Viral Medsos
Fakta Viral Video Wanita Kejang-kejang setelah Divaksin, Dokter yang Tangani Ungkap Dugaan Penyakit
Dokter menduga, N mengalami gejala DBD dan curiga mengalami infeksi pada paru.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
Dari hasil pemeriksaan, N dicurigai mengalami infeksi paru.
David menyarankan N untuk rawat inap tetapi keluarga menolak.
"Dari hasil pemeriksaan dan rontgennya, dicurigai N mengalami infeksi paru," katanya.
"Sehingga disarankan untuk rawat inap dan dilakukan tes PCR, namun keluarga pasien menolak dan meminta pulang, dengan alasan karena tidak ada yang akan menjaga."
N juga diketahui saat ini telah pulang ke rumahnya, hanya saja, suhu tubuh N diatas normal saat itu.
"Kan pada waktu datang tangannya kram, tetapi ketika pulang sudah tidak ada lagi. Bisa duduk, ngomong, ketawa dan bicara. Sehingga secara umum pasiennya pulang dalam kondisi yang cukup baik,"
Efek Vaksin
David juga memberikan penjelasan terkait beredarnya kabar keramnya tangan N lantaran efek vaksin Covid-19.
Berdasarkan data Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) RI, vaksinasi Sinovac umumnya punya gejala yang ringan.
Menurut laporan Komnas KIPI RI, efek vaksinasi Sinovac ada tiga kategori.
Baca juga: Detik-detik Pria Mutilasi Teman Kencan di Banjarmasin, Sempat Bakar Mayat Korban tapi Gagal
Pertama, keluhan sifatnya lokal. Misalnya, pegal, nyeri atau bengkak pada bagian lengan yang divaksin.
Kedua, keluhan sistemik, yaitu efek menyeluruh di tubuh, seperti demam, nyeri otot, nyeri sendi dan sakit kepala.
Dan ketiga, reaksi alergi, seperti bentol atau merah pada tubuh.
Terkait tangan keram yang dialami N, David mengaku belum mendapat laporan gejala yang serupa.
Sehingga, Kejadian yang dialami N belum bisa dipastikan oleh David apakah hal tersebut adalah efek samping dari vaksin Covid-19.