Breaking News:

Euro 2020

Adu Strategi Dua Pelatih Lokalan di Laga Italia Vs Inggris Final Euro 2020: Sama-sama Kuat di Tengah

Italia akan bertemu Inggris di partai Final Euro 2020, Senin (12/7/2021) di Stadion Wembley, London, Inggris pukul 02.00 WIB.

@euro2020
Gareth Southgate Inggris (kiri) dan Roberto Mancini (kanan) pada postingan Instagram @euro2020 pada 9 Juli 2021 dan 8 Juli 2021. Adu Strategi Dua Pelatih Lokalan di Laga Italia Vs Inggris Final Euro 2020: Sama-sama Kuat di Tengah 

TRIBUNWOW.COM - Italia akan bertemu Inggris pada partai Final Euro 2020, Senin (12/7/2021) di Stadion Wembley, London, Inggris pukul 02.00 WIB.

Kepastian tersebut terjadi setelah keduanya berhasil menyingkirkan dua semifinalis lainnya, Denmark dan Spanyol.

Inggris berhasil mengandaskan semangat juang anak asuh Kasper Hjulmand (pelatih Denmark) pada babak semi final dengan skor tipis 2-1.

Dua gol kemenangan Inggris berhasil tercipta melalui own goal Simon Kjaer dan sontekan Harry Kane.

Sedangkan satu gol dari Denmark dilesatkan oleh Mekkel Damsgaard melalu tendangan bebas indah.

Sementara Italia berhasil lolos ke partai Final Euro 2020 setelah berhasil membalaskan dendamnya pada Spanyol dengan kemenangan melalui babak adu penalti, 4-2.

Setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 di waktu normal.

Kemenangan Italia tersebut berhasil membalaskan luka lama Gli Azzurri atas La Furia Roja setelah pernah ditaklukan dengan skor telak 4-0 di partai puncak Euro 2012.

Italia berhasil unggul terlebih dahulu melalui sepakan plessing indah dari Federico Chiesa di menit ke-60.

Gol Chiesa pada babak semi final kontra Spanyol di Website UEFAm pada 7 Juli 2021.
Gol Chiesa pada babak semi final kontra Spanyol di Website UEFAm pada 7 Juli 2021. (Website UEFA)

Gol tersebut berhasil dibalas oleh kerjasama cantik Dani Olmo dan Morata yang diselesaikan oleh striker Juventus menjadi gol di menit ke-80.

Hasil tersebut membuat partai puncak Euro 2020 akan mempertemukan Italia Vs Inggris.

Pelatih Italia, Roberto Mancini sukses menjalankan strategi 4-3-3 attacking dengan mengandalkan kedua winger cepatnya, Federico Chiesa dan Lorenzo Insigne.

Formasi 4-3-3 Mancini terbukti sukses dan sesuai dengan tipikal para anak asuhnya.

Baca juga: Euro 2020: Torehkan 1 Gelar dari 4 Kali ke Partai Final, Ini Rekam Jejak Catatan Final Gli Azzurri

Baca juga: Final EURO 2020: Fans Italia Balas Slogan Inggris Footballs Coming Home: Footballs Coming Rome

Italia yang dulu dikenal dengan formasi "Cattenacio" atau mengorganisir pertahanan terlebih dahulu baru melakukan serangan balik.

Sehingga, Italia sebelum era Mancini, kerap menyuguhkan pertandingan dengan pertahanan solid, namun di segi penyerangan tak se-atraktif ketika menggunakan formasi 4-3-3 attacking seperti saat ini.

Saat ini, formasi attacking 4-3-3 ala mantan pelatih Inter Milan tersebut sukses mengeksplor kemampuan lini serang Italia yang saat ini banyak dihuni dengan pemain cepat.

Sebut saja, Federico Chiesa, Berardi, Insigne, Bernadeschi dan Pessina terbukti berhasil mngeluarkan kemampuan terbaiknya kala dilatih Mancini.

Formasi 4-3-3 ala Mancini berhasil membendung langkah dua negara besar di sepak bola Eropa, Belgia dan Spanyol.

Selebrasi Italia pada postingan Website UEFA Rabu 7 Juli 2021. Italia menang adu penalti 4-2 atas Spanyol.
Selebrasi Italia pada postingan Website UEFA Rabu 7 Juli 2021. Italia menang adu penalti 4-2 atas Spanyol. (Website UEFA)

Belgia berhasil ditekuk dengan skor 1-2, sementara Spanyol kalah adu penalti 2-4 atas Italia.

Satu lawan selanjutnya telah menanti Gli Azzurri di partai puncak Euro 2020, Inggris.

Di Euro 2020, pelatih Inggris, Gareth Southgate sempat kesulitan mengembangkan formasi 4-2-3-1.

Formasi 4-2-3-1 menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah yang dimana menugaskan 2 pemain sebagai jangkar dan 3 didepannya menyerang melalui sisi tengah kanan dan kiri.

Meski awalnya terlihat kesulitan, namun lamban laun anak asuh Southgate berhasil menerapkan apa yang diinginkan oleh pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Pelatih kelahiran Watford Inggris tersebut selalu menggunakan formasi tersebut sejak awal penyisihan grup Euro 2020.

Meski terbata-bata dalam menerapkannya, pada akhirnya Harry Kane dkk mulai sukses memainkan formasi tersebut kala Inggris bersua Jerman di babak 16 besar.

Inggris berhasil melaju ke final Euro 2020 menantang Italia setelah tundukkan Denmark 2-1 pada Website UEFA Kamis (8/7/2021)
Inggris berhasil melaju ke final Euro 2020 menantang Italia setelah tundukkan Denmark 2-1 pada Website UEFA Kamis (8/7/2021) (Website UEFA)

Inggris berhasil memberikan perpisahan buruk bagi Joachim Loew yang telah memutuskan berhenti dari kursi kepelatihan Der Panzer pada Euro 2020.

The Three Lions berhasil menang dengan skor 2-0 berkat gol dua penyerangnya, Harry Kane dan Raheem Sterling.

Trend positif dan kran gol Inggris kembali terbuka lebar setelah di babak perempat final berhasil mengandaskan Ukraina dengan skor telak 4-0.

Di babak perempat final kontra Ukraina secara strategi tidak ada perubahan yang dilakukan oleh Southgate.

Namun secara kompisisi pemain, mantan pelatih Middlesbrough tersebut melakukan sedikit perubahan di posisi winger kanan.

Pada saat itu, Bukayo Saka digantikan oleh Jadon Sancho.

Formasi 4-2-3-1 tersebut terus berlanjut hingga laga kontra Ukraina dan diprediksi akan tetap digunakan kala Inggris bersua Italia di partai puncak.

Meski gunakan formasi yang berbeda, namun kedua pelatih lokal Italia dan Inggris tersebut sama-sama menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah.

Inggris dengan memasang dua gelandang jangkar seperti Kalvin Phillips dan Declan Rice.

Sementara Italia, memasang dua pemain tengah dan satu gelandang jangkar, Barella, Verrati dan Jorginho.

Statistik Pertemuan Italia Vs Inggris Euro 2020

Dilansir TribunWow.com dari Transfermarkt, pertemuan Italia Vs Inggris sudah tidak asing lagi bagi para pecinta bola Eropa.

Pasalnya, Inggris dan Italia telah bertemu sebanyak 27 kali.

Dalam 27 laganya, Italia lebih digdaya dibandingkan skuad The Three Lions.

Italia berhasil 11 kali taklukan Inggris di semua ajang.

Sementara Harry Kane dkk tercatat baru torehkan 8 kemenangan atas Italia.

Dari 27 laga, kedua tim total berhasil lesatkan 70 gol.

Uniknya, dari 70 gol yang telah tercipta, kedua tim masing-masing sama lesatkan 35 gol.

5 Pertemuan Terakhir Italia Vs Inggris 

Jika dilihat dari lima laga terakhir, Italia berhasil unggul dengan berhasil catatkan 3 kemenangan.

Bahkan, saat itu Italia berhasil mengandaskan Inggris di babak perempat final Euro 2012.

Saat itu, Italia berhasil menang melalui babak adu penalti dengan skor 4-2 atas Inggris.

Baca juga: Top Skor EURO 2020: Potensi Top Skor Bersama Cristiano Ronaldo, Patrik Schick dan Harry Kane

Baca juga: EURO 2020: Antonio Conte Sebut Italia Bisa Mudah Kalahkan Inggris, Ungkap Perbedaan dengan Spanyol

Namun, dalam dua laga terakhirnya, kedua tim hanya dapat bermain imbang dengan skor 1-1.

Dua pertandingan terakhir Inggris kontra Italia terjadi di tahun 2015 dan 2018 dalam laga uji coba Internasional.

Di tahun 2015, dalam laga uji coba Internasional di Stadion Allianz Arena, Munchen, kedua tim bermain imbang 1-1.

Satu gol Italia berhasil ditorehkan oleh Graziano Pelle di menit ke-29.

Sementara satu gol balasan Inggris berhasil dicatatkan oleh Andros Townsend di menit ke-79.

Sementara itu,  pertemuan kedua tim di tahun 2018 juga berakhir dengan skor sama 1-1.

Inggris berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicatatkan oleh Jamie Vardy di menit ke-26.

Gol tersebut berhasil dibalas oleh Italia berkat sepakan penalti Lorenzo Insigne di menit ke-87.

Kedua tim akan kembali bertemu pada partai final Euro 2020 sekaligus menjadi pertemuan ke-28 kali Italia Vs Inggris di semua ajang.

Pertemuan kedua tim tersebut dipercaya akan menyuguhkan laga yang attraktif dan bertensi tinggi.

Mengingat kedua negara sama-sama haus akan gelar juara di kancah benua Eropa.

Bahkan Inggris belum pernah mencatatkan 1 gelar Euro berbanding 

Mempertemukan 2 Suporter Fanatik

Saling balas psywar antara suporter Inggris dan Tifosi Italia telah terjadi sesaat jelang babak semi final Euro 2020 yang digelar Rabu (7/7/2021) dan Kamis (8/7/2021) di Stadion Wembley, London, Inggris.

Saat itu banyak fans Inggris yang menggaungkan slogan "Football's Coming Home".

"Football's Coming Home" merupakan slogan dari para fans Inggris tentang asal usul lahirnya sepak bola dunia.

Slogan Timnas Inggris It's Coming Home pada laman resmi UEFA pada 8 Juli 2021.
Slogan Timnas Inggris It's Coming Home pada laman resmi UEFA pada 8 Juli 2021. (Instagram @euro2020)

Slogan "Football's Coming Home" berarti sepak bola kembali ke rumah, dan rumah yang dimaksudkan adalah Inggris.

Psywar suportr Inggris langsung direspon oleh pendukung Italia atau yang kerap disapa dengan Tifosi Italia.

Dilansir TribunWow.com dari Instagram @internationalchampionscup, para Tifosi Italia turut memberikan tanggapannya terkait slogan psywar yang dibuat oleh suporter Inggris.

Mereka menanggapi slogan psywar "Football's Coming Home" yang digaungkan oleh suporter Inggris dengan cara unik.

Ada yang dengan membentangkan bendera Italia yang bertuliskan "It's Coming to Rome" saat berada di Stadion.

Psywar Tifosi Italia pada postingan Instagram @Internationalchampionscup pada 7 Juli 2021. Balasan Psywar dari Tifosi Italia untuk suporter Inggris.
Psywar Tifosi Italia pada postingan Instagram @Internationalchampionscup pada 7 Juli 2021. Balasan Psywar dari Tifosi Italia untuk suporter Inggris. (@Internationalchampionscup)

Selain itu ada juga yang membawanya ketika berada di jalanan.

Dan ada juga yang menuliskannya dalam selembar kain putih dengan ditambahkan tulisan "It's coming home but Not In Yours" yang berarti kembali ke rumah, namun bukan rumahmu.

Psywar kedua suporter semakin menyemarakkan dan memanaskan laga final Euro 2020 antara Italia Vs Inggris.

Mengingat penampilan meyakinkan Italia di Euro 2020 memberikan banyak harapan bagi para tifosi untuk skuad Gli Azzurri berhasil membawa kembali gelar juara Piala Eropa ke Roma.

Mengingat Italia terakhir kali menjuarai ajang bergengsi benua Eropa Euro pada tahun 1968 atau 53 tahun silam. (TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Euro 2020 Lainnya 

Tags:
Euro 2020Piala Eropa 2020Timnas ItaliaTimnas InggrisGareth SouthgateRoberto Mancini
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved