Terkini Daerah
Cuma Nonton saat Perawat RS Siloam Palembang Dipukuli JT, Begini Nasib Satpam Sekarang
Satpam yang bertugas saat insiden penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang kini dipecat.
Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Satpam yang bertugas saat insiden penganiayaan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang kini dipecat.
Dilansir TribunWow.com, sebelumnya seorang perawat Christina Ramauli S (27) menjadi korban penganiayaan seorang keluarga pasien berinisial JT (38).
Video penganiayaan CRS tersebut menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Curhat Perawat RS Siloam ke Gubernur Sumsel setelah Viral Dianiaya JT: Memar-memar, Pak
Kini JT telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
Dalam video yang viral tersebut, tampak petugas keamanan rumah sakit turut berada di lokasi kejadian.
Namun sayangnya ia tampak tidak membantu melerai kedua belah pihak.
Petugas satpam yang tidak diketahui namanya ini terlihat hanya berdiam dan memegangi pintu ruang rawat pasien.
Melihat satpam tersebut kurang sigap, kini pihak RS Siloam memutuskan untuk memecat satpam.
Hal itu disampaikan Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando.
Kini karyawan itu sudah dikembalikan ke pihak ketiga.
"Security tersebut menggunakan dari pihak ketiga, bukan murni dari RS Siloam. Pihak ketiga yang memang kami kontrak," kata Bona, dikutip dari Sripoku.com, Rabu (21/4/2021).
Ia menyebut pihak rumah sakit sudah berdiskusi dengan pihak penyedia jasa dan menghasilkan rencana tindakan termasuk pembinaan, rotasi, dan relokasi petugas keamanan tersebut.
"Semua diserahkan kepada pihak ketiga. Menanggapi kasus kemarin sedang dilakukan oleh pihak vendor. Sudah dilakukan evaluasi dari pihak vendor," jelas Bona.
Baca juga: Bukan Perawat Korban Aniaya JT yang Buat Pasien Berdarah seusai Cabut Infus, Justru Ibunya Sendiri
Terkait pemutusan hubungan kerja atau keputusan lainnya merupakan urusan dan wewenang vendor penyedia jasa tenaga keamanan.
"Dari vendor juga ada juga training dan refreshing," terangnya.
Mengenai penyembuhan CRS, Bona menambahkan, pihak rumah sakit masih melakukan perawatan.
Perawatan fisik masih akan berlanjut satu pekan ke depan.
Namun perawatan psikis kemungkinan masih akan terus berjalan.
"Psikis kita tunggu kapan pun kesiapan dia kalau sudah siap baru akan kita pulangkan," jelas Bona.
Dalam video yang beredar, tampak CRS lebih banyak dibantu rekan-rekan perawatnya dalam membela diri.
Diketahui CRS dianiaya JT karena disebut tidak becus saat mencabut selang infus dari tangan anaknya.
Walaupun begitu, diketahui kemudian sang ibu atau istri JT sendiri yang membuat anak tersebut berdarah setelah selang infusnya dicabut.
Merasa CRS telah menyakiti anaknya, JT mengamuk dan menganiaya perawat tersebut.
Akibatnya CRS mengalami sejumlah luka lebam.
Saat itu tampak pula petugas keamanan berada di lokasi.
Setelah kejadian berakhir, baru petugas keamanan masuk ke dalam kamar rawat dan menenangkan pelaku.
Curhat Perawat RS Siloam ke Gubernur Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menghubungi perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli S yang baru-baru ini menjadi korban penganiayaan.
Dilansir TribunWow.com, Christina menjadi viral di media sosial setelah dianiaya keluarga pasien, seorang pria berinisial JT (38).
JT mengaku kesal dan menuduh Christina tidak becus saat mencabut selang infus yang dipasangkan di anaknya.
Baca juga: Bukan Perawat Korban Aniaya JT yang Buat Pasien Berdarah seusai Cabut Infus, Justru Ibunya Sendiri
Christina yang mengalami sejumlah luka akibatnya harus mendapat perawatan.
Gubernur Sumsel yang merasa prihatin lalu menghubungi perawat 27 tahun itu melalui video call.
"Gimana kondisi kamu?" tanya Herman Deru, dikutip dari video yang diunggah akun Instagram @jayalah.negriku, Sabtu (17/4/2021).
"Bapak lihat di TV, di medsos, kamu menjadi orang yang sangat diperbincangkan. Tapi yang penting kamu tabah, ya," kata Herman menghibur.
"Iya, Pak," jawab Christina.

Herman lalu menanyakan kondisi luka-luka korban kekerasan tersebut.
"Gimana lukamu? Katanya ada memar di kepala?" tanya Herman.
"Sudah berkurang, Pak, memarnya," jawab Christina.
"Rambut kena jambak, bekasnya di sini," katanya sambil menunjukkan bekas luka tersebut.
"Memar-memar, Pak," tambahnya.
Baca juga: Kesaksian Berbeda Istri JT soal Perawat RS Siloam yang Dianiaya: Kasar, Malah Saya yang Disalahin
Herman kembali menghibur Christina.
"Pihak kepolisian sudah menangkap pelakunya. Yang penting sekarang Christina tabah saja dan tetap konsentrasi ke penyembuhannya. Kita serahkan kepada pihak kepolisian," tegasnya.
Di keterangan unggahan, Herman mengaku merasa Sumsel merasa malu dengan adanya insiden ini.
"Ini disebabkan karena emosi sesaat keluarga pasien, tapi kekerasan ini dampaknya buruk," ucapnya.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Herman mengaku prihatin dengan kasus yang menimpa tenaga kesehatan tersebut.
"Buruk dampaknya bagi citra daerah, sebenarnya. Sudah tahu para medis 'kan manusia biasa juga, tentunya harus didengarkan dulu penjelasannya atau minimal dari atasannya," ucap Herman Deru.
Ia mengimbau agar kasus itu sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian agar dapat ditangani sesuai pasal penganiayaan yang berlaku.
Herman juga akan mengawal proses hukum yang berjalan, baik akan dilanjutkan dengan damai atau dikembalikan ke keluarga dan RS Siloam.
Simak videonya:
(TribunWow.com/Brigitta)