Breaking News:

Konflik Palestina Vs Israel

Dua Gedung Kementerian Palestina di Gaza Dibombardir Israel, Satu di Antaranya Benar-benar Hancur

Dua gedung Kementerian Palestina di Jalur Gaza dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel pada Minggu (16/5/2021).

Editor: Lailatun Niqmah
MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. Terbaru, Israel membombardir 2 gedung kementerian di Gaza, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Dua gedung Kementerian Palestina di Jalur Gaza dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel pada Minggu (16/5/2021).

Dari informasi yang dirilis kantor berita Turki, Anadolu, Senin (17/5/2021), dua bangunan tersebut adalah kantor kementerian tenaga kerja dan pembangunan sosial Palestina.

Ketua kantor media pemerintah Palestina Salama Marouf menyebutkan, gedung Kementerian Tenaga Kerja benar-benar hancur.

Baca juga: Ribuan Buruh dari 24 Provinsi akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina Besok, Selasa 18 Mei 2021

Sedangkan gedung Kementerian Pembangunan Sosial mengalami kerusakan parah.

Serangan udara Israel ini terjadi sehari setelah pemboman Israel terhadap menara di Gaza yang menampung kantor-kantor media termasuk Associated Press dan Al Jazeera.

Sejauh ini korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 197 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 perempuan.

Hal ini  menurut data Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir Kantor Berita Anadolu, Senin (17/5/2021).

Meskipun dunia internasional mengecam serangan mematikannya, Israel tetap melanjutkan serangannya di Gaza pada Sabtu malam hingga Minggu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 42 warga Palestina, termasuk 10 perempuan dan 16 anak-anak, kehilangan nyawa mereka dalam serangan yang dilakukan Israel sejak tengah malam.

Sementara jumlah korban luka mencapai 1.235 orang.

Petugas hubungan Arab dan Turki kementerian Kesehatan, Anwar Atallah mengatakan kepada Anadolu, serangan Israel itu menyebabkan kehancuran besar, dan banyak korban tewas.

Ketegangan baru-baru ini yang dimulai di Yerusalem Timur pada bulan suci Ramadan lalu hingga menyebar ke Gaza setelah kelompok-kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah untuk membalas serangan Israel di Masjid Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah, jika mereka tidak dihentikan.

Baca juga: Cerita WNI di Gaza terkait Kebrutalan Israel: Rumah Warga Dihancurkan saat Penghuni Masih di Dalam

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

Kota ini menganeksasi seluruh kota pada tahun 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

 Sebelumnya dilaporkan korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 181 orang, termasuk 31 wanita dan 52 anak-anak hingga pada Minggu (16/5/2021).

Seorang juru bicara militer Israel mengatakan pasukan darat telah mengambil bagian dalam serangan pra-fajar selama 40 menit, tidak ada yang menyeberang ke Jalur Gaza, di tengah konflik yang telah memasuki hari kelima tanpa tanda-tanda mereda.

Pejabat kesehatan di Gaza utara mengatakan seorang wanita dan ketiga anaknya tewas selama operasi Israel dan jenasah mereka ditemukan dari puing-puing rumah.

“Rentetan roket ke Israel selatan dengan cepat dibalas dengan serangan Israel,” kata juru bicara Israel yang seraya menambahkan serangan itu termasuk artileri dan tembakan tank dari dalam wilayah Israel.

Baca juga: Meski Tuai Kecaman Dunia, PM Israel Nyatakan Bakal Tetap Bombardir Jalur Gaza dengan Kekuatan Penuh

Pertempuran paling serius antara Israel dan Paletina di Gaza sejak 2014 itu dimulai pada hari Senin setelah kelompok Hamas yang berkuasa di Palestina menembakkan roket di Yerusalem dan Tel Aviv sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Di bagian utara dan timur Gaza, suara tembakan artileri dan ledakan bergema lebih awal pada hari Jumat pagi. Saksi mata mengatakan banyak keluarga yang tinggal di dekat perbatasan meninggalkan rumah mereka, beberapa mencari tempat berlindung di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved