Breaking News:

Terkini Daerah

Tak Hanya Pukuli, Pelaku Pemukulan Perawat di Garut Juga Lakukan Ini ke Korbannya

Selain melakukan pemukulan, pelaku diketahui juga berbicara kasar kepada perawat yang menjadi korbannya.

Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Atri Wahyu Mukti
TribunJabar.id/Shidqi Al Ghifari
Rekaman CCTV memperlihatkan seorang perawat yang memakai hazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan di Puskesmas Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Rabu (23/5/2021) malam. Pada kejadian tersebut, keluarga pasien memukul perawat karena dianggap lama menggunakan APD. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang  perawat di Puskesmas Pamengpeuk, Garut, Jawa Barat menjadi korban pemukulan oleh keluarga pasien Covid-19.

DikutipTribunWow.com dari Kompas.com pada Jumat (25/6/2021), tak hanya dipukuli, pelaku juga diketahui berbicara kasar kepada si perawat.

"Sempat bicara kasar juga ke perawat," ujar Kepala Puskesmas Pamengpeuk, Tuti Sutiamah, Kamis (24/6/2021).

Tuti juga mengkonfirmasi dan membenarkan peristiwa pemukulan perawat tersebut.

Adapun dari keterangan Tuti, alasan pelaku memukul korban dikarenakan perawat yang terlalu lama memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Menurut Tuti, padahal perawat tersebut sudah menjalankan presedur dengan benar karena pasien positif Covid-19.

"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," ungkapnya.

Diketahui, peristiwa pemukulan terhadap seorang perawat tersebut terjadi pada Rabu (23/6/2021) malam hari.

Baca juga: Buntut Kasus Pemukulan Perawat di Garut, Pelaku Kabur dari Rumah, Kini jadi Buron Polisi dan TNI

Kronologi

Camat Pameungpeuk, Tatang Suryana menceritakan kronologi kejadian pemukulan terhadap perawat tersebut.

Saat tiba di puskesmas, pasien harus menunggu terlebih dulu di dalam ambulans, sementara nakes bersiap diri dengan memakai hazmat terlebih dulu.

"Petugas kesehatan terlebih dahulu memakai baju hazmat sesuai dengan SOP, kemudian naik ranjang dan sudah beres si anaknya memukul dengan alasan terlalu lama memakai baju APD," ucapnya

Menurut Tatang, pelaku juga sempat memarahi korban dengan mempertanyakan alasan memakai APD lengkap.

"Kenapa memakai baju APD kan ayah saya bukan Covid ucapnya, itulah alasannya sehingga terjadi pemukulan,"

Dikutip dari Tribun Jabar pada Kamis (24/6/2021), pelaku mengira orangtuanya tidak terkonfirmasi Covid-19.

Setelah melakukan pemukulan, pelaku dibawa ke luar ruangan.

Baca juga: Ayah Positif Covid-19, Pria Ini Pukul Perawat karena Pakai APD Terlalu Lama, Videonya Viral

Kejadian penganiayaan perawat di Garut ini lantas mendapat respons dari Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman.

Helmi menyesalkan kejadian pemukulan terhadap perawat tersebut.

Menurut Helmi, seharusnya perawat mendapat dukungan karena telah berjuang di masa pandemi Covid-19.

"Kami menyesalkan kejadian tersebut di saat kita harus memberikan support pada mereka dikarenakan petugas kita sudah banyak yang terkena Covid-19," ujar Helmi.

Diketahui, Dari hasil visum, perawat tersebut mengalami luka memar pada rahangnya.

"Hasil visum perawat yang kena pukul keluarga pasien Covid-19 terdapat luka memar di rahangnya," kata Helmi.

Diketahui, peristiwa pemukulan tersebut terekam oleh CCTV di puskemas tempat perawat tersebut bekerja.

Baca juga: Fakta Viral Video Perawat di Garut Dipukul Keluarga Pasien, Ini Penjelasan Pihak Puskesmas

Sementara itu, kini pihak TNI dan Polri telah mengantongi identitas pelaku.

Saat didatangi ke rumahnya, pelaku tidak ada di kediamannya.

Namun, Komandan Kodim 0611 Garut sekaligus Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Letkol CZi Deni Iskandar mengatakan bahwa kini dirinya telah mengerahkan anggotanya untuk mengejar pelaku.

"Sudah saya perintahkan kepada anggota agar mencari pelaku sampai dapat ditangkap," ungkapnya, Kamis (24/6/2021).

Menurutnya, pihaknya boleh menangkap pelaku karena berhubungan dengan Covid-19.

Hanya saja, untuk perkara hukum pihaknya akan menyerahkan pe kepolisisan.

"Kalau penangkapan pelaku, kita kan boleh, apalagi ini kaitannya dengan petugas kesehatan penanganan Covid-19,"  ujar Deni

"Urusan hukumnya nanti kita akan serahkan ke polisi," ucapnya.

(TribunWow.com/Krisna)

Berita terkait Peristiwa Pemukulan Lainnya

Sebagian artikel ini telah diolah dari Kompas.com dengan judul Usai Urus Penderita Covid-19, Perawat Dipukul Keluarga Pasien, Ini Kronologinya dan Tribun Jabar dengan judul Wakil Bupati Garut Sesalkan Pemukulan Perawat Hingga Rahangnya Memar, Gara-gara Lama Pakai APD, Terekam CCTV, Perawat di Garut Dipukul Keluarga Pasien, Diduga Kesal Tunggu Korban Pakai APD dan Pemukulan terhadap Perawat di Garut, TNI Sudah Kantongi Identitas Pelaku yang Kini Buron
 

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
PemukulanPerawatGarutPuskesmasKorbanTersangkaPolisiCovid-19
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved