Breaking News:

Terkini Daerah

Anak Bunuh Ayahnya yang Tukang Mabuk, Pelaku Sebut Korban Marah Duluan: Bapak Terpengaruh Alkohol

Shandi (23) terancam 7 tahun penjara seusai menghajar ayahnya yang mabuk hingga tewas setelah sempat cekcok dengan korban.

TRIBUNJATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Shandi Kurniawan Pratama (23) terdiam saat dihadirkan pada konfrensi pers di Polrestabes Semarang. Shandi ditangkap karena menganiaya bapaknya hingga meninggal dunia. 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa hari yang lalu, warga Kota Semarang sempat dihebohkan oleh kasus seorang pria bernama Shandi Kurniawan Pratama (23) menghajar ayah kandungnya Agus Santoso (54) hingga korban tewas.

Kasus tersebut diketahui terjadi di sebuah warung makan di kompleks ruko Jalan Jalan Sriwijaya Kelurahan Tegal Sari kec Candi Sari Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/5/2021).

Peristiwa ini menuai perhatian sebab warga dan pihak keluarga justru lebih berpihak kepada pelaku dibanding korban, karena korban kerap membuat resah masyarakat semasa hidupnya.

Kondisi korban ditemukan terkapar setelah dilakukan penganiayaan oleh anaknya perukoan Jalan Sriwijaya Kelurahan Tegal Sari kec Candi Sari Kota Semarang. Korban diketahui meninggal setelah dirawat di rumah sakit, pada Senin (17/5/2021).
Kondisi korban ditemukan terkapar setelah dilakukan penganiayaan oleh anaknya perukoan Jalan Sriwijaya Kelurahan Tegal Sari kec Candi Sari Kota Semarang. Korban diketahui meninggal setelah dirawat di rumah sakit, pada Senin (17/5/2021). (Istimewa via TribunJateng.com)

Baca juga: Anak Hajar Ayahnya hingga Tewas, Warga Bela Pelaku: Kalau Korban Minum Warga Tutup Pintu Semua

Dikutip TribunWow.com dari TribunJateng.com, Shandi bercerita, semua berawal ketika dirinya bertanya kepada ayahnya soal nota penjualan warung.

Korban dan pelaku diketahui bekerja di tempat yang sama, yakni di sebuah warung penyet Lamongan.

Menurut penjelasan Shandi, dirinya saat itu menanyakan nota karena disuruh oleh bosnya alias pemilik dari warung penyet tersebut.

Namun korban justru marah saat ditanyai soal nota.

"Bapak saat itu terpengaruh alkohol marah dan menyerang saya," ujar Shandi, Rabu (19/5/2021).

"Saat saya minta nota penjualan bapak malah marah nyerang saya terus saya balas hingga koma," tuturnya.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, korban diduga tersinggung dirinya tidak dipercaya oleh anaknya sendiri.

Kecurigaan tersebut timbul karena omset penjualan saat korban berjaga padah hari lebaran tidak lazim, yakni tidak seperti biasa rata-rata per hari mencapai Rp 400 hingga 500 ribu.

"Mungkin orang tuanya lho ini anak saya kok tidak percaya dengan saya, dan marahlah orang tuanya," ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, Rabu (19/5/2021).

Melihat kasus ini, Kapolrestabes Semarang tetap menekankan bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku tetap tidak bisa dibenarkan.

"Tapi alasan apapun tidak ada alasan pembenar melakukan kekerasan terhadap orang tua," jelasnya.

Kapolrestabes Semarang tidak menampik bahwa hubungan antara korban dan pelaku memang kurang harmonis.

Pelaku kini dijerat dengan pasal 351 ayat 3 KUHP. Shandi terancam hukuman pidana selama tujuh tahun penjara.

Baca juga: Warga Bersimpati ke Anak yang Hajar Ayah Tukang Mabuk hingga Tewas, Aksi Pelaku Tuai Pro dan Kontra

Korban Kerap Resahkan Warga

Korban diketahui meninggal dunia seusai menjalani perawatan di rumah sakit pada Senin (17/5/2021).

Berdasarkan keterangan dari kakak kandung korban, Bambang Nurwantoko, korban dan pelaku sama-sama bekerja di tempat yang sama, yakni warung penyet Lamongan.

Namun yang dipercayai oleh pemilik toko adalah pelaku, sedangkan korban hanya diajak oleh pelaku untuk berjualan.

Baca juga: Sempat Layat dan Mabuk Bersama, Anak Nekat Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Begini Kronologinya

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved