Liga 1
Perbedaan Strategi Luis Milla, Go Oiwa, dan Gama, Kandidat Pelatih Persija, The Jak Pilih Siapa?
Luis Milla nama pelatih yang santer akan menangani Persija Jakarta memiliki filosofi formasi yang berbeda dengan dua kandidat calon pelatih lainnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Tak hanya Go Oiwa dan Alexandre Gama, nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, santer dikaitkan dengan Persija Jakarta untuk mengarsiteki Macan Kemayoran di Liga 1 Indonesia 2021.
Baik Luis Milla dan dua kandidat lainnya memiliki filosofi strategi dan formasi yang sangat berbeda.
Dikutip dari Transfermarkt, mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla gemar memasang formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Hal tersebut sering Milla lakukan ketika menjadi arsitek skuad Garuda.
Baca juga: Setelah Alexandre Gama dan Go Oiwa, Eks Pelatih Timnas Indonesia Luis Milla Diincar Persija Jakarta
Baca juga: Persija Jakarta Dikabarkan Mendekati Mantan Pelatih Timnas Indonesia Asal Spanyol, Simak Profilnya
Sebenarnya, kedua formasi tersebut adalah transformasi atau perubahan formasi yang dapat digunakan sewaktu-waktu.
Selain itu, formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 merupakan formasi yang kerap digunakan banyak pelatih di dunia.
Formasi ini menitikberatkan pada keseimbangan baik menyerang maupun bertahan.
Jika Milla menggunakan formasi 4-3-3, maka kedua winger kiri dan kanan dimainkan lebih ke depan dan sejajar dengan penyerang tengah.
Namun, jika Luis Milla memasang formasi 4-2-3-1, ia menitikberatkan pada pola penyerangan dengan menambah seorang second striker atau attacking mdifielder di tengah untuk membantu penyerang tengah.
Formasi 4-3-3 pernah Milla mainkan ketika Timnas Indonesia berlaga menghadapi Timnas Myanmar, Kamboja dan Puerto Rico.
Sedangkan formasi 4-2-3-1, ia gunakan ketka Timnas Indonesia berhadapan dengan Timnas Fiji, Guyana dan Islandia.
Jika Luis Milla benar melatih Macan Kemayoran, maka ia akan memasang kedua formasi tersebut di setiap laga Persija Jakarta.
Ketika Milla menggunakan formasi 4-3-3, ia akan tetap memasang trio penyerang Persija Jakarta berdiri sejajar di depan, Marko Simic, Osvaldo Haay di winger kiri, dan Riko Simanjuntak di winger kanan.
Namun, jika ia mengubah formasinya menjadi 4-2-3-1, ia akan menambah satu pemain di lini serang untuk menjadi second striker atau attacking mdifielder.
Nama yang bisa Milla masukkan adalah Marc Klok atau Braif Fatari.
Formasi 4-3-3 dan 4-2-3-1 sangat sesuai dengan pola permainan Persija Jakarta saat ini ketika berhasil menjuarai Piala Menpora 2021.

Namun, formasi Luis Milla sangat berbeda dengan formasi yang biasa diterapkan oleh dua kandidat pelatih Persija Jakarta lainnya, Go Oiwa dan Alexandre Gama.
Dikutip dari Transfermarkt, pelatih asal Jepang yang saat ini berstatus tanpa klub, Go Oiwa sangat menyukai formasi 4-4-2 dengan menggunakan dua striker sejajar di lini depan.
Formasi tersebut pernah ia pakai ketika menghantarkan Kashima Antlers menjuarai AFC Champions League pada musim 2017-2018.
Di laga final AFC Champions League 2018, Kashima Antlers berhasil mengandaskan perlawanan Persepolis dengan agregat 2-0.
Formasi 4-4-2 menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah untuk melakukan back up ke lini belakang ketika sedang diserang.
Selain itu, dari segi penyerangan, formasi tersebut dapat dengan cepat melakukan counter attack mengingat dua winger dipasang untuk memberikan umpan-umpan ke kotak penalti.
Jika formasi tersebut digunakan Go Oiwa di Persija Jakarta, maka akan ada perubahan posisi di lini depan Macan Kemayoran.
Mengingat Persija Jakarta kerap menggunakan satu striker tunggal di lini depan yaitu Marko Simic.
Sedangkan di kedalaman skuat Persija Jakarta, hanya ada dua nama lain yang bertipikal goal getter sepeninggal Sutan Zico, Tufik Hidayat dan Fajar Firdaus.
Namun, apabila Go Oiwa tidak mengharuskan memasang dua pemain bertipikal goal getter di lini depan, maka ia dapat mendorong salah satu dari Osvaldo Haay atau Braif Fatari menjadi striker bersama Marko Simic.
Mengingat peran tersebut sering ia lakukan ketika memperkuat Timnas Indonesia.

Formasi Go Oiwa sangat berbeda dengan formasi calon pelatih Persija Jakarta lainnya, Alexandre Gama.
Dikutip dari Transfermarkt, Alexandre Gama menyukai formasi dengan memasang 3 bek dan 2 striker sejajar di depan.
Formasi yang digemari Gama adalah 3-4-1-2.
Dengan formasi tersebut, tim yang akan dilatih Gama akan memainkan formasi yang menitikberatkan pada keseimbangan lini tengah.
Dua bek sayap, baik kiri dan kanan akan diminta lebih maju ke depan untuk lebih menghalau bola sejak di lini tengah.
Sedangkan 3 bek sejajar akan berada di belakang 4 pemain di lini tengah dengan membagi tugas 2 bek ujung kiri dan kanan mengawasi pergerakan lawan di sektor sayap, satu bek lainnya menjaga area kotak penalti.
Satu pemain di belakang dua striker akan menjadi kreator di lini depan Persija Jakarta
Formasi ini merupakan pengembangan dan variasi formasi yang kerap digunakan 3-5-2.
Formasi 3-4-1-2 dipercaya akan membawa perubahan pada pola permainan Persija Jakarta yang sebelumnya kerap menggunakan satu ujung tombak, Marko Simic.
Dua striker di depan dipercaya akan dipercayakan kepada Osvaldo Haay dan Marko Simic.
Selain itu, Alexandre Gama berhasil merengkuh beberapa prestasi bersama dua klub yang berbeda di Liga Utama Thailand atau Thai League, Buriram United dan Singha Chiangrai United.
Sedangkan ketika menyabet gelar sebagai pelatih terbaik, Alexandre Gama berhasil medapatkannya ketika melatih Buriram United.

Profil Lengkap, Prediksi Formasi, Penghargaan serta Rekam Jejak Karier Luis Milla, Alexandre Gama dan Go Oiwa
1. Luis Milla/Spanyol (Tanpa Klub)
Dilansir dari Transfermarkt, berikut profil lengkap Luis Milla:
Nama Lengkap : Luis Milla Aspas
Tanggal Lahir : 12 Maret 1966
Tempat Kelahiran : Teruel, SPanyol
Usia : 55 Tahun
Kewarganegaraan : Spanyol
Avg. Syarat sebagai pelatih : 1,15 Tahun
Lisensi Kepelatihan : Lisensi Pro UEFA
Klub saat ini : Tanpa Klub
Formasi yang disukai : 4-2-3-1
Prediksi Formasi Luis Milla (4-2-3-1)
Goalkeeper (GK) : Andritany Ardhiyasa (C)
Centre Back (CB) : Otavio Dutra dan Yan Motta
Left Back (LB) : Marco Motta
Right Back (RB) : Novri Setiawan
Defensive Midfielder (DMF) : Rohit Chand
Central Midfielder (CMF) : Marc Klok
Right Winger (RW) : Riko Simanjuntak
Left Winger (LMF) : Osvaldo Haay
Attacking Midfielder (AMF) : Braif Fatari
Central Forward (CF) : Marko Simic
Rekam Jejak Karier
1. Puzol/Spanyol (2006-2007)
2. Getafe/Spanyol Asisten Manajer (2007-2008)
3. Timnas Spanyol U-17 (2008-2010)
4. Timnas Spanyol U-20 (2008-2010)
5. Timnas Spanyol U-19 (2008-2010)
6. Timnas Spanyol U-21 (2010-2008)
7. Timnas Spanyol (1 Juli - 7 Agustus 2012)
8. Al- Jazira/Uni Emirat Arab (23 Februari - 25 Oktober 2013)
9. CD Lugo/Spanyol (2015-2016)
10. Real Zaragoza (1 Juli - 24 Oktober 2016)
11. Timnas Indonesia (2017-2018)
12. Timnas Indonesia U-23 (10 Agustus -21 Oktober 2018).
Penghargaan yang Pernah Didapatkan
1. Juara Piala Eropa: Spanyol U-21 2010-2011
2. Alexandre Gama/Brasil (Pelatih Buriram United)
Dilansir dari Transfermarkt, berikut profil lengkap Alexandre Gama:
Nama Lengkap : Alexandre Torreira da Gama Lima
Tanggal Lahir : 4 Januari 1968
Tempat Kelahiran : Rio de Janiero, Brasil
Usia : 53 Tahun
Kewarganegaraan : Brasil
Avg. Syarat sebagai pelatih : 0,99 Tahun
Lisensi Kepelatihan : Lisensi Pro UEFA
Klub saat ini : Buriram United
Formasi yang disukai : 3-4-1-2
Prediksi Formasi Alexandre Gama (3-4-1-2)
Goalkeeper (GK) : Andritany Ardhiyasa (C)
Centre Back (CB) : Otavio Dutra, Maman Abdurrahman dan Yan Motta
Left Back (LB) : Marco Motta
Right Back (RB) : Novri Setiawan
Defensive Midfielder (DMF) : Rohit Chand
Central Midfielder (CMF) : Marc Klok
Attacking Midfielder (AMF) : Riko Simanjuntak
Central Forward (CF) : Osvaldo Haay
Central Forward (CF) : Marko Simic
Penghargaan yang Pernah Didapatkan
1. Juara Liga Thailand/Thai League : Buriram United 2013-2014
2. Juara Liga Thailand/Thai League : Buriram United 2014-2015
3. Juara Liga Thailand/Thai League : Singha Chiangrai United 2017-2018
4. Juara Piala Liga Thailand/ Thai League Cup: Singha Chiangrai United 2018-2019
Rekam Jejak Karier
1. Al Wahda FC Uni Emirat Arab (2006-2008)
2. Marcae Brasil (1 Juli 2008-1 Agustus 2008)
3. Volta Redonda Brasil ( 1Agustus - 31 Desember 2008)
4. Gyeongnam FC Korea Selatan (2009-2010)
5. Korea Selatan/Asisten Manajer (1 Januari - 31 Desember 2011)
6. Madureira RJ Brasil (1 Januari - 1 Desember 2013)
7. Al Shahania SC Qatar (1 Januari-30 Mei 2014)
8. Buriram United Thailand (2014-2016)
9. Chiangrai United (2016-2018)
10. Thailand U-21 (2018-2019)
11. Thailand U-23 (2018-2019)
12. Muangthong United (2019-2020)
13. Buriram United (2020- hingga sekarang)
3. Go Oiwa/Jepang (Pelatih Timnas Jepang U-18)
Dilansir dari Transfermarkt, berikut profil lengkap Go Oiwa:
Nama Lengkap : Go Oiwa
Tanggal Lahir : 23 Juni 1972
Tempat Kelahiran : Shizuoka, Jepang
Usia : 48 Tahun
Kewarganegaraan : Jepang
Avg. Syarat sebagai pelatih : 2,59 Tahun
Lisensi Kepelatihan : -
Klub saat ini : Tanpa Klub
Formasi yang disukai : 4-4-2
Prediksi Formasi Go Oiwa (4-4-2)
Goalkeeper (GK) : Andritany Ardhiyasa (C)
Centre Back (CB) : Otavio Dutra dan Yan Motta
Left Back (LB) : Marco Motta
Right Back (RB) : Rezaldi Hehanusa
Defensive Midfielder (DMF) : Rohit Chand
Central Midfielder (CMF) : Marc Klok
Right Winger (RW) : Riko Simanjuntak
Left Winger (LW) : Novri Setiawan
Central Forward (CF) : Marko Simic dan Osvaldo Haay
Penghargaan yang Pernah Didapatkan
1. Juara AFC Champions League: Kashima Antlers (2017-2018)
Rekam Jejak Karier
1. Kashima Antlers/Asisten Manajer (2011-2017)
2. Kashima Antlers (2017-2020) (TribunWow.com/Adi Manggala S)
Baca Berita Terkait Liga 1 Lainnya