Breaking News:

Sate Beracun

NA Tersangka Sate Sianida Pernah Kenalkan Tomy adalah Pacarnya ke Keluarga: Cerita kalau Tomy Polisi

Nani diketahui pernah dijemput oleh Aiptu Tomy di Majalengka dan menceritakan kepada keluarganya bahwa yang bersangkutan adalah seorang polisi.

YouTube Kompastv
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Didorong rasa kecewa ditinggal menikah, Nani Apriliani alias NA (24) mengirimkan paket sate mengandung sianida kepada kekasihnya seorang penyidik polisi berpangkat Aiptu bernama Tomy di Bantul, Jawa Tengah.

Sebelum kasus sate sianida ini terjadi, NA ternyata sudah memperkenalkan Tomy sebagai pacarnya ke keluarga di Majalengka, Jawa Barat.

Pada saat berada di Majalengka, NA telah mengungkapkan identitas Tomy yang merupakan seorang polisi.

Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021).
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021). (YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne)

Baca juga: Sebelum Kasus Sate Sianida, Tomy Sempat Jemput Nani di Majalengka dan Bertemu Orangtua Tersangka

Info tersebut disampaikan oleh Karmadi selaku kepala desa tempat NA tinggal dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Selasa (4/5/2021).

NA diketahui memperkenalkan ke keluarganya bahwa Tomy dan dirinya berstatus pacaran.

"Dikenalkan sebagai pacar," kata Karmadi.

Karmadi menegaskan bahwa orangtua NA tidak tahu anak mereka sudah menikah atau belum.

"Nani belum cerita sama orangtuanya," ujar Karmadi.

Karmadi menjelaskan, tidak ada hal yang spesial saat Tomy berkunjung ke Majalengka.

"Ke Majalengka itu cuma jemput, tinggal di rumah ngobrol sebentar," terang dia.

Pihak keluarga kini berharap NA bisa diberikan keringanan karena yang bersangkutan adalah tulang punggung keluarga.

"Nani itu kan tulang punggung keluarga," ujar Karmadi.

Terakhir, Karmadi mengiyakan bahwa identitas Tomy sebagai polisi sudah diceritakan oleh NA ketika Tomy main ke Majalengka.

"Cerita kalau Tomy itu seorang polisi," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, kasus sate mengandung sianida ini akhirnya menewaskan NFP (8) selaku anak dari Bandiman (36) yang merupakan driver ojek online (ojol) yang sempat diminta oleh tersangka mengantarkan paket sate sianida kepada Tomy.

Tomy sendiri selamat tidak menerima paket sate sianida itu karena merasa tidak mengenali identitas pengirim, dan pada akhirnya diberikan kepada Bandiman.

Pelaku Menyesal

Sebelumnya diberitakan, pelaku mengaku menyesal telah menewaskan NFP.

Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria menyebut NA mengaku menyesal telah membunuh orang tak bersalah.

"Dia pernah bilang kalau menyesal, karena ada korban lain yang meninggal (salah sasaran)," ucap Burkhan, dikutip dari TribunJogja.com, Senin (3/5/2021).

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved