Tekini Daerah
Bayi yang Diduga Dicovidkan RSUD Pirngadi Meninggal, Keluarga Sempat Emosi Karena Hal Ini
Berita duka datang dari seorang bayi yang diduga dicovidkan RSUD Pirngadi kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Berita duka datang dari seorang bayi yang diduga dicovidkan RSUD Pirngadi kota Medan, Provinsi Sumatera Utara.
Diketahui bayi bernama Khayra Hanifah Al Maghfirah itu mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (10/6/2021) sekitar pukul 08.00 WIB.
Dikutip dari Tribun Medan pada Kamis (10/6/2021), menurut informasi keluarga korban, saat ini pihak keluarga sedang mengurus pemakaman bayi berjenis kelamin perempuan tersebut.
Baca juga: Viral Video Pasien di Medan Diduga Diberi Tabung Oksigen Kosong, Pihak RS: Itu Tidak Benar
Baca juga: 78 Warga Positif Covid-19 seusai Ikuti Takziah, 1 RT di Karangsari Kendal Lockdown, Ini Kronologinya
"Iya, tadi sekira jam 08.00 WIB meninggal dunia. Saat ini jenazahnya masih di rumah duka," kata Nisa, kerabat korban, Kamis (10/6/2021).
Nisa mengatakan, bahwa bayi tersebut akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) kawasan Sei Sekambing Medan yang ada di dekat kampus Panca Budi.
"Rencananya hari ini jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman umum kawasan Sei Sekambing Medan yang ada di dekat kampus Panca Budi," kata Nisa.
Keluarga Sempat Emosi
Sebelumnya, keluarga sempat emosi terhadap pihak RSUD Pirngadi Kota Medan.
Pasalnya, pihak rumah sakit dianggap lalai saat hendak menangani bayi tersebut.
Peristiwa tersebut diceritakan Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala yang juga sempat mendampingi keluarga korban.
Saat itu, keluarga membawa bayi tersebut ke RSUD Pirngadi pada Senin (7/6/2021).
Diketahui bayi tersebut adalah pindahan dari rumah sakit swasta.
Saat itu korban gagal dioperasi karena rumah sakit kehabisan stok infus.
"Itu ceritanya dirujuk ke rumah sakit Pirngadi. Dijadwalkan tadi malam operasi dan sudah dimasukkan ke ruangan dari pukul 22.00 WIB," kata Rajudin Sagala, Rabu (9/6/2021).
"Tetapi sampai pukul 12.30 WIB itu tidak jadi, karena ada alatnya yang tidak tersedia."
Padahal saat itu sang anak sangat memprihatinkan kondisinya.
Kekesalan kelurga ditambah saat mendapati dokter yang harusnya mengoperasi bayi malang tersebut ternyata tidak ditempat.
"Setelah dicek oleh keluarga pasien, ternyata dokter yang mengoperasi itu tidak datang-datang. Nah, itu persoalannya pertama," kata dia.
Permasalahan baru muncul ketika bayi tersebut sempat dinyatakan Covid-19 oleh petugas medis secara lisan.
Namun setelah dites swab ternyata bayi tersebut negatif Covid-19.
Setelah mengetahui hal tersebut, sontak keluarga langsung marah.
Pihaknya juga menyayangkan terhadap sikap rumah sakit yang dinilai tidak memiliki solusi terhadap bayi tersebut.
"Setelah tidak jadi operasi, pihak rumah sakit juga enggak ada solusi. Entah dirujuk ke rumah sakit lain pun tidak ada," ujarnya.
Bahkan saat mengunjungi bayi tersebut di ICU pada Selasa (8/6/2021), Rajudin sempat berkomunikasi dengan direktur RSUD Pirngadi Medan.
Diketahui, akhirnya keluarga meninggalkan RSUD Pirngadi.
"Saat ini keluarga sudah keluar dari RSUD Pirngadi dan mereka minta status medisnya tapi enggak dikasih."
"Padahal itu kan fungsinya kalau mau merujuk ke rumah sakit lain penting status medis terakhir biar bagus ditangani," sebutnya.
Tanggapan Humas RSUD Pirngadi Medan
Humas RSUD Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin membenarkan kasus bayi yang sengaja dicovidkan tersebut adalah tempatnya bekerja.
Dikutip dari Tribun Medan pada Rabu (9/6/2021) hanya saja Edison mengaku belum menerima kronologinya ketika diminta keterangan lebih lanjut.
"Nanti ya, belum ada sama saya kronologisnya. Mungkin besok dikasih sama saya, baru bisa dijawab," kata Edison, Rabu (9/6/2021).
Saat disinggung perihal fasilitas yang tidak lengkap saat peristiwa tersebut, Edison mengaku belum tahu.
"Kalau itu belum tahu. Makanya kutanya dulu. Besok lah ya," kata Edison
Edison hanya mengatakan, pasien tersebut sudah tidak ada lagi di RSUD Pirngadi.
Dirinya mengatakan bahwa pasien pulang atas permintaan sendiri.
"Sudah ditanda tangani orangtuanya untuk setuju pasien pulang," katanya.
(TribunWow.com/Krisna)
Berita terkait Covid-19
Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Medan dengan judul BREAKING NEWS Innalillahi, Bayi yang Diduga Dicovidkan RSUD Pirngadi Meninggal Dunia dan Humas RSUD Pirngadi Akui Ada Kasus Bayi Diduga Sengaja Dicovidkan Tim Medis