Breaking News:

Terkini Daerah

Kronologi Pasutri di Banyuasin Dirampok lalu Disekap di Rumah, Pelaku juga Rudapaksa Istri Korban

Nasib nahas menimpa pasangan suami istri warga Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, GS dan AS.

Kompas.com/Istimewa
Polres Musi Banyuasin menggelar konferensi pers terkait perampokan disertai pemerkosaan yang menimpa pasangan suami istri inisial GS dan AS, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Nasib nahas menimpa pasangan suami istri (pasutri) warga Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, GS dan AS.

Dilansir TribunWow.com, pasangan suami istri itu menjadi korban perampokan pada Selasa (11/5/2021) lalau.

Tak hanya dirampok, keduanya juga disekap oleh pelaku berinisial AR (41).

Ilustrasi pemerkosaan pada perempuan
Ilustrasi - Nasib nahas menimpa pasangan suami istri warga Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, GS dan AS. (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

Baca juga: Tiba-tiba Dibekap dan Dirudapaksa saat Main TikTok, Siswi SMP Takut Bersuara dan Lihat Wajah Pelaku

Baca juga: Kondisi Siswi SMP di Bekasi yang Dirudapaksa Perampok saat Main TikTok, Menangis dan Sempat Depresi

Kasat Reskrim Polres Muba, AKP Ali Rojikin menyebut kejadian itu bermula saat AR memasuki rumah korban dengan cara memanjat jendela menggunakan tangga sekira pukul 02.00 WIB.

Saat itu, kedua korban tengah tertidur pulas.

Pelaku pun langsung membangunkan korban dan menodongkan senjata.

Korban yang ketakutan pun tak bisa melawan.

Pelaku lantas mengikat kedua korban menggunakan handuk.

"Pelaku meminta kedua korban untuk diam sembari ditodong pisau," kata Ali, dikutip dari Kompas.com, Senin (17/5/2021).

"Kemudian kedua korban ini tangan dan kakinya diikat dengan handuk."

Baca juga: Sedang Main TikTok di Ruang Tamu, Remaja 15 Tahun Dibekap Perampok dan Dirudapaksa saat Ibu Tertidur

Baca juga: Tarik Paksa Anak dari Tangan Ibunya, Ayah Kandung Rudapaksa Korban di Hutan Beralaskan Tikar

Tak cuma menyekap, AR juga merudapaksa istri korban, AS.

Perbuatan itu dilakukan AR saat tangan korban dalam kondisi terikat.

Selanjutnya, AR merampas ponsel korban dan langsung kabur.

"Korban diperkosa pelaku satu kali, setelah itu ia meminta korban memberikan satu unit handphone miliknya," jelas Ali.

Setelah pelaku kabur, korban langsung berteriak minta tolong.

Warga yang mendengar teriakan korban pun langsung menolong pasangan suami istri itu.

Korban yang tak terima atas kejadian itu lantas melapor ke polisi.

Tak lama berselang, polisi menangkap pelaku di tempat persembunyiannya di Kecamatan Babat Supat.

"Dari tersangka kami dapatkan barang bukti berupa handphone korban."

Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, polisi menetapkan AR sebagai tersangka.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved