Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Pemimpin Hamas Surati Presiden Jokowi, Minta Indonesia Turun Tangani Konflik dengan Israel

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (18/5/2021).

YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (18/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengirim surat pada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (18/5/2021).

Dilansir TribunWow.com, dalam suratnya, Haniyeh meminta Jokowi menggalang dukungan untuk menghentikan serangan brutal Israel yang telah menewaskan ratusan warga Palestina.

Indonesia diminta menggalang dukungan dari negara Arab dan negara lainnya untuk mengakhiri agresi militer Israel di Jalur Gaza.

"Kami meminta Anda untuk bertindak segera, dan untuk memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional, untuk mengambil posisi yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan segera mengakhiri agresi dan teror yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap Jalur Gaza yang terkepung," tulis Hayes dalam suratnya.

Warga Palestina mengecek rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel, Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza.
Warga Palestina mengecek rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel, Kota Rafah, bagian selatan Jalur Gaza. (Said Khatib/AFP)

Baca juga: Nasib 5 Warga Indonesia yang Hina Palestina, Dipenjara hingga Diviralkan Melly Goeslaw

Baca juga: Pria di Gaza Gambarkan Momen Mengerikan Serangan Drone Israel, Ajak Istri yang Hamil Melarikan Diri

Dikutip dari Anadolu Agency, Haniyeh mendorong diakhirinya kekerasan terhadap warga Palestina.

Haniyeh menyinggung ancaman penggusuran warga Palestina di Sheikh Jarrah, diskriminasi sosial hingga Yudaiisasi.

Haniyeh berharap Indonesia di tangan Jokowi bisa menyatukan dukungan internasional untuk meminta Israel mundur dari Al Aqsa.

"Semoga Tuhan menjaga dan mengaruniakan kesuksesan, dan untuk persaudaraan Indonesia kemajuan lebih lanjut," sambungnya.

Surat ini bukanlah yang pertama dikirimkan pemimpinan Hamas pada Jokowi.

Pada 10 Mei 2021 lalu, pemimpin Hamas ini juga pernah menyurati Jokowi dan meminta sang presiden menyatukan kekuatan umat Islam melawan kekerasan Israel selama bulan Ramadhan.

Baca juga: Benjamin Netanyahu Klaim Israel Berhasil Membuat Hamas Mundur Bertahun-tahun di Gaza

Baca juga: Paus Fransiskus Mengecam Tindakan Kekerasan yang Dilakukan Israel untuk Palestina

Momen Serangan Drone Israel

Seorang pria pekerja di Gaza menceritakan momen menakutkan serangan drone, pesawat tak berawak dari Israel.

Dikutip TribunWow.com dari Metro.co.uk, pria bernama Yousef Hammash (29) itu bahkan harus melarikan diri dari apartemen bersama sang istri yang hamil 8 bulan, Selasa (18/5/2021).

Yousef menjelaskan bahwa tidak ada tempat yang aman di wilayah Palestina setelah rumahnya hancur karena rudal ditembakkan ke bagian bawah blok perumahannya.

Untuk itu, Yousef beserta keluarga dan tetangganya pilih mengungsi.

Diceritakan, Yousef yang berprofesi sebagai pekerja kemanusiaan untuk Dewan Pengungsi Norwegia (NRC), baru saja hendak mandi di rumahnya pada 11 Mei 2021 pukul 18.00 sore ketika gedung lima lantai itu dihantam.

Dia khawatir serangan roket akan diikuti oleh serangan yang lebih dahsyat oleh pesawat perang dalam jenis sistem peringatan atau prekursor yang digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Baca juga: Satu-satunya Lab Covid-19 di Gaza Dihancurkan Israel, Saksi Mata: Tiba-tiba Rudal F16 Menghantam

"Serangan drone menghantam apartemen lantai pertama di bawah apartemen saya," kata Yousef.

"Saya sedang bersama istri saya yang sedang hamil dan putri saya yang berusia tiga tahun saat itu, jadi kami harus melarikan diri ke rumah orangtua saya di lingkungan yang sama, kami tidak membawa apa-apa."

"Ada banyak asap dan ada api dari sebuah toko kecil di depan gedung tempat kami tinggal."

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved