Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Presiden Turki Erdogan Sebut Presiden AS Joe Biden Tulis Sejarah dengan Tangan Berdarah

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi sorotan terkait keputusan penjualan senjata kepada Israel.

Editor: Mohamad Yoenus
EPA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden terkait penjualan senjata ke Israel, baru-baru ini. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjadi sorotan terkait keputusan penjualan senjata kepada Israel.

Dilanisir kantor berita Reuters, pemerintah AS telah menyetujui penjualan senjata kendali berpresisi ke Israel dengan nilai kontrak US$735 juta (sekitar Rp10,5 triliun).

Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja menyebutkan Indonesia perlu usaha demi meraih keuntungan atas kemenangan Joe Biden menjadi presiden pada 2020-2024
Presiden AS Joe Biden. (AFP)

Keputusan ini menuai protes dari kalangan politisi di Washington maupun pemimpin di negara lain saat Israel sedang bertikai dengan kelompok Hamas di Palestina.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pun langsung mengritik sikap pemerintah AS itu.

"Hari ini kita menyaksikan tanda tangan Biden untuk (penjualan) senjata ke Israel. Ini merupakan persetujuan untuk menjual 850.000 senjata yang sangat sangat penting," kata Erdogan dalam siaran televisi setelah rapat kabinet pada Senin waktu setempat (17/5/2021).

"Anda sedang menulis sejarah dengan tangan berdarah," kata Erdogan dalam pernyataan yang diarahkan ke Presiden AS, Joe Biden.

"Anda membuat kami terpaksa berkata seperti ini. Karena kami tidak bisa tinggal diam soal ini," lanjut Erdogan yang mendapat dukungan dari Timur Tengah karena selalu vokal memperjuangkan Palestina selama 18 tahun kepemimpinan di Turki.

Baca juga: Serangan Udara Israel di Jalur Gaza Tewaskan Komandan Militan Palestina Hussam Abu Harbeed

Kritik atas Biden pun dilontarkan oleh anggota DPR AS, Ilhan Omar, politisi dari Partai Demokrat yang membawa Biden menjadi Presiden AS.

"Akan sangat mengerikan bagi Pemerintahan Biden melanjutkan kesepakatan senjata kendali berpresisi US$735 juta ke Netanyahu tanpa syarat setelah meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap warga sipil," ujar anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS itu, Senin (17/05), seperti dikutip Washington Post.

"Jika berjalan lancar, ini akan dilihat sebagai lampu hijau untuk eskalasi lanjutan dan akan melemahkan setiap upaya untuk menengahi gencatan senjata," ujarnya.

Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait kabar penjualan senjata AS ke Israel itu.

Biden dukung gencatan senjata, tapi blokir pernyataan Dewan Keamanan PBB
Biden sendiri di depan publik baru sebatas melontarkan dukungan gencatan senjata setelah lebih dari sepekan kekerasan antara Israel dan kelompok Palestina di Gaza.

Kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu, Biden mengatakan AS tengah bekerjasama dengan Mesir dan negara-negara lain untuk menghentikan konflik.

Namun, di sisi lain, AS kembali memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian kekerasan.

Pertikaian Israel-Palestina kini memasuki pekan kedua, dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Israel terus melancarkan serangan udara ke Gaza pada Selasa dini hari (18/5/2021).

Militernya mengatakan puluhan roket ditembakkan ke wilayah itu sepanjang malam.

Sedikitnya 212 orang Palestina, termasuk 100 perempuan dan anak-anak, terbunuh di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat. Sedangkan di Israel, 10 orang termasuk dua anak-anak tewas, menurut pihak medis.

Israel pun meluncurkan puluhan serangan udara ke Jalur Gaza Senin (17/5/2021) setelah kelompok Hamas melancarkan serangan roket ke kota-kota di Israel selatan.

Serangan sebelum fajar di Gaza itu termasuk yang paling parah sejak konflik mulai seminggu lalu.

Halaman
123
Sumber: BBC Indonesia
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved