Terkini Nasional
Data Peserta BPJS Kesehatan Bocor, Siapa Sosok Kotz yang Klaim Punya Jutaan Data Penduduk Indonesia?
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakui adanya kebocoran data penduduk yang dapat diakses secara umum.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengakui adanya kebocoran data penduduk yang dapat diakses secara umum.
Data tersebut dicuri dan diperjualbelikan oleh akun bernama Kotz melalui situs Raid Forums.
Adapaun data yang diperjual belikan tersebut diduga berasal dari data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Baca juga: Rekam Jejak Situs Raidforums: Dulu Bocorkan Data Tokopedia, Kini Giliran BPJS Kesehatan
Baca juga: Apa Itu Raid Forums? Tempat Ditawarkannya 100 Ribu Data Peserta BPJS Kesehatan secara Gratis
Pihak Kominfo langsung melakukan penyelidikan dan mendapati ada 102 ribu data yang bocor.
Sementara itu, terkait akun Kotz yang menjual data tersebut Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi menyebutnya sebagai reseller.
Sang pemilik akun belum tentu merupakan sosok yang telah menjebol data milik pemerintah.
Ia bisa saja hanya menjual setelah membeli langsung dari pihak lain.
"Kalau boleh disampaikan secara lebih detail hasil investigasi Kominfo, itu memang yang namanya Kotz adalah reseller," kata Dedy Permadi dilasir kanal YouTube KompasTV, Sabtu (22/5/2021).
"Dia pembeli sekaligus penjual, kalau kita menelusuri jejak digital yang selama ini ada."
"Jadi dia membeli kemudian menjual kembali, dia bisa saja menjadi hackernya sekaligus tetapi bisa saja juga bukan."
Dedy menyebutkan bahwa Kotz menggunakan tiga situs pembagi data agar orang dapat mengunduh data tersebut.
"Kami mengidentifikasi lebih jauh bahwa Kotz itu menggunakan setidaknya tiga tautan file sharing untuk mendownload data tersebut," ujar Dedy Permadi.
"Yang pertama ada bayfiles.com, mega.nz, dan anonfiles.com."
Namun, Kominfo telah berupaya agar data tersebut tak bisa lagi diakses dengan melakukan pemblokiran.
Dedy mengklaim bahwa saat ini pihak yang ingin mengunduh dari situs tersebut sudah tak bisa mengakses data yang dijula oleh Kotz.
"Dari ketiga file sharing tersebut kita telah melakukan takedown atau pemutusan akses terhadap link di mana orang bisa mengunduh," ungkap Dedy Permadi.
"Dengan cara memblokir atau memutus akses link file sharing itu, diharapkan kebocoran lebih dalam akan bisa diantisipasi."
"Dan itu sudah dilakukan Kominfo tadi malam kemudian sudah diblokir sejak tadi pagi."
"Sehingga, saat ini kalau kita cek tautan untuk mendowload data tersebut dari tiga website yang saya sebutkan itu sudah tidak bisa."
Baca juga: 279 Juta Data Penduduk Indonesia Diduga Bocor, Polri akan Periksa Dirut BPJS Kesehatan soal Hal Ini
Baca juga: Kata Pakar Keamanan Siber soal Data BPJS Kesehatan yang Bocor di Raidforums: Sudah Dicek, Valid
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 10.28:
Data Peserta BPJS Kesehatan Disebarkan Melalui 3 Link
Seorang netizen dengan nama akun 'Kotz' mengklaim memiliki 279 juta data penduduk Indonesia yang ia jual lewat forum online bernama Raid Forums.
Berdasarkan penelusuran seorang warganet Twitter, akun yang dijual Kotz diklaim berasal dari data peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Berdasarkan hasil penyelidikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah terkonfirmasi ada 100 ribu 2 data peserta BPJS Kesehatan yang memang dibocorkan oleh Kotz.
Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kominfo, Dedy Permadi dalam tayangan YouTube Kompastv, Jumat (21/5/2021).
100 ribu data tersebut adalah bagian dari 1 juta data gratis yang diberikan oleh Kotz sebagai sampel kepada pelanggan yang berminat membeli total 279 juta data penduduk Indonesia yang diklaim bocor oleh Kotz.
"100 ribu 2 data pribadi ini, diduga kuat berasal dari data BPJS Kesehatan," jelas Dedy.
Dedy menyampaikan ada tiga link atau tautan yang digunakan oleh Kotz untuk menyebar 100 ribu data peserta BPJS tersebut secara gratisan.
"Kotz menjual di Raid Forums dan menggunakan 3 tautan untuk mengunduh data pribadi tersebut," papar Dedy.
Berikut adalah tiga link yang digunakan oleh Kotz untuk menjual data tersebut:
1. bayfiles.com
2. mega.nz
3. anonfiles.com
Kominfo telah mengambil tindakan untuk memblokir dua dari tiga tautan itu yakni bayfiles dan mega.nz.
Sampai saat ini, Kominfo juga mendesak keras agar anonfiles.com menghapus konten data peserta BPJS Kesehatan yang ada di websitenya.
Selain langkah pemblokiran, Kominfo terus melakukan investigasi pendalaman kebocoran data ini.
"Pertama, pada hari ini Kementerian Kominfo akan memanggil direksi BPJS Kesehatan untuk menyampaikan penjelasan terkait dengan dugaan kebocoran data ini," kata Dedy.
"Kami akan sampaikan hasil dari investigasi tersebut setelah ada perkembangan lebih lanjut."
Dedy memastikan, pelaku pembocoran data yang menggunakan nama Kotz pasti akan dihukum, meskipun yang bersangkutan tidak berada di Indonesia.
"Perlu dicatat bahwa siapapun pelaku dari pembocoran data pribadi ini, baik berada di dalam Indonesia maupun di luar negeri, ia tetap dapat dijerat oleh produk hukum Indonesia, karena Undang-Undang ITE bersifat ekstrateritorial," tegas Dedy.
Terkait keaslian 279 juta data, Dedy menyatakan Kominfo belum bisa memastikan karena masih terus melakukan investigasi. (TribunWow.com/ Via/ Anung)