Tekini Daerah
Detik-detik Driver Ojol Jadi Korban Begal di Sukoharjo, Ngaku Masih Trauma: Saya Berusaha Melawan
Dada Yadi sesak saat mengenang peristiwa pembegalan yang menimpa dirinya pada Selasa (8/6/2021) di kawasan Duwet, Baki, Sukoharjo.
Penulis: Yonatan Krisna Halman Tri Santosa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNSWOW.COM - Korban begal di kawasan Duwet, Baki, Sukoharjo pada Selasa (8/6/2021) mengaku dadanya sesak saat mengenang kejadian tidak mengenakkan tersebut.
Sang korban, Yadi Raharjo (60) akui dirinya masih trauma pasca dibegal dan ingin beristirahat sejenak dari pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online (ojol).
Yadi pun menceritakaan kejadian yang dialaminya pada dini hari tersebut.
Baca juga: Dapat Bantuan Motor Baru, Kakek Driver Ojol Korban Begal di Sukoharjo Ngaku Masih Trauma
Saat itu Yadi mendapat orderan dari seorang penumpang yang ternyata adalah si pelaku dan meminta diantar ke Baki, Sukoharjo.
Pelaku tersebut memesan ojol dengan cara offline karena saat itu pelaku tidak memiliki aplikasi.
"Dia bilang minta tolong untuk diantar ke sana tapi tidak punya aplikasi di ponselnya," kata dia seperti dikutip TribunWow.com dari Tribun Solo, Rabu (9/6/2021).
Saat di perjalanan, pelaku dan korban sempat mengobrol.
"Selama di perjalanan itu pun kami sempat ngobrol," ucapnya.
Ketika sampai di Daleman yang tidak jauh dari lokasi, pelaku meminta korban putar balik karena tempat itu bukan tujuannya.
Saat tiba di tengah sawah, pelaku membekap erat korban, hingga korban terjatuh karena tak bisa mengatur kecepatan kendaraannya.
Saat membekap pelaku juga berupaya untuk melukai mata yadi.
Beruntung helm yang digunakan Yadi tidak dikancingkan, karena jika iya, Yadi berpendapat bahwa dirinya akan dicekik.
"Saya berusaha untuk melawan agar mata saya enggak dilukai. Beruntung juga helmnya tidak saya kancingkan, kalau dikancing bisa-bisa saya tercekik," tuturnya.
Baca juga: Kronologi Driver Ojol Dibegal di Sukoharjo, Berawal Dapat Order Malam-malam secara Offline
Pelaku lalu menjepit badan korban dan meminta handphone, sepeda motor dan uang yang dibawa korban.
"Dalam keadaan jatuh itu dia mengancam saya kalau enggak memberi motor, ponsel, dan dompetnya akan dibunuh," aku dia.
"Ya sudah saya berikan saja, karena saat dijepit badan saya lemas sekali," jelasnya.
Setelah mendapatkan keinginannya, pelaku kabur sembari membawa motor korban dan uang sebesar Rp 900 ribu milik korban.
"Itu motor saya beli 2014 dan dia juga membawa uang saya yang ada di dompet berjumlah sekitar Rp 900 ribu," ujarnya.
Yadi pun menjelaskan ciri-ciri pelaku saat itu.
Sepintas dirinya mengingat, pelaku tersebut tergolong masih muda dan memiliki postur tubuh yang berisi serta tidak terlalu tinggi.
Sedangkan untuk wajah pelaku, Yadi tidak bisa mengingatnya karena saat itu pelaku menggunakan masker, ditambah keadaan saat itu sangat minim penerangan.
"Cuma itu sekilas yang saya lihat pas kejadian dibegal," kata dia.
"Kan kejadiannya dini hari tadi, dia juga pakai masker sehingga tidak terlalu jelas wajahnya seperti apa."
Baca juga: Oknum Polisi Jadi Jambret di Beberapa Lokasi, Hasil Dipakai Buat Beli Miras dan Foya-foya
Dapat Sepeda Motor Baru
Meski masih ada rasa trauma dirinya, Yadi merasa senang setelah seseorang yang tidak ingin disebutkan identitasnya memberikan Yadi sepeda motor baru.
Sepeda motor baru yang bermerk Yamaha Mio GT tersebut tiba di kediaman Yadi pada Selasa (8/6/2021) pukul 16.00 WIB.
"Alhamdulillah ada orang yang berbaik hati sudah memberi saya sepeda motor Yamaha Mio Soul GT ini," ujar warga Ngabean Timur, Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
"Tadi langsung dianter oleh orang dealernya, setelah menyerahkan surat dan kunci motor, mereka langsung perg."
Kini Yadi bisa tersenyum lebar usai mendapat sepeda motor baru tersebut. (TribunWow.com/Krisna)
Sebagian artikel ini telah diolah dari Tribun Solo dengan judul Kakek Driver Ojol yang Dibegal Nasibnya Berubah 360 Derajat, Tak Ada 24 Jam Dapat Bantuan Motor Baru dan Driver Ojek Ungkap Postur Pelaku Begal di Sukoharjo : Tak Terlalu Tinggi, Badan Berisi & Masih Muda