Breaking News:

Persib Bandung

Cerita Gian Zola Mampu Menembus Skuad Persib Bandung, Singgung Motivasi dari sang Kakek

Motivasi dari sang kakek yang mengantarkan Gian Zola menjadi pemain sepak bola profesional dan gabung bersama Persib Bandung.

Penulis: Rido Rahmadani
Editor: Rekarinta Vintoko
Persib.co.id/Barly Isham
Skuad Persib Bandung, Gian Zola saat menjalani sesi latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Jawa Barat. 

TRIBUNWOW.COM - Ternyata motivasi sang Kakek yang mengantarkan Gian Zola mampu menjadi pemain sepak bola profesional dan gabung skuad Persib Bandung.

Gian Zola resmi menjadi rekrutan Persib Bandung terhitung sejak 1 Januari 2016.

Sebelumnya Gian merupakan jebolan Sekolah Sepak Bola (SSB) Persib Bandung Junior, lalu ia mendapatkan promosi untuk bermain di Persib Bandung senior.

Gheayoubi kekasih Gian Zola (kiri) pada postingan Instagram @gheayoubi pada 1 Mei 2021 dan Gian Zola (kanan) pada postingan Instagram @gianzolaanasrullohnugraha pada 24 Mei 2021. Gian Zola telah kembali berlatih bersama Persib Bandung.
Gheayoubi kekasih Gian Zola (kiri) pada postingan Instagram @gheayoubi pada 1 Mei 2021 dan Gian Zola (kanan) pada postingan Instagram @gianzolaanasrullohnugraha pada 24 Mei 2021. Gian Zola telah kembali berlatih bersama Persib Bandung. (Kolase Tribunwow.com/Instagram @gianzolaanasrullohnugraha dan @gheayoubi)

Baca juga: Begini Cara Persib Bandung Pantau Pemainnya selama Masa PPKM Darurat, Gian Zola: Alatnya Canggih

Impian Gian untuk menjadi pemain sepak bola profesional dilaluinya dengan berat, beruntung ia memiliki keluarga yang selalu mendukung cita-citanya.

Sang Kakek selalu memberikan motivasi pada Gian untuk lebih giat dalam berlatih sepak bola.

Untuk itu Gian selalu berlatih dengan keras, bahkan dalam sehari ia berlatih dua kali lebih banyak dari orang pada umumnya.

Gian selalu mengingat pesan kakeknya, diibaratkan latihan itu seperti manusia yang selalu makan nasi sebagai kebutuhannya.

Meskipun ia sudah menjadi bagian skuad Persib Bandung, Gian masih menerapkan pesan Kakeknya.

"Pastinya berat yah, engga ada yang mudah kan."

"Tentunya kan latihan pun saya kan diomongin sama kakek saya kalau latihan bola itu harus beda dari yang lain, kalau yang lain latihan 2 kali, kita harus 4 atau 5 kali dan kakek saya bilang kalau gak pegang bola sehari itu kaya lapar, kaya makan nasi saja gitu," kata Gian Zola, Senin (12/7/2021) dilansir oleh Republik Bobotoh.

Selain itu Gian Zola mengorbankan banyak hal untuk menembus skuad Persib Bandung.

Salah satunya adalah pendidikan, saat masih menimba ilmu di sekolah pria berusia 22 tahun itu suka selalu mengajukan dispensasi.

Dispensasi adalah pembebasan atau pemberian waktu secara resmi sesuai dengan peraturan yang diperuntukkan kepada siswa sekolah karena ada kepentingan tertentu.

Sebagai imbasnya, Gian harus ketertinggalan materi pelajaran dan ia harus mampu mengejarnya untuk dapat dinyatakan lulus.

"Ada banyak yang dikorbanin, sekolah salah satunya banyak dispensasi, gak semudah orang yang bayangkan lah. Step by step, gak mulus lah ada jatuh bangunnya." 

Bahkan saat Gian libur sekolah dimanfaatkannya untuk latihan sepak bola.

Baca juga: Skuad Persib Bandung Gian Zola Dukung Langkah Publik Figur Ambil Alih Klub Liga 2, Ini Alasannya

Pria berusia 22 tahun itu tak merasa iri saat melihat teman-teman sebayanya main.

Kakak dari Beckham Putra ini mengorbankan waktunya untuk tidak keluar rumah, karena berlatih di rumah.

"Misalkan libur latihan ya jugling-jugling, skiping sprint. Saat orang lain main-main, Zola gak mau main-main, jadi sama bola aja, sampai-sampai saya gak keluar rumah," tambahnya.

Saking rajinnya berlatih sepak bola, Gian sampai lupa untuk ke luar rumah dan bermain dengan teman sebayanya.

Baru saat menginjak bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Gian memberanikan dirinya untuk ke luar rumah dan bermain.

Itupun karena Gian disuruh orangtuanya.

"Saya berani ke luar rumah itu SMP karena disuruh mamah main, jangan di rumah aja," tutupnya.

Gian Zola Beberkan Tujuan Utama Latihan Mandiri Skuad Persib Bandung selama PPKM Darurat

Pemain Persib Bandung, Gian Zola beberkan tujuan utama Pangeran Biru tetap jalani latihan mandiri selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali berlangsung.

Sebelumnya Persib Bandung meliburkan latihan bersama selama masa PPKM Darurat Jawa Bali mulai 3-20 Juli.

Sebagai gantinya skuad Persib Bandung menjalani latihan dari rumah masing-masing, untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.

Meskipun latihan dari rumah masing-masing, namun Persib Bandung tetap memantau mereka. Akan tetapi pemantauan yang dilakukan tidak secara langsung.

Gian menjelaskan latihan mandiri skuad Persib Bandung ini ada tujuan yang ingin diraih pelatih Pangeran Biru, Robert Alberts.

Tujuannya untuk menjaga kebugaran dan fisik skuad Persib Bandung selama libur latihan bersama.

Sehingga ketika masa PPKM selesai, Persib Bandung akan mengadakan latihan bersama kembali.

Diharapkan pada saat latihan bersama itu, kebugaran dan kekuatan skuad Persib Bandung seluruuhnya setara.

"Porsinya sama, posisi manapun sama karena intinya menjaga kebugaran badan masing masing sehingga pas latihan bersama lagi, kondisinya sama," kata Gian Zola, Minggu (11/7/2021) dilansir oleh Republik Bobotoh.

Baca juga: Perjuangan Gian Zola untuk Menembus Skuad Persib Bandung: Ada Banyak yang Dikorbanin

Bahkan saat menjalani latihan dari rumah Gian mengaku tak kesulitan, sebab Persib Bandung sudah menyiapkan contoh dan instruksi.

Sehingga skuad Persib Bandung tinggal menjalankan materi yang sudah diberikan oleh tim pelatih.

"Ya kan kita sudah diberikan program latihan mandiri dari pelatih, seperti rujukan, instruksi-instruksi, dan nantinya mengirimkan laporan-laporannya ke grup, hasilnya tersebut," tuturnya.

Meskipun latihan di rumah, namun pelatih Persib Bandung Robert Alberts tetap memberikan arahan pada anak didiknya.

Latihan Persib Bandung dibagi menjadi dua, yakni kekuatan dan aerobik.

Robert yang nantinya menentukan kapan skuad Persib Bandung latihan kekuatan dan kapan harus aerobik.

"Tetap ada arahan juga dari pelatih, misalkan harus latihan strength, aerobik, gitu," pungkasnya.

Pria berusia 22 tahun itu menilai latihan mandiri skuad Persib Bandung kali ini dibantu dengan teknologi canggih.

Teknologi canggih itu adalah jam tangan pintar (smartwatch).

Skuad Persib Bandung diwajibkan mengenakan smartwatch saat menjalani latihan mandiri di rumah.

Smartwatch itu mampu menghitung detak jantung pengguna saat melakukan setiap latihan.

Saking canggihnya, Gian turut membandingkan latihan Persib Bandung versi sekarang dengan masa lalu.

Masa lalu skuad Persib Bandung diharuskan melakukan foto dan video saat hendak latihan, lalu hasilnya dikirim ke grup.

"Sama aja sih, cuma kita kan pakai jam tangan pintar yang bisa menghitung heart rate, dulu cuma video terus kita lakukin, foto, kirim ke grup. Sekarang ada tambahan laporan dari jam itu," 

"Jadi gak beda jauh lah, cuman ada yang baru, lebih canggih," ujar Gian. (TribunWow.com/Rido Rahmadani)

Berita terkait Persib Bandung

Tags:
Persib BandungGian ZolaBeckham PutraRobert Alberts
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved