Breaking News:

Terkini Daerah

Anak SD Kepergok Cabuli Bocah Usia 6 Tahun, Ngaku Terpengaruh Film Porno yang Diberi Siswa SMP

Siswa sekolah dasar (SD) kepergok saat melakukan pencabulan terhadap bocah berusia enam tahun.

Editor: Mohamad Yoenus
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi pencabulan terhadap anak di bawah umur. Siswa sekolah dasar (SD) kepergok saat melakukan pencabulan terhadap bocah berusia enam tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur. 

TRIBUNWOW.COM - Siswa kelas empat sekolah dasar (SD) kepergok saat melakukan pencabulan terhadap bocah berusia enam tahun.

Aksi memilukan ini terjadi di di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Pelaku mengaku nekat mencabuli korban lantaran terpengaruh film dewasa yang diperlihatkan kepadanya.

Baca juga: Ngaku Pulang ke Rumah Mertua seusai Cabuli Muridnya, Begini Nasib Guru Ngaji Cabul Asal Penjaringan

Tak hanya itu, seorang saksi mata yang masih berusia 12 tahun, juga mencoba melakukan aksi pencabulan terhadap korban.

Akan tetapi, aksi itu gagal lantaran ketahuan oleh kakak korban.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika melalui Kanit PPA Aipda Maria Roslin Djawa kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (8/6/2021).

Maria mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, pelaku melakukan aksi tak senonoh tersebut karena sebelumnya pelaku menonton film dewasa yang dikasih nonton oleh salah seorang siswa SMP.

"Dari hasil penyelidikan kami mereka melakukan ini karena sebelumnya mereka menonton video dewasa porno yang dikasi nonton oleh anak SMP," ungkapnya.

Menurut pengakuan dari siswa SMP tersebut, kata Maria bahwa, video dewasa itu didapat dari salah salah seorang tukang yang bekerja di Puskesmas Boba.

Diberitakan Pos Kupang sebelumnya, seorang bocah kelas empat SD berinisial V melakukan pelecehan terhadap seorang anak berinisial M (6) di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada.

Karena pelaku V (10) masih dibawah umur, maka pelaku tidak ditahan.

Kasus tersebut merupakan kasus baru yang ditangani oleh Polres Ngada karena antara pelaku dan korban sama-sama masih dibawah umur.

Kasat Reskrim Polres Ngada, Iptu I Ketut Rai Artika melalui Kanit PPA Aipda Maria Roslin Djawa mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 12 Mei 2021 yang lalu.

Kasus yang baru pertama kali terjadi di Polres Ngada tersebut baru dilaporkan oleh ibu kandung korban pada tanggal 19 Mei 2021.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved