Breaking News:

Virus Corona

Menkeu Sri Mulyani Umumkan Anggaran Kesehatan Naik Jadi Rp 193 Triliun, Dialokasikan untuk Apa Saja?

Meteri Keuangan Sri Mulyani umumkan anggaran kesehatan Covid-19 kembali dinaikkan menjadi dari dari Rp 182 triliun menjadi Rp 193 triliun.

Penulis: Rilo Pambudi
Editor: Lailatun Niqmah
YouTube Kompas TV
Tangkapan layar - Menkeu Sri Mulyani umumkan kenaikan anggaran Covid-19 dari dari Rp 182 triliun menjadi Rp 193 triliun, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan kenaikan kembali anggaran di bidang kesehatan khususnya untuk penanggulangan Covid-19.

Sri Mulyani menyampaikan, kenaikan anggaran kesehatan tersebut menyusul melonjaknya kasus Covid-19 dan diberlakukannya PKKM Darurat.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konfrensi pers setelah rapat terbatas di Istana Negara secara virtual, Senin (5/7/2021).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021).
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau vaksinasi massal di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, 16 Juni 2021. Terbaru, Jokowi menyampaikan pesan terkait Covid-19 di akun Instagram miliknya @jokowi, Kamis (24/6/2021). (Instagram/@jokowi)

Baca juga: PPKM Darurat Diianggap Tak Punya Kekuatan Hukum, Agus Pambagio: Orang Bingung dan Akhirnya Apatis

"APBN peru meningkatkan dukungannya lagi dukungannya terutama bagi terutama program-program di bidang kesehatan dan sosial," kata Sri Mulyani dikutip TribunWow.com.

Sebelumnya, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penanganan Covid-19 sudah naik dari Rp 172 triliun menjadi Rp 182 triliun.

Namun, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menaikkan kembali anggaran PEN dan penanggulangan Covid-19 dari Rp 182 triliun menjadi Rp 193 triliun.

"Jadi terjadi kenaikan yang sangat tinggi di kesehatan," ujar Sri Mulyani.

Baca juga: Minta Karyawan Non Esensial Laporkan Perusahaan yang Masih Suruh Masuk, Anies Baswedan: Lewat JAKI

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kudus Dapat Perhatian Presiden, Kodam IV/Diponegoro Kirim 450 Personel Gabungan

Dirinya menambahkan, anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan ke berbagai kebutuhan di bidang kesehatan penanganan Covid-19.

"Terutama untuk membiayai penanganan diagnostik seperti pengujian (testing), pelacakan (tracing), dan merawat pasien Covid-19 yang saat ini sekitar 236.340 pasien," kata Sri Mulyani.

Di samping itu, anggaran juga digunakan untuk insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, hingga pembelian alat kesehatan, obat-obatan, hingga Alat Pelindung Diri (APD).

Lebih lanjut, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk menyokong vaksinasi nasional.

"Anggaran Rp 193 trilliun juga dipakai untuk pengadaan 53.9 juta dosis vaksin, dan bantuan untuk iuran JKN untuk 19.5 juta orang,"

Terakhir, dana tersebut juga akan dipakai untuk manambal intensif perpajakan di sektor kesehatan.

Baca juga: TKA Asal China Masuk saat PPKM Darurat, Kepala Kantor Imigrasi Makassar Beri Penjelasan

DPR Sebut Penyerapan Dana Covid-19 Rendah

Di sisi lain, sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris merespons upaya pemerintah pusat menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali.

Dilansir TribunWow.com, Charles Honoris seolah menegaskan agar pemerintah tak perlu ragu melakukan pengetatan atau lockdown sekalipun

Pasalnya, anggaran penanganan pandemi Covid-19 di kementerian dan lembaga dirasa sangat rendah penyerapannya.

Terlebih, kurun waktu selama 6 bulan terakhir di tahun 2021.

"Saya tidak pernah bisa menerima alasan kita tidak punya anggaran untuk mengambil keputusan yg paling tepat untuk menghentikan penyebaran Covid-19," ujar Charles Honoris di acara Mata Najwa, Kamis (1/7/2021).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris (kiri), dan Presenter Najwa Shihab (kanan) dalam acara Mata Najwa, Rabu (30/6/2021). Charles buka-bukaan soal dana untuk lockdown.
Wakil Ketua Komisi IX DPR Fraksi PDIP, Charles Honoris (kiri), dan Presenter Najwa Shihab (kanan) dalam acara Mata Najwa, Rabu (30/6/2021). Charles buka-bukaan soal dana untuk lockdown. (YouTube Najwa Shihab)

Baca juga: Cara Cek Penerima dan Mencairkan Bansos Tunai Rp 300 Ribu yang Diperpanjang saat PPKM Darurat

Charles Honoris lantas membeberkan rincian alokasi anggaran yang diperuntukkan guna mengatasi pandemi.

Dari puluhan triliun yang dianggarkan, kurang dari 30 persennya saja yang baru dipakai.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved