Breaking News:

Terkini Nasional

Momen Ali Ngabalin Naik Pitam saat Pidato Kontroversial Jokowi Disinggung: Jangan Kita Bahas

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meninggikan suara saat pidato kontoversial Presiden Joko Widodo (Jokowi) disinggung.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan larangan mudik pada libur lebaran Idul Fitri 2021, Jumat (16/4/2021). Ali Ngabalin naik pitam saat disinggung soal pidato kontroversial Jokowi. 

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin meninggikan suara saat pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sempat menuai kontroversi kembali disinggung.

Hal ini terkait tudingan Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer tentang adanya pihak yang sengaja menjerumuskan Presiden.

Pasalnya, selain polemik Bipang Ambawang yang sempat disinggung, Jokowi sempat menjadi sorotan saat dinilai menyerukan ajakan benci produk asing.

Kolase Immanuel Ebenezer (kiri) dan Ali Mochtar Ngabalin (kanan) saat membahas pidato Jokowi yang menyebut Bipang Ambawang, Sabtu (8/5/2021).
Kolase Immanuel Ebenezer (kiri) dan Ali Mochtar Ngabalin (kanan) saat membahas pidato Jokowi yang menyebut Bipang Ambawang, Sabtu (8/5/2021). (Capture YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Heboh Bipang Ambawang Disinggung Jokowi saat Bahas Lebaran, Jubir Presiden Langsung Beri Penjelasan

Baca juga: Kemiripan Gaya Pidato Jokowi dan PM Singapura soal Wabah Corona, Percaya akan Kepatuhan Masyarakat

Dikutip TribunWow.com, dalam tayangan Sapa Indonesia Malam di kanal Youtube KOMPASTV, Minggu (9/5/2021), Ali Ngabalin memberi keterangan.

Ia membenarkan bahwa pidato Jokowi terkait Bipang Ambawang memang benar dimaksudkan sebagai babi panggang khas Kalimantan Barat.

Namun, ia menekankan bahwa Presiden merupakan kepala negara yang mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang beragam.

Di sisi lain, terkait tudingan tidak adanya filter dari istana sehingga pidato Jokowi beberapa kali menimbulkan polemik, Ali Ngabalin bereaksi keras.

Ia menegaskan tak ada yang perlu disaring dari pidato terkait penyebutan Bipang Ambawang karena dirasa tak ada yang salah.

"Tidak ada yang perlu difilter," kata Ali Ngabalin.

"Pernyataan itu tidak ada yang salah, salahnya di mana untuk difilter-filter?," tegasnya.

Ali Ngabalin kembali menaikkan suaranya saat pembawa acara menyinggung mengenai pidato benci produk asing yang sempat viral.

Kali ini, Ali Ngabalin menolak membicarakan hal tersebut dan mengajak untuk fokus pada pembahasan yang sedang diperbincangkan.

"Ini yang kita bicara sekarang ini terkait dengan pernyataan adinda Noel dari Jokowi Mania tentang pernyataan Bapak Presiden terkait dengan agenda yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan, di situ," tutur Ali Ngabalin.

"Yang lalu jangan kita bahas," pungkasnya.

Baca juga: Pidato Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Tuai Kontroversi, Ali Ngabalin: Apa yang Salah?

Baca juga: Penjelasan Menteri Perdagangan soal Jokowi Ajak Warga Beli Bipang Ambawang: Maaf Sebesar-besarnya

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 09.56:

Pidato Jokowi dan Tanggapan Jubir Istana

Makanan khas Pontianak, Kalimantan Barat, bipang Ambawang, menuai sorotan bahkan menjadi trending topic di Twitter, Sabtu (8/5/2021).

Dilansir TribunWow.com, viralnya bipang Ambawang ini disebabkan oleh pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu (5/5/2021) lalu.

Saat itu, Jokowi meresmikan hari bangga buatan Indonesia.

Namun, presiden asal Solo itu juga menyinggung perihal mudik dan lebaran.

"Nah, untuk bapak ibu dan saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya membawa oleh-oleh tidak perlu ragu untuk membelinya secara online," ucap Jokowi.

Sementara itu, bipang adalah kepanjangan dari babi panggang.

Pidato Jokowi itu dianggap tak sesuai dengan tema lebaran karena babi dianggap haram oleh umat Islam.

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, pempek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," sambung Jokowi.

Narasi tersebut bahkan diunggah dalam kanal YouTube Kementerian Perdagangan.

Sontak, hal itu menimbulkan pro kontra di kalangan pengguna Twitter.

Untuk meluruskan kontroversi yang terjadi, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman lantas menuliskan klarifikasi pada akun Twitter-nya @fadjroeL, Sabtu (8/5/2021).

Dalam cuitannya itu, Fadjroel menegaskan bipang bukanlah babi panggang seperti yang banyak orang kenal.

Ia menyebut bipang yang dimaksud adalah makanan khas zaman dulu yang terbuat dari beras.

"Ini BIPANG atau JIPANG dari beras. Makanan kesukaan saya sejak kecil hingga sekarang.

BIPANG atau JIPANG dari beras ini memang makanan hit sampai sekarang ya. Nuhun," cuit Fadjroel.

Namun, cuitan Fadjroel itu bertolak belakang dengan unggahan akun Instagram @bipangambawang.

Dalam unggahannnya, akun tersebut menuliskan ucapan terimakasih pada Jokowi karena telah menyebut bipang ambawang dalam pidato.

Pada profil akun tersebut pun tertulis jelas kalimat 'Babi Panggang Ambawang'.

"Sebuah kebanggaan kami dapat disebut oleh bapak Presiden @jokowi dalam pidato tadi malam di Kompas TV," tulisnya. (TribunWow.com)

Berita lain terkait

Tags:
JokowiAli Mochtar NgabalinImmanuel EbenezerBipang AmbawangAli Ngabalin
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved