Breaking News:

Virus Corona

Wanita di Belgia Berusia 90 Tahun Terinfeksi Virus Corona dengan Dua Varian Sekaligus

Seorang wanita di Belgia berusia 90 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

Xinhua
Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. Seorang wanita di Belgia berusia 90 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang wanita di Belgia berusia 90 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, peneliti menemukan keanehan pada wanita yang meninggal dunia tersebut, Minggu (11/7/2021).

Para peneliti mengatakan ditemukan dua varian Virus Corona pada tubuh wanita itu yakni varian Alpha dan Beta.

Baca juga: Ada Perbedaan, Kenali 5 Gejala Covid-19 untuk Pasien yang Sudah Menjalani Vaksin dan Belum

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membagikan informasi penting terkait Pandemi Covid-19 (Vaksin hingga oksigen) lewat akun Instagram miliknya @ganjar_pranowo, Senin (12/7/2021).
Kolase vaksin dan tabung oksigen. (kolase (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) dan (Tribun Jateng))

Penemuan itu di saat yang bersamaan dan merupakan keanehan.

Wanita itu sebelumnya tak pernah divaksinasi.

Ia tinggal sendirian dan menerima perawatan dari rumah.

Kondisinya awalnya membaik dengan saturasi yang baik.

Pada awal Maret ia mulai terinfeksi dan meninggal lima hari setelah dinyatakan terinfeksi.

Baca juga: PENTING, Ini 10 Link Website untuk Cari RS Pasien Covid-19, Vaksin, Oksigen, hingga Donor Plasma

Ketika staf medis menguji adanya varian yang mengkhawatirkan, mereka menemukan bahwa dia membawa strain Alpha, yang berasal dari Inggris, dan varian Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

"Kedua varian ini beredar di Belgia pada saat itu, jadi kemungkinan wanita itu terinfeksi virus yang berbeda dari dua orang yang berbeda," kata ahli biologi molekuler Anne Vankeerberghen dari Rumah Sakit OLV yang memimpin penelitian.

"Sayangnya, kita tidak tahu bagaimana dia terinfeksi."

Saat ini penelitian belum diserahkan ke jurnal medis untuk publikasi dan sedang dipresentasikan di Kongres Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular Eropa.

Sementara Vankeerberghen mengatakan dalam siaran pers bahwa "tidak ada kasus lain yang dipublikasikan".

Namun, mereka meminta untuk tetap waspada dan tidak diremehkan. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
BelgiaVirus CoronaCovid-19
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved