Euro 2020
Asosiasi Sepak Bola Jerman Geram Timnya Kalah dari Inggris di Babak 16 Besar Euro 2020
Kekalahan Jerman dari Inggris di babak 16 besar mendapat sorotan khusus dari Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Kekalahan Jerman dari Inggris di babak 16 besar Euro 2020 mendapat sorotan khusus dari Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).
Salah satu Direktur DFB Oliver Bierhoff geram terhadap pencapaian timnas Jerman di Euro 2020.
“Kami tidak bisa puas dengan tersingkir di babak 16 besar," kata Bierhoff dikutip dari The Sun, Rabu (30/6/2021).
Jerman harus tersingkir dari Euro 2020 setelah kalah 2-0 dari Inggris berkat gol yang dicetak Raheem Sterling dan Harry Kane.
Timnas Jerman juga hanya mendapat kemenangan satu kali dari empat pertandingan Euro 2020 dan terjadi di matchday 2 fase grup F, ketika bertanding melawan Portugal.
Baca juga: Bagan Babak Perempat Final EURO 2020, Inggris Terlepas dari Hadangan Italia, Belgia dan Spanyol
Baca juga: Pencapaian Ukraina di Euro 2020 Terancam Dihentikan Inggris, Andriy Shevchenko: Kami Tidak Takut
Selain pertandingan itu, Jerman mengalami dua kali kekalahan dan satu kali hasil imbang.
“Inggris adalah tim yang bisa dikalahkan, tetapi mereka lebih baik dari kami pada malam itu, kami perlu dan ingin kembali ke elit dunia," ujarnya.
“Jadi, kami tidak bisa puas dengan penampilan kami sendiri kami kecewa," lanjutnya.
Ini merupakan pencapaian buruk bagi skuad Jerman yang memiliki empat trofi Piala Dunia dan tiga trofi Euro.
Terlebih mereka telah gagal keluar dari fase grup di Piala Dunia 2018.
Reputasi Jerman sejak 2018 yang tidak membaik dikhawatirkan akan membuat citra Jerman sebagai kasta elit di dunia sepak bola tersingkir.
“Saya tidak bisa senang menjadi underdog, kami sebagai Jerman memiliki ambisi yang sama sekali berbeda, kami ingin menjadi salah satu elit dunia," ungkap Bierhoff.
Bierhoff kemudian memiliki rencana merombak struktur terkait konsep pencarian bakat untuk skuad Jerman.
Menurutnya hal terpenting untuk menjaga kualitas tim adalah dengan memiliki pemain yang berkualitas.
“Pemain tidak hanya harus bagus, mereka juga harus berpengalaman dan mengambil peran yang bertanggung jawab dengan masing-masing pemain lain," katanya.
Baca juga: EURO 2020: Penyeselan Terbesar Joachim Loew saat Jadi Pelatih Jerman, Singgung soal Mesut Ozil
“Kami membutuhkan sedikit insting pemangsa, jika Anda dapat menerjemahkannya secara harfiah, kami membutuhkan beberapa orang yang kritis, kami membutuhkan penyerang tengah yang nyata, dan itu adalah sesuatu yang saya harap akan diterima oleh komunitas kami di masa depan."
“Tren ini sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu."
“Di Piala Dunia 2014, ada tujuh, atau bahkan delapan pemain yang menjuarai Piala Eropa U-21 2009."
“Sekarang kami hanya memiliki satu pemain tunggal, Serge Gnabry, yang menjadi juara Eropa 2017 sebagai pemain U-21."
Dia menuding bahwa salah satu faktor tidak suksesnya Jerman di Euro 2020 adalah karena kurangnya pemain bintang.
Tim yang dibawa pelatih Jerman Joachim Loew di Euro 2020 dianggap belum matang dan sedang menunggu kematangannya.
“Langkah-langkah yang telah kami rancang atau rancang ini bukanlah sesuatu yang berhasil atau membawa kesuksesan dalam semalam. Kai Havertz telah membuat langkah maju yang besar di turnamen ini," jelasnya.
"Hal yang sama berlaku untuk Joshua Kimmich dan Jamal Musiala, jadi ya ada pemain muda dan mereka waiting in the wings (belum siap atau segera siap)."
Untuk itu dia membangun konsep 'Furute Project' dengan menyiapkan potensi muda Jerman menjadi bintang sejak di tim junior.
Bahkan lebih jauh, dia berharap persiapan itu sudah dilakukan sejak usia yang cukup muda sepeti 5 atau 6 tahun.
Jerman diharap dapat membuat anak semuda itu untuk memaksimalkan potensinya sehingga bisa matang di masa depan.
“Ini adalah tugas, misi yang harus ditangani oleh komunitas sepak bola Jerman secara keseluruhan. Tidak cukup, satu atau dua klub membawa beberapa pemain muda," lanjutnya
“Untuk itu kami perlu mengubah aturan di liga, Anda tahu, dan bentuk turnamen lainnya, jadi itu adalah bagian tak terpisahkan dari Proyek Masa Depan kami.”
Kini timnas Jerman akan ditangani oleh Hansi Flick yang sebelumnya menjadi asisten Loew.
Loew sudah mengabarkan terkait keputusannya untuk mundur jauh-jauh hari sebelum Euro 2020 dimulai.
Timnas Jerman sudah ditangani oleh Loew sejak 15 tahun ditambah dengan dua tahun karirnya sebagai asisten pelatih.
Menurut Loew dia sudah terlalu lama bersama dengan timnas Jerman dan sejak 2018 dia sudah mengalami kesulitan dalam menangani mereka.
Kekalahan Jerman atas Inggris menjadikan perpisahan Loew dengan anak asuhnya menjadi perpisahan yang pahit.
“Itu jelas bukan perpisahan yang diharapkan semua orang. Kekecewaan setelah kekalahan sangat besar, dan sangat dalam." kata pelatih timnas Jerman Joachim Loew.
“Saya merasa sangat, sangat, menyesal karena kalah dari Inggris, dan tersingkir dari turnamen pada tahap awal, kami telah mengecewakan begitu banyak penggemar," lanjutnya. (Tribunwow.com/Afzal Nur Iman)
Baca Artikel Terkait Euro 2020 Lainnya