Terkini Daerah
Sosok Satpam Pembunuh Wanita di Menteng, Pernah Jadi Jambret dan Sempat Niat Bunuh 4 Perempuan Lain
Teka-teki pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan tanpa busana berinisial IW di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Teka-teki pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan tanpa busana berinisial IW di sebuah hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap.
Pelaku rupanya adalah AA (24), seorang satpam bank.
Sebelum membunuh teman kencannya itu, AA sempat mengajak korban untuk berhubungan badan.

Baca juga: Sakit Hati Tak Dipinjami Uang, 2 Wanita Ini Bunuh Seorang Ibu, Dibuat Seolah Bunuh Diri
Di hadapan polisi, AA mengaku selain membunuh korban, dirinya juga sempat berniat membunuh empat perempuan lain yang ia kenal lewat aplikasi MiChat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Metro Jakarta Pusat, Minggu (30/5/2021), AA tampak tertunduk lesu dan mengaku baru kali ini ia membunuh orang.
Sebelumnya, kejahatan lain yang pernah ia lakukan adalah menjambret.
"Kasus pembunuhan saya baru pertama kali," ucap AA.
Aa mengaku uang hasil jambret ia gunakan untuk bermain judi hingga membayar utang,
"Untuk penjambretan itu saya terinsprirasi kerena cicilan motor, terus pas korbannya lagi main HP saya jambret," kata AA.
"Setelah itu uangnya saya buat untuk main judi, bayar utang, sama kebutuhan," imbuhnya.
Merasa tak cukup hanya dengan menjabret, AA kemudian menyusun rencana untuk merampas uang dari wanita yang ia temui di aplikasi Michat.
"Setelah beberapa bulan saya mencoba main Michat dengan motif ingin mengambil barang korban," imbuhnya.
Setelah berkomunikasi dengan IW, AA sepakat untuk membayar wanita asal Pekalongan, Jawa Tengah itu sebesar Rp 500 ribu sekali kencan.
AA mengaku ia dan IW lalu bertemu di hotel di Menteng.
Saat sedang berhubungan badan dengan IW, AA lalu kepikiran untuk menghabisi nyawa wanita itu.
Ia mengatakan berniat membunuh IW, agar tak terjadi keributan saat menguras harta korban. "Setelah itu saya main," ucap AA.
"Saya berpikir pasti bakal ada keributan, saya lalu berniat ngebunuhnya supaya tidak ketahuan apa rencananya saya," imbuhnya.
Niat Habisi Empat Teman Kencan Lainnya
AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan empat wanita itu dikenal AA dari aplikasi MiChat.
"Dari hasil penyelidikan, di hari yang sama ternyata pelaku menargetkan 4 orang. Calon korban dari aplikasi Michat," kata Teuku Arsya.
Akan tetapi calon korban pertama dan kedua bernasib baik, mereka lolos dari aksi jahat AA.
"Akan tetapi dari dua calon korban pertama, tidak jadi terlaksana karena tidak ada kesepakatan," imbuhnya.

Setelah itu, AA kemudian menemui IW di hotel di Menteng, lalu terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut.
Arsya mengatakan seusai membunuh IW, AA sebenarnya berniat menemui calon korban ke empat. Namun hal tersebut batal, lantaran AA kadung merasa ketakutan.
"Akhirnya tersangka mendatangi korban dan terjadi tindak pidana ini," ucap Arsya.
"Bahkan setelah tersangka melakukan tindakan pidanannya, tersangka sempat berpikir melakukan lagi ke calon korban keempat,"
"Akan tetapi tersangka pada saat itu tersangka dalam kondisi cukup panik, ada upaya untuk menghilangkan arang bukti, sehingga tidak terjadi tersangka menemui calon korban keempat," imbuhnya.
Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan belum dapat memastikan apakah ketiga calon korban AA, memiliki profesi yang sama dengan IW, yakni membuka layanan kencan berbayar.
"Kita tidak bisa memastikan itu sama profesinya," katanya.
Diwartakan sebelumnya Setyo Koes Heriyatno mengatakan, korban dihabisi saat bersetubuh dengan pelaku bernama Aldi Ardiansyah.
"Kejadian ini bermula dari keinginan melampiaskan nafsu dengan bantuan aplikasi MiChat untuk mendapatkan jasa layanan seks," ucapnya, Minggu (30/5/2021).
Baca juga: Terbongkar Motif Sekuriti Bank Bunuh Wanita Tanpa Busana di Hotel, Diduga Sempat Berhubungan Badan
Setyo menjelaskan, pelaku Aldi Ardiansyah sejak awal memang sudah berencana mencuri barang milik korban.
Pelaku pun hanya membawa uang tunai Rp250 ribu, padahal tarif sekali kencang yang disepakati sebelumnya Rp500 ribu.
"Ternyata tersangka sudah berencana mengambil barang milik korban yang kemudian harus membuat korban meregang nyawa," ujarnya.
Pelaku yang diketahui berprofesi sebagai security di sebuah perusahaan ini pun menghabisi nyawa IWA dengan cara mencekiknya.
Tak hanya sekali, IWA dicekik dua kali oleh pelaku hingga akhirnya meregang nyawa.
Kemudian, pelaku pun menggasak ponsel dan uang tunai milik korban.
"Barang bukti sudah ada yang digadaikan," kata Setyo.
Pelaku menyebut, uang hasil kejahatannya itu telah digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya.
"Uangnya saya gunakan untuk judi online, bayar utang, dan makan," tuturnya.
Menurutnnya, sewaktu korban bersih-bersih setelah memberikan layanan kepada AA, disitulah pelaku mencekik leher korban.
Polisi menjelaskan, sosok pelaku sempat sulit dilihat dari CCTV lantaran posisinya yang tidak terlalu jelas dan tidak menghadap ke kamere.
Rupanya hal tersebut merupakan bagian dari rencana AA.
Ia sengaja untuk tidak menunjukan diri secara jelas pada CCTV untuk menyulitkan pencarian.
Pelaku yang berprofesi sebagai sekuriti di bank swasta ini menjadikannya waspada pada CCTV saat masuk dan keluar hotel.
Seolah sudah mengetahui letak CCTV, pelaku pun berusaha menghindari sorotan CCTV.
"Dia sudah tahu titik-titik CCTV dan menghindarinya," ungkap Setyo.
Incar Uang Korban
Terungkap motif AA (23) pelaku pembunuhan wanita tanpa busana di Hotel Dreamtell, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/5/2021).
Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, AKP Paksi Eka mengatakan, AA yang bekerja sebagai sekuriti di bank swasta baru pertama kali bertemu dengan korban.
AA mengenal korban melalui aplikasi MiChat.
Setelah berkomunikasi, AA kemudian membuat janji bertemu dengan korban di sebuah hotel.
"Pelaku bekerja sebagai sekuriti bank swasta," kata Paksi, sapaannya, saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5/2021).
"Kalau komunikasi awal melalui MiChat," ujar Paksi.
Pertemuan tersebut rupanya membawa petaka bagi korban. AA tega mengakhiri nyawa korbannya, Ida Wasila Anata (31) dengan cara mencekik lehernya.
Motif AA menghabisi nyawa wanita ini lantaran mengincar uangnya untuk menutupi utang.
"Pelaku mencekik leher korban sehingga tewas karena mengincar uangnya. Pelaku banyak utang. Sampai jutaan," kata Paksi.
Dikatakan Paksi, pelaku telah menggasak uang korban senilai Rp600 ribu dan dua smartphone. (*)
Berita terkait Pembunuhan
Artikel ini tayang di Tribunnews.com dengan judul Satpam Bank yang Bunuh Wanita di Menteng Pernah Jadi Jambret, Kencan Banyak Cewek di Aplikasi Michat, dan di TribunJakarta.com dengan judul Setelah Bunuh Wanita Tanpa Busana di Menteng, Satpam Bank Berniat Habisi Korban Lainnya Namun Batal