Breaking News:

Vaksin Covid

Sempat Terhambat, Pengiriman Vaksin Covid-19 AstraZeneca Kembali Diedarkan di Asia Tenggara

AstraZeneca saat ini sedang memfokuskan pengiriman untuk negara-negara di Asia Tenggara.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Terbaru, AstraZeneca saat ini sedang memfokuskan pengiriman untuk negara-negara di Asia Tenggara, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNWOW.COM - AstraZeneca saat ini sedang memfokuskan pengiriman untuk negara-negara di Asia Tenggara.

Dikutip TribunWow.com dari Channelnewsasia, Kamis (10/6/2021), AstraZeneca memastikan pasokan vaksin Covid-19 akan dipasok secepat mungkin.

Sebelumnya pabrik AstraZeneca yang berada di Thailand sempat menunda pengiriman.

Seorang pasien dialisis ginjal Brian Pinker (82) menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca.
Seorang pasien dialisis ginjal Brian Pinker (82) menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin Covid-19 buatan Oxford-AstraZeneca. (PA Media via BBC Indonesia)

Baca juga: Joe Biden Berikan Bir Gratis pada Warga Amerika yang Telah Menerima Vaksin Covid-19, Ini Tujuannya

Sementara itu, Malaysia dan Taiwan akan menjadi kawasan baru untuk pengiriman pada minggu ini.

"Distribusi ke negara-negara Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia, akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang," kata perusahaan itu melalui email kepada Reuters.

"Kami bekerja sama dengan masing-masing pemerintah terkait untuk memasok vaksin Covid-19 secepat mungkin," kata pernyataan AstraZeneca.

Rencana distribusi AstraZeneca di Asia Tenggara bergantung pada 200 juta dosis yang dibuat oleh Siam Bioscience, perusahaan milik raja Thailand yang pertama kali membuat vaksin.

Pertanyaan tentang pencapaian target produksi Siam Bioscience sensitif karena Raja Maha Vajiralongkorn adalah pemilik tunggalnya.

Baca juga: Pimpinan DPR Dapat Kabar Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021 karena Vaksin Sinovac: Jadi Pelajaran

Sementara menghina monarki Thailand adalah kejahatan yang dapat dihukum hingga 15 tahun penjara.

Siam Bioscience pada Januari mengatakan memiliki perkiraan kapasitas produksi 200 juta dosis per tahun, rata-rata 15-20 juta dosis per bulan.

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved