Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Ratu Investasi Bodong Rp 48 Miliar, Sudah 4 Kali Ditangkap hingga Barang Mewah Jadi Bukti

Barang mewah yang diamankan di antaranya mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, empat Mercedes Benz, tiga mobil pikap.

KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL
LY (tengah) ditangkap 4 kali karena kasus penipuan investasi 

TRIBUNWOW.COM - LY (48), pelaku penipuan investasi bodong Rp 48 miliar warga Pacar Keling, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur telah ditangkap.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti benda-benda mewah dari tangan LY. 

Barang mewah yang diamankan di antaranya mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, empat Mercedes Benz, tiga mobil pikap.

Serta jam tangan Rolex, Franck Muller, tiga cincin Natural Blue Saphire, dan uang tunai sebesar Rp 100 juta.

Tak hanya itu, penyidik juga mengamankan tujuh lembar cek Bank BCA dan tujuh lembar surat keterangan penolakan dari BCA Cabang Kusuma Bangsa.

LY (tengah) ditangkap 4 kali karena kasus penipuan investasi
LY (tengah) ditangkap 4 kali karena kasus penipuan investasi (KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL)

Baca juga: Suami Istri di Garut Tewas Bergantian Dalam Septic Tank, Dua Anak yang Masih Kecil Kini Diurus Nenek

Baca juga: Jawaban Kapolda Jawa Barat soal Video Viral yang Disebut Ratusan Pemudik Motor Terobos Penyekatan

LY bukan pertama kali tersandung kasus penipuan.

Dari catatan kepolisian, ia sudah 3 kali keluar masuk penjara atas kasus yang sama di Polrestabes Surabaya. Yakni tahun 2005, 2006, dan 2011.

Di kasus yang keempat, perempuan yang dijuluki ratu tipu ini menggunakan modus menawarkan investasi pembebasan lahan di wilayah Osowilangun, Surabaya.

Korban terakhir penipuan LY adalah Liana Setyo warga Palm Hill F1, Lakarsantri, Surabaya. Ia melaporkan LY ke Polda Jatim pada 11 Desember 2020.

"Kerugian korban yang dilaporkan mencapai Rp 48 miliar. Korban diberi cek kosong," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved