Viral Medsos
Fakta Viral Video Pasien Meninggal Diduga Diberi Tabung Oksigen Kosong, Ini Klarifikasi Pihak RS
Viral video yang memperlihatkan kemarahan keluarga pasien karena sang ibu meninggal dunia diduga karena diberi tabung oksigen kosong. Ini faktanya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sebuah video yang memperlihatkan kemarahan keluarga pasien karena sang ibu meninggal dunia diduga karena diberi tabung oksigen kosong viral di media sosial.
Dikutip dari Tribun Medan, peristiwa itu terjadi di RS Pirngadi Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/5/2021).
Pria yang belakangan diketahui bernama Rawi itu mengamuk lantaran ibunya terbaring dengan kondisi kritis sesak napas.
Baca juga: Viral Video Tersebar di WhatsApp Video Remaja Setengah Tak Berbusana, Terdengar Kata: Sini 200
Ia berteriak meluapkan kemarahannya karena tabung oksigen yang diberikan kepada sang ibu ternyata tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Tampak juga pasien mengalami kesulitan bernapas.
Belakangan diketahui, pasien bernama Komla (59) itu akhirnya meninggal dunia.
Rawi mengisahkan, ibunya mengidap sakit diabetes dan berada di RS Pringadi Medan hampir seminggu.
Sebelum dibawa ke RS Pringadi, Komla sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta.
Kakinya mengalami luka dan sulit disembuhkan.
Karena fasilitas di rumah sakit itu kurang memadai, keluarga Rawi memutuskan untuk membawa pulang dan merawat di rumah dengan pengobatan herbal.
"Sakit gula. Gula tinggi, jadi kakinya luka. Lalu busuk. Sempat kami bawa juga ke rumah sakit. Katanya sudah busuk lukanya, dikikis juga. Dokter bilang kita buang yang enggak bisa lagi," jelas Rawi.
Baca juga: Fakta Viral Uang Koin Bisa Menempel di Bekas Suntikan Vaksin Covid-19, Ini Penjelasan Epidemiolog
Beberapa waktu berselang, Rawi kemudian memutuskan untuk merujuk ibunya ke RS Pringadi agar bisa mendapatkan pelayanan lebih baik.
"Begitu masuk Pirngadi, diperiksa UGD dan periksa lainnya. Lalu dibawalah untuk dirawat inap," ujarnya.
Keluarga Rawi mulai gelisah karena ibunya yang sempat dipasang infus di UGD namun ketika dipindahkan ke ruangan tak lagi diberikan cairan infus.
"Baru pindah ruangan infus enggak dipasang, sementara di UGD dipasang. Dan, kondisinya lemas," katanya.