Terkini Nasional
Tak Diinginkan Jadi Koalisi PDIP di Pemilu 2024, Demokrat Sindir Kekalahan Megawati Lawan SBY
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP tidak ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat pada pemilu 2024
Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan PDIP tidak ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat pada pemilu 2024 karena memiliki basis yang berbeda.
Hal tersebut disampaikan Hasto dalam diskusi dari bertajuk 'Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi menuju 2024' yang digelar Para Syndicate pada Jumat (28/5/2021).
Dikutip dari Tribunnews.com, menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mengatakan wajar jika PDIP tidak ingin berkoalisi dengan Partai Dmeokrat.
Baca juga: PDIP dan Partai Demokrat Tak Mau Saling Berkoalisi, Andi Arief: Sama Saja Bunuh Diri Politik
Andi menyebut demikian karena menurutnya ada fakta di masa lalu bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pernah kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan kader Partai Demokrat.
Seperti diketahui Megawati dan SBY sama-sama mengikuti pemilihan presiden pada tahun 2004 dan 2009.
Keduanya dimenangkan oleh SBY yang menjadi presiden selama dua periode.
"Persoalan sesungguhnya itu karena PDIP dua kali berhadapan kader Demokrat yaitu SBY selalu mengalami kekalahan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).
Lebih jauh Andi Arief mengatakan bahwa PDIP dapat memenangkan Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 bukan karena kader utama PDIP.
Baca juga: Respons Ketua DPC PDIP Solo soal Polemik Pencapresan Ganjar: Semua Tegak Lurus ke Ketua Umum
Andi Arief mengatakan demikian dalam arti Joko Widodo (Jokowi) bukanlah kader yang dididik di PDIP sejak lama.
"Jauh lebih lama Puan Maharani ataupun Megawati sendiri. Jokowi sebagai kader kost di PDIP pun bukan mengalahkan kader Demokrat," jelasnya.
Kader Demokrat tersebut juga menyinggung kepemimpinan Jokowi yang disebut tidak lebih baik dibanding SBY.
"Bahkan prestasi dalam menjabat kita bisa saksikan jauh lebih baik di zaman kader Demokrat menjadi presiden hampir di semua bidang," tambahnya.
Sebelumnya, Hasto menyebut partainya hanya membuka kemungkinan berkoalisi dengan Partai Gerindra, PPP, PKB, serta PAN.
Baca juga: Ditanya soal Konflik Partai Demokrat di Tengah-tengah Konpers, Begini Reaksi Moeldoko
Menurutnya partai yang dia sebut itu memiliki kesamaan ideologi dengan PDIP.
Untuk PKS dan Partai Demokrat, Hasto menyebut telah menutup pintu koalisi karena perbedaan ideologi.