Breaking News:

Kasus Korupsi

Medsos Istri Bupati Nganjuk Diserbu Warganet Pasca-Suami Kena OTT KPK, Orang Terdekat Ikut Terkejut

Istri Bupati Nganjuk Yuni Sophia dicecar warganet pasca viral Novi Rahman Hidhayat kena OTT KPK.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Instagram/@yunisophia_
Istri Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Yuni Sophia dicecar oleh banyak warganet lewat akun Instagram miliknya @yunisophia_, Sabtu (9/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Bupati Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Novi Rahman Hidhayat diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (10/5/2021).

Novi ditangkap atas dugaan praktik jual beli jabatan. 

Seusai terjadinya OTT, istri sang bupati, Yuni Sophia dicecar oleh banyak warganet.

Istri Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Yuni Sophia dicecar oleh banyak warganet lewat akun Instagram miliknya @yunisophia_, Sabtu (9/5/2021).
Istri Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat, Yuni Sophia dicecar oleh banyak warganet lewat akun Instagram miliknya @yunisophia_, Sabtu (9/5/2021). (Instagram/@yunisophia_)

Baca juga: Fakta Bupati Nganjuk yang Terjaring OTT KPK, Punya Uang Tunai Rp26 Miliar dan Utang Rp2,4 Miliar

Akun media sosial Instagram miliknya @yunisophia_ menjadi serbuan warganet.

Pada unggahan terakhir miliknya, Sabtu (9/5/2021), unggahan tersebut ramai dikomentari oleh warganet seputar OTT KPK.

Banyak di antara mereka meminta Yuni untuk memberikan klarifikasi.

"Ini beneran terkena OTT ?" kata @dherydfaustreal.

"Mampir liat komentar OTT BUPATI nganjuk," ujar @ig.septiana1.

"Kok bisa kena ott gini mbak," kata @mende.ferlina28.

"Kesini karena OTT," ujar @ssthaa_.

"Berita OTT benar gk sih bu," tulis @el_lusman.

"OTT di buat konten sepertinya bakalan meledak nihh..gercep mumpung lagi panas bu yun.." tulis @mdadangra.

"Hmm jual beli jabatan gk nyangka" ujar @anharul__.

"OTT aja belum jelas statusnya biar waktu 24jam nanti yg menjawab dr pihak KPK jangan berasumsi dl," kata @newpermatajingga.

Hingga Senin (10/5/2021) siang, Yuni belum menanggapi komentar para warganet tersebut.

Dilansir TribunWow.com, diketahui pada Minggu (9/5/2021) pagi sang bupati masih bekerja.

Namun pada sore hingga malamnya ia terjaring OTT.

Mengetahui hal itu, aparatur sipil negara (ASN) bawahan Novi mengaku terkejut.

Hal itu disampaikan Kasubag Humas dan Protokol Pemkab Nganjuk Asti Widyartini.

Ia mengaku sempat mengikuti sejumlah kegiatan Bupati Novi.

Sampai siang hari Novi melakukan tugas protokol.

"Setelah itu kami sudah tidak lagi mengikuti kegiatan Bapak Bupati dan pulang setelah selesai semuanya," kata Asti Widyartini, dikutip dari Surya.co.id, Senin (10/5/2021).

Maka dari itu ia terkejut mengetahui informasi Novi tertangkap dalam OTT.

Ia bahkan mengetahui hal itu dari berita.

"Jadi kami tidak tahu adanya OTT pada Bapak Bupati Nganjuk, bahkan kami dapat informasi OTT setelah membaca berita online," tuturnya.

Asti mengaku tidak tahu-menahu tentang kasus yang menjerat Bupati Nganjuk, termasuk dugaan jual-beli jabatan perangkat desa yang belum dapat dikonfirmasi.

"Kami tunggu informasi resmi saja semuanya. Yang jelas kami akan bekerja sesuai dengan tugas kami saja," tutup Asti.

Baca juga: Ini Dinas Terakhir Bupati Nganjuk sebelum Terjaring OTT KPK, Bawahan Ngaku Kaget: Tahu dari Berita

Harta Bupati Nganjuk

Dilansir TribunWow.com, hal itu diketahui dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercantum dalam situs elhkpn.kpk.go.id, diakses Senin (10/5/2021).

Laporan itu disampaikan pada 27 April 2020 untuk periode 2019.

Novi terdaftar sebagai bagian dari Pemerintahan Kabupaten Nganjuk dengan jabatan bupati.

Ia memiliki 32 bidang tanah di Nganjuk, Kediri, Jombang, Karawang, Malang, Mojokerto, Tangerang, Surabaya, Jakarta Selatan, dan Kotawaringin Timur.

Semuanya merupakan tanah hasil sendiri.

Total nilai 32 bidang tanah itu sebanyak Rp58 miliar lebih.

Selanjutnya Novi memiliki alat transportasi 3 buah, yakni mobil Toyota Harier senilai Rp346 juta, mobil Suzuki senilai Rp67,5 juta, dan mobil Toyota Hiace senilai Rp350 juta.

Laporan harta kekayaan Bupati Nganjuk Novi Rahmat Hidhayat periode 2019. Terbaru, Novi terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK diduga terlibat kasus jual-beli jabatan.
Laporan harta kekayaan Bupati Nganjuk Novi Rahmat Hidhayat periode 2019. Terbaru, Novi terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK diduga terlibat kasus jual-beli jabatan. (Capture elhkpn.kpk.go.id)

Total nilai kendaraan tersebut sebanyak Rp764 juta.

Selanjutnya ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,2 miliar dan surat beharga senilai Rp32 miliar.

Ia memiliki uang tunai yang tercantum dalam kolom kas dan setara kas sebesar Rp26 mliar lebih.

Novi juga memiliki utang sebesar Rp2,4 miliar.

Baca juga: KPK Resmi Umumkan Hasil TWK, Nurul Ghufron: 1.274 Orang Penuhi Syarat, 75 Orang Tak Lolos

Total harta kekayaan yang dimiliki sebesar Rp116 miliar.

Penangkapan Novi tersebut dikonfirmasi Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Ia membenarkan adanya dugaan kasus jual-beli jabatan perangkat desa.

"Diduga begitu," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron singkat, dikutip dari Tribunnews.com.

Saat ini KPK masih memeriksa pihak-pihak yang terkait dalam OTT.

"Kita sedang memeriksa, bersabar, nanti kita ekpos," jelasnya.

Ia menyebut belum bisa memerinci pihak-pihak yang terlibat dan barang bukti yang diamankan.

"Siapa saja dan berapa uang yang diamankan, kita sedang melakukan pemeriksaan," kata Nurul.

Diketahui KPK memiliki status 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum Novi dan pihak lainnya yang terjerat OTT.

OTT tersebut dikepalai Kasatgas Penyelidik KPK Harun Al Rasyid. (TribunWow.com/Anung/Brigitta)

Sebagian artikel ini diolah dari Tribunnews.com dengan judul KPK Sebut OTT di Nganjuk Terkait Jual Beli Jabatan dan Surya.co.id dengan judul Minggu Pagi Bupati Nganjuk Masih Kerja, Malam Hari Terjaring OTT KPK Bersama 4 Kepala Desa.

Baca berita lainnya terkait OTT KPK

Sumber: TribunWow.com
Tags:
NganjukNovi Rahman HidhayatKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK)OTT KPKJawa TimurYuni SophiaInstagram
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved