Breaking News:

Habib Rizieq Shihab

Ogah Disebut Penjahat Prokes, Rizieq Shihab Bawa-bawa Gibran hingga Jokowi: Hanya Pelanggar

Rizieq Shihab menolak disebut oleh JPU sebagai penjahat prokes karena menurutnya apa yang ia lakukan bukanlah kejahatan melainkan hanya pelanggaran.

KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD
Habib Rizieq Shihab membacakan pledoi di Sidang Kasus Kerumunan Petamburan & Megamendung, Kamis (20/5/2021). Saat membacakan pledoi, Rizieq mengungkit soal kerumunan Presiden RI Joko Widodo (kiri), di Maumere, NTT. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Pimpinan ormas terlarang Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab membawa-bawa sosok Gibran Rakabuming Raka hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika membacakan pledoi di persidangannya, Kamis (19/5/2021).

Rizieq atau Habib Rizieq Shihab (HRS) menegaskan dirinya menolakdisebut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai penjahat protokol kesehatan (prokes).

Ia lalu mengambil contoh kasus-kasus pelanggaran prokes yang ia sebut pernah dilakukan Gibran hingga sang RI 1.

Habib Rizieq Shihab membacakan pledoi di Sidang Kasus Kerumunan Petamburan & Megamendung, Kamis (20/5/2021).
Habib Rizieq Shihab membacakan pledoi di Sidang Kasus Kerumunan Petamburan & Megamendung, Kamis (20/5/2021). (YouTube Kompastv)

Baca juga: Rizieq Shihab Ungkit 1 Bulan Pertama Ditahan di Polda Metro Jaya: Seperti Tahanan Teroris

Awalnya, Riziq menggaris bawahi bahwa pelanggaran prokes tidak bisa dikategorikan sebagai kejahatan.

"Pelanggaran prokes adalah sebuah pelanggaran, bukan kejahatan," kata Rizieq.

Rizieq merasa aneh dirinya disebut sebagai penjahat prokes oleh JPU.

"Namun anehnya Jaksa Penuntut Umum karena didorong oleh syahwat mempidanakan terdakwa sebagai penjahat, maka dalam persidangan ini begitu semangat, ngotot menyebut pelanggaran prokes sebagai kejahatan prokes," kata dia.

Ia menyebut JPU menggunakan pasal-pasal yang tidak berkaitan dalam persidangan untuk menuntutnya.

Satu di antaranya adalah mengaitkan kerumunan di Petamburan dengan AD ART ormas FPI, lalu mengaitkan kerumunan di Megamendung dengan keabsahan lahan dan legalitas pesantren di sana.

Rizieq lalu menjabarkan sejumlah kasus pelanggaran prokes yang dilakukan oleh sejumlah tokoh nasional.

"Andai kata benar pendapat Jaksa Penuntut Umum bahwa pelanggaran prokes adalah kejahatan prokes, maka berarti para pelanggar prokes di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali semuanya adalah penjahat," kata Rizieq.

Pertama ia menyinggung Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

"Anak dan menantu Presiden Jokowi saat Pilkada 2020 di Solo dan Medan telah melakukan belasan kali pelanggaran prokes atau dalam istilah Jaksa Penuntut Umum disebut kejahatan prokes," papar Rizieq.

Kemudian Rizieq juga mengungkit soal anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhammad Luthfi Ali Yahya.

Tak ketinggalan, Rizieq juga menyinggung soal eks Gubernur DKI Jakarta yang kini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok yang pernah menghadiri acara pesta ulang tahun bersama Raffi Ahmad.

Selanjutnya, Rizieq juga mengungkit kerumunan akibat acara Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilakukan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Terkait Jokowi, Rizieq mengungkit kerumunan yang terjadi di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kerumunan ribuan massa tanpa prokes diulangi oleh Presiden Jokowi pada tanggal 23 Februari 2021 sambil lempar bingkisan yang juga sudah direncanakan dan disiapkan sebelumnya di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT)," kata Rizieq.

Rizieq lalu bertanya kepada JPU jika pelanggaran prokes dicap sebagai kejahatan, maka seluruh tokoh tersebut adalah penjahat yang wajib ditangkap.

"Lalu kenapa para penjahat prokes itu tidak diproses hukum dan tidak dipidanakan hingga ke pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum," kata Rizieq.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved