Breaking News:

Terkini Internasional

WHO Serukan Wanita Usia Subur Tidak Minum Alkohol, Bisa Merusak Janinnya

Semua wanita yang memasuki masa subur direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghindari minuman berkakohol.

Editor: Mohamad Yoenus
AFP
Ilustrasi alkohol atau minuman keras 

TRIBUNWOW.COM - Semua wanita yang memasuki masa subur direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghindari minuman berkakohol.

Dikutip TribunWow.com dari Metro.co.uk, Jumat (18/6/2021), WHO berencana membuat kampanye anti minuman berakohol untuk perempuan yang memasuki masa subur, terlepas mereka berniat untuk hamil atau tidak.

Sebab, minuman berakohol sangat berisiko merusak bayi di dalam rahim.

Baca juga: WHO Sebut Vaksin Sudah Efektif untuk Lawan Varian Covid-19, namun Perjalanan Luar Negeri Belum Aman

Langkah ini dapat berarti bahwa jutaan wanita di seluruh dunia diperintahkan untuk tidak minum minuman berakohol selama beberapa dekade dalam hidup mereka.

"Perhatian yang tepat harus diberikan untuk pencegahan inisiasi minum di kalangan anak-anak dan remaja, pencegahan minum di kalangan wanita hamil dan wanita usia subur, dan perlindungan orang dari tekanan untuk minum, terutama di masyarakat dengan tingkat tinggi," tulis dalam dokumen WHO.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kerusakan dapat dilakukan pada janin dengan minum alkohol selama beberapa minggu pertama kehamilan, ketika banyak wanita mungkin belum tahu bahwa mereka hamil.

Oleh karena itu, bos WHO merekomendasikan siapa pun yang mencoba hamil untuk menghindari semua alkohol selama periode itu.

Selain itu, wanita tidak boleh minum lebih dari 14 botol alkohol dalam seminggu.

Baca juga: WHO Klasifikasikan B1617 dari India sebagai Varian Covid-19 yang Jadi Perhatian Dunia

Ini setara dengan sekitar enam liter bir atau 10 gelas kecil atau anggur dan sama dengan panduan untuk pria.

Matt Lambert, kepala eksekutif Portman Group, pengatur pelabelan alkohol, mengatakan WHO telah 'melampaui kewenangan mereka'.

"Kami sangat prihatin dengan WHO yang menyerukan negara-negara untuk mencegah minum di antara wanita usia subur dalam rencana aksi terbaru mereka," kata Matt Lambert kepada Telegraph.

"Selain menjadi seksis dan paternalistik, dan berpotensi membatasi kebebasan sebagian besar wanita, itu melampaui kewenangan mereka dan tidak berakar pada sains," tutupnya. (TribunWow.com/Atri WM)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved