta memang selalu lantang menyampaikan aspirasinya.

Terlebih dirinya sering menampung aspirasi masyarakat.

"Kanapa saya ngepush di sini, karena saya juga bisnis, saya juga dokter, dan saya juga menampung aspirasi masyarakat," ucap Tirta.

Sebagai nakes, Tirta sadar bahwa dokter atau ahli kesehata umumnya selalu menekankan untuk membatasi mobilitas warga.

Namun, dirinya tidak serta merta demikian.

"Tetapi kita juga tahu enggak semua orang bisa tahan di rumah karena penghasilannya harian," tambahnya.

Baca juga: Singgung Uang Bansos Rp 300 Ribu per Bulan, dr Tirta: Covid kalau Kena Orang Enggak Punya, Habis Dia

Lihat videonya mulai menit ke 10.15:

Luhut Meminta Maaf

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terkait PPKM Darurat Jawa-Bali.

Pemerintah mengakui dalam pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali sepanjang 3-20 Juli dirasa belum optimal.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Luhut dalam konferensi pers Evaluasi PPKM Darurat secara virtual pada Sabtu, (17/7/2021).

Luhut mengatakan, pemerintah belum memutuskan terkait perpanjangan PPKM Darurat.

Dengan berbagai pertimbangan dan kajian yang masih dilakukan, pengumuman tersebut baru akan disampaikan 2-3 hari ke depan.

"Saat ini kami sedang melakukan evaluasi terhadap apakah PPKM dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut. Kami akan laporkan ke presiden," kata Luhut, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

"Saya kira dua sampai tiga hari ke depan kita juga akan mengumumkan secara resmi,"
evaluasi indikator," tegasnya.

Dalam dua hari ke depan, pelaksanaan PPKM Darurat diharapkan semakin menunjukkan hasil.

Namun dengan syarat, masyarakat bisa konsisten dan bahu membahu menaati kebijakan pemerintah.

"Tapi kalau kita konsisten semua, saya melihat akhir Juli posisi kita akan semakin membaik," kata Luhut.

Koordinator PPKM Darurat itu akhirnya meminta maaf kepada maysarakat karena belum bisa menurunkan Covid-19 secara signifikan.

Terlebih, dalam hal ini khususnya terkait mengatasi penularan Covid-19 varian Delta.

Ia pun berjanji akan bekerja lebih keras untuk memastikan Indonesia segera mentas dari pandemi Covid-19.

"Sebagai Koordinator PPKM Jawa dan Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia, jika dalam penanganan PPKM Jawa dan Bali ini belum optimal," ucap Luhut.

"Saya bersama jajaran dan Menteri/Kepala Lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebaran varian Delta ini bisa diturunkan dan menyalurkan seluruh Bansos kepada masyarakat," pungkasnya. (TribunWow.com/Rilo)

Baca artikel lain terkait

Sumber: TribunWow.com
Tags:
PPKM DaruratPemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)Tirta Mandira Hudhidr TirtaCovid-19Virus CoronaLuhut Binsar Pandjaitan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved